UPDATE: Enam Siswa SDN 03 Kota Baru Dilarikan ke RS Usai Santap MBG, Petugas Sempat Cicipi Makanan Terasa Asam

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BEKASI – Fakta-fakta baru terungkap dari kasus dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bekasi.

Sebanyak enam siswa kelas 6 dari SDN 03 Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat, harus dilarikan ke Rumah Sakit Ananda setelah mengalami sakit perut dan muntah-muntah pada Kamis (02/10/2025) pagi.

​Insiden ini memperkuat kekhawatiran publik terhadap standar keamanan pangan dalam program tersebut. Pihak sekolah, yang kini fokus pada penanganan para siswa, telah mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara distribusi seluruh makanan MBG.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Kejadian Menurut Penanggung Jawab

Syamsudin, Penanggung Jawab program MBG di SDN 03 Kota Baru, memberikan kronologi rinci mengenai peristiwa tersebut.

Menurutnya, insiden bermula sekitar pukul 09.15 WIB, tidak lama setelah para siswa menyantap jatah makanannya.

“Awal mula kejadian itu ketika ada anak yang mengeluh sakit perut dan muntah,” ujar Syamsudin kepada awak media saat ditemui di RS Ananda Bekasi, Kamis sore.

“Melihat kondisi itu, akhirnya kami bawa ke Rumah Sakit Ananda Kota Bekasi untuk penanganan dan menunggu diagnosa,” tambahnya.

Menu Hari Ini dan Peringatan Awal

Fakta mengejutkan terungkap saat Syamsudin merinci menu yang disajikan hari ini, yaitu makaroni, daging giling, jagung, dan buah.

Ia mengaku bahwa sebelum dibagikan, dirinya sempat mencicipi makanan tersebut dan menemukan rasa yang tidak wajar.

​”Memang sebelumnya kita coba tes dulu makanan itu, enak atau tidak, asam atau tidak. Kebetulan ada beberapa makanan yang memang kita rasakan asam,” jelasnya.

Menyadari adanya potensi bahaya, Syamsudin telah memberikan peringatan kepada para siswa.

“Akhirnya saya sampaikan ke anak-anak, ‘kalau asem jangan dimakan’. Karena kita khawatir,” tuturnya.

Namun, diduga beberapa siswa tetap mengonsumsi makanan tersebut hingga akhirnya mengalami gejala keracunan.

Hasil Diagnosa Awal Tunjukkan Adanya Bakteri

​Pemeriksaan medis awal di rumah sakit memperkuat dugaan keracunan. Menurut Syamsudin, ia telah berkomunikasi dengan dokter yang menangani para siswa dan mendapatkan informasi mengenai temuan laboratorium.

“Tadi sudah saya coba cek ke dokternya. Hasil diagnosa dari lab, ada bakteri katanya,” ungkap Syamsudin.

Ia berharap kondisi para siswa tidak parah dan bisa segera pulih. “Alhamdulillah, semoga tidak sampai rawat inap,” ucapnya seraya berdo’a.

Pihak Sekolah Tarik Seluruh Distribusi Makanan

Sebagai langkah antisipasi untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak, pihak SDN Kota Baru 3 langsung mengambil tindakan tegas.

Seluruh jatah makanan program MBG yang sedianya akan dibagikan untuk siswa sif siang ditarik kembali.

​Diketahui, total penerima program MBG di sekolah tersebut berjumlah 305 siswa, yang terbagi dalam dua sif: 163 siswa pada sif pagi dan 142 siswa pada sif siang.

​Insiden ini diperkirakan akan memicu evaluasi besar-besaran terhadap para penyedia atau dapur MBG yang bertanggung jawab atas pengadaan makanan di sekolah tersebut. Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi diharapkan segera menindaklanjuti temuan ini.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Nasib Relokasi PKL Pasar Baru Makin Kusut, Nyali Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi Dipertanyakan
Wali Kota Bekasi Lobi Gubernur DKI Pertahankan Kompensasi TPST Bantargebang
​Tindak Lanjut Evaluasi Wali Kota Bekasi, Dishub Kebut Pemasangan 5 Titik PJU di Jalan Mohammad Yamin
Ratusan Personel Dishub Kota Bekasi Percantik Halte dan Trotoar di Sepanjang Jalan Ahmad Yani
Tepergok Buang Limbah B3 di Sungai, Petani Bekasi Utara Laporkan PT Indra Prasta Indonesia ke KLHK
Pemkot Bekasi Siapkan Beton 20 Cm untuk Akses Jalan Menuju SMAN 20, Kapan Mulai Dibangun?
Kabar Gembira Bagi 3.442 PPPK Paruh Waktu Kota Bekasi, Bakal Diangkat Penuh Waktu Mulai 2027 dan Gaji Dibayar APBN
Sikat Habis Pungli! Wali Kota Bekasi Janjikan Ganti Rugi Dua Kali Lipat Bagi Warga yang Berani Melapor
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 12:11 WIB

Nasib Relokasi PKL Pasar Baru Makin Kusut, Nyali Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi Dipertanyakan

Rabu, 16 September 2026 - 11:13 WIB

Wali Kota Bekasi Lobi Gubernur DKI Pertahankan Kompensasi TPST Bantargebang

Rabu, 16 September 2026 - 09:53 WIB

​Tindak Lanjut Evaluasi Wali Kota Bekasi, Dishub Kebut Pemasangan 5 Titik PJU di Jalan Mohammad Yamin

Rabu, 16 September 2026 - 09:36 WIB

Ratusan Personel Dishub Kota Bekasi Percantik Halte dan Trotoar di Sepanjang Jalan Ahmad Yani

Rabu, 16 September 2026 - 08:13 WIB

Tepergok Buang Limbah B3 di Sungai, Petani Bekasi Utara Laporkan PT Indra Prasta Indonesia ke KLHK

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x