Tarif Cukai Rokok Naik Tahun Depan? Dirjen Bea dan Cukai Bilang Begini

- Jurnalis

Senin, 8 September 2025 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi rokok bercukai.

ilustrasi rokok bercukai.

Jakarta – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) membuka kemungkinan adanya kenaikan tarif cukai rokok pada tahun 2026. Namun, keputusan final akan ditetapkan setelah pemerintah memutuskan target penerimaan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, menjelaskan bahwa penentuan tarif cukai harus mempertimbangkan tiga aspek utama: kesehatan masyarakat, keberlangsungan industri, dan penerimaan negara.

“Baru ada, kan nanti ditentukan dulu target penerimaannya berapa. Terus baru dihitung untuk mencapai target itu gimana caranya,” ujar Nirwala dalam media briefing, Senin (08/09/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menunggu Penetapan Target APBN 2026

Nirwala menegaskan, pembahasan tarif cukai akan dilakukan secara komprehensif setelah APBN 2026 diketok. Target penerimaan negara akan menjadi acuan utama dalam menentukan besaran kenaikan tarif.

“Jadi diketok dulu APBN-nya, baru fix berapa targetnya. Dari situ baru dihitung langkah-langkah untuk membiayai APBN,” tambahnya.

Berdasarkan Nota Keuangan RAPBN 2026, pemerintah menargetkan penerimaan bea dan cukai sebesar Rp334,30 triliun, naik 7,7% dari perkiraan realisasi 2025 sebesar Rp310,35 triliun.

Dari jumlah tersebut, cukai menjadi penyumbang terbesar dengan target Rp241,83 triliun, disusul bea masuk Rp49,90 triliun, dan bea keluar Rp42,56 triliun.

Strategi Kebijakan Cukai 2026

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis:

  • Cukai Hasil Tembakau (CHT): Intensifikasi pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal.
  • Bea Masuk: Penyesuaian tarif pada komoditas tertentu.
  • Bea Keluar: Perluasan basis penerimaan, termasuk pada produk emas dan batu bara.
  • Ekstensifikasi Barang Kena Cukai (BKC): Penambahan objek cukai baru berupa Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) mulai 2026.

Fokus Penindakan Rokok Ilegal

Pemerintah menegaskan bahwa pada 2025, pengawasan dan penindakan terhadap BKC ilegal, khususnya rokok ilegal, akan terus digencarkan.

Peredaran rokok ilegal dinilai menjadi salah satu faktor yang menekan penerimaan negara, selain pergeseran perilaku konsumen dan produsen ke produk tembakau yang lebih murah.

“Untuk menurunkan peredaran rokok ilegal sekaligus meningkatkan penerimaan negara dan daerah dari cukai, pemerintah akan memperkuat regulasi dan penegakan hukum, serta mengoptimalkan penggunaan pajak rokok dan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT),” tertulis dalam dokumen RAPBN 2026.

Dampak Kenaikan Cukai

Kenaikan tarif cukai rokok biasanya berdampak pada harga jual eceran (HJE), yang dapat memengaruhi konsumsi masyarakat dan kinerja industri tembakau.

Pemerintah mengklaim kebijakan ini juga bertujuan mengendalikan konsumsi rokok demi kesehatan publik, sejalan dengan target penurunan prevalensi perokok.

Ikuti perkembangan terbaru kebijakan fiskal dan cukai di kanal berita ekonomi kami untuk mendapatkan analisis mendalam dan data terkini.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Koperasi Desa Merah Putih: Harapan Baru Demokrasi Ekonomi Era Prabowo Menuju Keadilan Sosial
Gebrak Korps Bhayangkara! Baru Sehari Menjabat, Kapolri Suyudi Langsung Rotasi 19 Kapolda
Jangan Cuma Gugur Kewajiban! Jelang Wajib Halal 2026, Sertifikasi Halal Jadi Kunci Sukses Pelaku Usaha
Sah! Jenderal Suyudi Ario Seto Pegang Tongkat Komando Kapolri Usai Sertijab di Mabes Polri
Prabowo Lantik 26 Tokoh Wantimpres Baru: Dari Pratikno, Rocky Gerung, hingga Anwar Usman
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Isyana Sarasvati dan Olivia Zalianty Gebrak Generasi Muda Lewat Lagu Nasionalisme
Kejutan Reshuffle Kabinet Merah Putih: Listyo Sigit Jabat KSP, Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri Baru
Resmi Diumumkan! Ini Susunan Pengurus PBNU 2026-2031 Pimpinan Gus Kikin, Cetak Sejarah Gandeng Tokoh Disabilitas
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Koperasi Desa Merah Putih: Harapan Baru Demokrasi Ekonomi Era Prabowo Menuju Keadilan Sosial

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Gebrak Korps Bhayangkara! Baru Sehari Menjabat, Kapolri Suyudi Langsung Rotasi 19 Kapolda

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:43 WIB

Jangan Cuma Gugur Kewajiban! Jelang Wajib Halal 2026, Sertifikasi Halal Jadi Kunci Sukses Pelaku Usaha

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Sah! Jenderal Suyudi Ario Seto Pegang Tongkat Komando Kapolri Usai Sertijab di Mabes Polri

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Prabowo Lantik 26 Tokoh Wantimpres Baru: Dari Pratikno, Rocky Gerung, hingga Anwar Usman

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x