Tuntut Kejelasan Nasib, Ratusan Honorer R4 Pemkot Bekasi Geruduk Istana Negara Besok

- Jurnalis

Minggu, 20 Juli 2025 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Honorer Kategori R4 usai mengadukan nasibnya ke Komisi I DPRD Kota Bekasi, Rabu (09/07/2025).

Honorer Kategori R4 usai mengadukan nasibnya ke Komisi I DPRD Kota Bekasi, Rabu (09/07/2025).

Ratusan tenaga honorer dari lingkungan Pemerintah Kota Bekasi dijadwalkan akan bergabung dalam aksi nasional di depan Istana Negara, Jakarta, pada Senin (21/07/2025) besok.

Aksi ini bertujuan untuk menuntut kejelasan nasib dan status kepegawaian mereka, terutama bagi yang tidak terdata dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Para honorer yang tergabung dalam kategori khusus R4 (Rembuk 4) ini akan membawa tiga tuntutan utama kepada pemerintah pusat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mereka mendesak agar ada solusi konkret pasca-mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun anggaran 2024.

Latar Belakang Aksi: Ketidakpastian Status Honorer Kategori R4

Aksi ini dipicu oleh ketidakpastian yang terus berlarut mengenai nasib para honorer yang tidak masuk dalam database resmi BKN.

Meskipun sebagian telah mengikuti dan bahkan lulus seleksi PPPK, status pengangkatan mereka hingga kini masih mengambang.

“Kami berencana untuk bergabung dalam aksi nasional menuntut kejelasan nasib honorer Non-Database kategori R4 setelah mengikuti seleksi tahap II,” ujar salah seorang perwakilan honorer kepada rakyatbekasi.com, Minggu (20/07/2025).

Menurutnya, aksi ini merupakan puncak dari kegelisahan kolektif setelah berbagai upaya advokasi di tingkat daerah belum membuahkan hasil yang memuaskan.

Tiga Tuntutan Utama untuk Pemerintah Pusat

Dalam aksi besok, para honorer akan menyuarakan tiga tuntutan krusial yang diharapkan dapat segera direspons oleh Presiden dan kementerian terkait. Berikut adalah rinciannya:

  1. Penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) Khusus Mendesak Presiden untuk segera menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang pengangkatan honorer, khususnya bagi kategori R4 yang telah mengikuti seleksi, untuk diangkat menjadi PPPK Paruh Waktu atau Penuh Waktu.
  2. Kebijakan Afirmasi bagi yang Gagal Seleksi Meminta pemerintah memberikan kebijakan afirmasi (perlakuan khusus) bagi honorer non-database yang tidak lulus seleksi CPNS maupun PPPK, sebagaimana yang diberikan kepada honorer yang terdata di BKN.
  3. Solusi bagi yang Tidak Bisa Mengikuti Seleksi Menuntut adanya regulasi yang jelas untuk mengakomodasi para honorer non-database yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) atau tidak dapat mengikuti seleksi karena ketiadaan formasi yang sesuai di instansinya.

Aksi Berlandaskan Hukum dan Kesadaran Kolektif

Para honorer menegaskan bahwa aksi mereka memiliki dasar hukum yang kuat dan bukan gerakan tanpa arah. Tuntutan ini merujuk langsung pada regulasi yang berlaku.

“Dasar tuntutan ini mengacu pada amanat UU ASN nomor 20 tahun 2023, khususnya Pasal 66, dan Keputusan MenPANRB nomor 347 tahun 2024 pada diktum ke-33,” imbuh perwakilan tersebut.

Ia juga menekankan bahwa keikutsertaan dalam aksi ini bersifat sukarela dan tidak ada paksaan. “Semua bergerak atas dasar kegelisahan dan kesadaran akan nasib status kami sebagai honorer R4,” pungkasnya.

Bagaimana tanggapan Anda mengenai perjuangan para tenaga honorer ini? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.









Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kadin Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang Demi Stabilkan Harga Sembako
​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?
Wali Kota Bekasi Boyong Donasi Warga Rp2,1 Miliar Bangun RS Rumah Kasih di Manggarai Timur NTT
Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota
Terseret Arus Sejauh 2 Kilometer: Pria Diduga Anggota BNPT yang Lompat ke Kalimalang Bekasi Ditemukan Meninggal Dunia
Abai Tertibkan Prostitusi Panti Pijat ‘Be Glow’, 190 Personel Satpol PP Kota Bekasi Malah Touring ke Bogor
Pria Diduga Anggota BNPT Terjun dan Tenggelam di Kalimalang Bekasi, Tim SAR Sisir Arus Deras
Wali Kota Bekasi Rombak Total Penataan PKL Alun-alun M. Hasibuan, Lapak Jadi Satu Jalur dan 150 Gerobak Diseragamkan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Kadin Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang Demi Stabilkan Harga Sembako

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:53 WIB

​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Wali Kota Bekasi Boyong Donasi Warga Rp2,1 Miliar Bangun RS Rumah Kasih di Manggarai Timur NTT

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Abai Tertibkan Prostitusi Panti Pijat ‘Be Glow’, 190 Personel Satpol PP Kota Bekasi Malah Touring ke Bogor

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x