Kondisi jaringan kabel utilitas yang menjuntai di Jalan Mayor Madmuin Hasibuan, Margahayu, Bekasi Timur, tepatnya di dekat SMPN 2 Kota Bekasi, menimbulkan kekhawatiran serius bagi keselamatan pengguna jalan.
Jaringan kabel yang tampak semrawut dan turun hingga nyaris menyentuh aspal ini memaksa pengendara, terutama para pemotor, untuk ekstra waspada saat melintas di lokasi tersebut pada Kamis (24/07/2025).
Berdasarkan pantauan di lapangan, kabel berwarna hitam tersebut menjuntai rendah di salah satu lajur jalan dari arah Selatan (Islamic Center) menuju Utara (Terminal Bekasi).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibatnya, beberapa pengendara sepeda motor terlihat nekat menerobos dengan cara menundukkan kepala, sementara sebagian lainnya memilih untuk melambatkan laju kendaraan dan beralih ke lajur kanan untuk menghindari potensi bahaya.
Sebagai penanda darurat, hanya terdapat sebuah barrier oranye yang diletakkan di bawah juntaian kabel. Namun, penanda ini dianggap kurang maksimal untuk memberikan peringatan, terutama pada malam hari atau saat kondisi lalu lintas padat.
Kekhawatiran Warga dan Desakan Penanganan Cepat
Kondisi kabel semrawut di Kota Bekasi ini menuai keluhan dari warga sekitar dan pengendara yang melintas. Mereka merasa khawatir akan risiko kecelakaan yang bisa terjadi kapan saja.
Rudi (23), seorang pengendara sepeda motor yang setiap hari melewati jalan tersebut, menyuarakan keprihatinannya. Ia mendesak agar dinas terkait tidak menunda penanganan sebelum timbul korban.
“Ini cukup bahaya, ya, apalagi kalau tidak terlihat saat malam. Tolong kepada pihak terkait segera diurus. Jangan ada korban dulu, baru ditangani,” tegas Rudi kepada rakyatbekasi.com saat ditemui di lokasi.
“Apalagi, ini jalan yang sangat ramai dilalui oleh masyarakat, jadi tolonglah diprioritaskan,” sambungnya.
Respon Cepat DBMSDA Kota Bekasi
Menanggapi laporan masyarakat, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi menyatakan telah mengambil langkah cepat.
Kepala Bidang Pemanfaatan Ruang Jalan dan Taman DBMSDA, Toni Purwanto, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima informasi tersebut.
“Petugas URC (Unit Reaksi Cepat) dari tim kami segera bergegas ke lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan awal,” jelas Toni kepada rakyatbekasi.com saat dikonfirmasi, Kamis (24/07/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa langkah berikutnya adalah mengidentifikasi dan menghubungi pihak provider atau perusahaan pemilik kabel tersebut.
“Nanti kita telepon segera pihak provider-nya untuk segera melakukan proses penanganan permanen. Koordinasi lanjutan akan terus dilakukan,” ucapnya.
Toni menegaskan bahwa penanganan infrastruktur yang membahayakan keselamatan publik seperti ini merupakan prioritas utama.
“Kami segera bergegas, karena itu bersifat urgensi. Terimakasih atas laporannya,” pungkasnya.
Insiden ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan dan penataan infrastruktur kabel utilitas di Kota Bekasi. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada saat berkendara dan tidak ragu melaporkan kondisi serupa melalui kanal-kanal pengaduan resmi Pemerintah Kota Bekasi untuk mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








































