100 Hari Kerja Duet Tri Adhianto-Harris Bobihoe Pimpin Kota Bekasi, Pengamat Soroti Masalah Pengangguran

- Jurnalis

Selasa, 20 Mei 2025 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhamad sedang menandatangani Berita Acara serah terima jabatan disaksikan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto dan Harris Bobihoe, Kamis (20/02/2025).

Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi Raden Gani Muhamad sedang menandatangani Berita Acara serah terima jabatan disaksikan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto dan Harris Bobihoe, Kamis (20/02/2025).

Pengamat Politik dari Universitas Islam ’45 (UNISMA) Bekasi, Adi Susila, menantang Wali Kota Bekasi Tri Adhianto untuk menyelesaikan persoalan angka pengangguran yang masih tinggi di Kota Bekasi dalam lima tahun ke depan.

Tantangan ini muncul menjelang 100 hari masa kepemimpinan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, yang resmi menjabat sejak dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 silam.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bekasi Tahun 2024, jumlah pengangguran terbuka di Kota Bekasi mencapai 104.170 jiwa, sementara 1.318.330 jiwa tercatat sebagai pekerja.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, kata dia, sebanyak 720.966 jiwa termasuk dalam kategori bukan angkatan kerja, sehingga total penduduk yang siap bekerja mencapai 2.039.296 jiwa.

Terbaru, lanjut Adi, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi mencatat bahwa hingga 8 Mei 2025, sebanyak 213 pekerja mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Angka ini diperoleh dari laporan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) yang diterima oleh Disnaker.

Lebih lanjut Adi Susila menilai bahwa pengangguran merupakan isu strategis yang perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Bekasi.

Selain masalah pengangguran, kata dia, Kota Bekasi juga menghadapi tantangan dalam transportasi massal, pedestrian, dan ruang terbuka hijau.

“Kalau dibuat daftar, saya menduga bahwa yang paling dominan adalah persoalan lapangan pekerjaan yang harus lebih diintensifkan,” tuturnya.

Menanggapi tantangan tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa 100 hari kerja dalam kepemimpinannya bukanlah tolok ukur utama keberhasilan pemerintahan. Tri menyebut bahwa fokus utama adalah pelayanan dasar dan zero complaint dari masyarakat.

“Kita bekerja lima tahun, bukan hanya 100 hari. Refleksi khususnya adalah bagaimana kita tetap berkomitmen terhadap pelayanan dasar,” kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat ditemui di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Senin (19/05/2025).

Sementara itu Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe juga menekankan bahwa zero complaint menjadi prioritas dalam program 100 hari kerja mereka.

“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada keluhan dari masyarakat. Semua pelayanan harus cepat dan tepat,” tuturnya singkat.

Dengan adanya tantangan yang dilontarkan oleh pengamat politik asal Unisma ’45 Bekasi Adi Susila, Pemerintah Kota Bekasi diharapkan segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi tingginya angka pengangguran dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Program zero complaint menjadi salah satu strategi utama dalam memastikan kepuasan masyarakat.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gas Metana TPST Bantargebang jadi Sorotan Dunia, Dinkes Kaji Lonjakan Kasus ISPA di Kota Bekasi
65 Ribu Warga Kota Bekasi Terserang ISPA Awal 2026
Dua Pekan Lagi, Perlintasan Sebidang Bulak Kapal Bekasi Bakal Dipasang Palang Pintu Otomatis
Soal Efisiensi Belanja Pegawai, Wali Kota Bekasi Pastikan 3.442 PPPK Paruh Waktu Tetap Aman
Wali Kota Bekasi Canangkan Pendidikan Antikorupsi Bagi Siswa SD-SMP Mulai Tahun Ajaran Baru
​Eks Pejabat Pimpin BAZNAS Kota Bekasi, Transparansi Dana Umat Disorot
Wali Kota Bekasi Pastikan Biaya Pendidikan Anak Korban Ditanggung
Dishub Kaji Titik CFD Baru di Alun-Alun M Hasibuan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:18 WIB

Gas Metana TPST Bantargebang jadi Sorotan Dunia, Dinkes Kaji Lonjakan Kasus ISPA di Kota Bekasi

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:08 WIB

65 Ribu Warga Kota Bekasi Terserang ISPA Awal 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:56 WIB

Dua Pekan Lagi, Perlintasan Sebidang Bulak Kapal Bekasi Bakal Dipasang Palang Pintu Otomatis

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:28 WIB

Soal Efisiensi Belanja Pegawai, Wali Kota Bekasi Pastikan 3.442 PPPK Paruh Waktu Tetap Aman

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:52 WIB

​Eks Pejabat Pimpin BAZNAS Kota Bekasi, Transparansi Dana Umat Disorot

Berita Terbaru

Ilustrasi antrean warga sedang menjalani pemeriksaan suhu tubuh dan pembagian masker oleh petugas medis di salah satu fasilitas kesehatan di Kota Bekasi.

Bekasi

65 Ribu Warga Kota Bekasi Terserang ISPA Awal 2026

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:08 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x