BEKASI – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi akan segera menggelar seleksi terbuka atau open bidding untuk mengisi puluhan jabatan kepala sekolah yang kosong.
Langkah ini diambil untuk mengatasi krisis kepemimpinan di 65 sekolah, yang terdiri dari 59 Sekolah Dasar (SD) Negeri dan 6 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri, yang saat ini hanya dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt).
Kekosongan jabatan kepala sekolah definitif ini dikhawatirkan dapat menghambat stabilitas dan penyusunan program jangka panjang di satuan pendidikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Oleh karena itu, Disdik memprioritaskan pengisian jabatan ini melalui mekanisme yang transparan dan berbasis kompetensi.
Seleksi Berbasis Sistem Merit Jadi Prioritas
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Alexander Zulkarnain, menegaskan bahwa proses seleksi akan mengedepankan sistem merit. Artinya, pemilihan kepala sekolah akan didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja calon, bukan faktor lainnya.
“Nanti setelah para calon lulus tes dan pendidikan (calon kepala sekolah), baru kita tempatkan secara proporsional. Sistem merit harus berjalan,” ujar Alexander saat dikonfirmasi jurnalis rakyatbekasi.com, Jumat (19/09/2025).
Menurutnya, kualitas seorang kepala sekolah sangat menentukan arah kemajuan sebuah sekolah. Pemimpin yang ditempatkan harus memiliki kapabilitas manajerial yang kuat dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah.
”Majunya sekolah itu berawal dari para pemimpinnya. Manajemen di sekolah harus diperbaiki, dan yang ditempatkan juga harus orang yang tepat di posisi yang tepat (the right man in the right place),” tegasnya.
Kondisi Kekosongan Jabatan di Lapangan
Data yang dihimpun menunjukkan bahwa masalah kekosongan pucuk pimpinan ini terjadi di puluhan sekolah. Berdasarkan laporan hingga Juli lalu, jumlah sekolah yang dipimpin oleh Plt cukup signifikan.
”Untuk tingkat SMP, terdapat 6 SMP Negeri yang belum memiliki kepala sekolah definitif. Sedangkan untuk tingkat SD, angkanya jauh lebih besar. Ada sekitar 59 (SD Negeri) yang (kepala sekolahnya) Plt,” ungkap Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Kota Bekasi, Marwah Zaitun, beberapa waktu lalu.
Merger Sekolah Menjadi Bagian dari Solusi Penempatan
Selain melalui seleksi terbuka, Disdik Kota Bekasi juga tengah menjalankan strategi lain untuk menata sumber daya manusia, yakni melalui program regrouping atau merger beberapa SD.
Marwah Zaitun menjelaskan, sekolah-sekolah yang dimerger akan menghasilkan surplus guru dan bahkan kepala sekolah. Tenaga pendidik ini nantinya akan didistribusikan untuk mengisi kekurangan di sekolah lain yang membutuhkan.
”Yang pasti, data sekolah yang dimerger—yang tadinya dua sekolah menjadi satu—akan kami berikan kepada bidang PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) untuk ditindaklanjuti penempatannya,” jelas Marwah.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi efektif untuk memastikan seluruh sekolah di Kota Bekasi memiliki pemimpin definitif yang siap membawa kemajuan pendidikan.
Ikuti terus informasi terbaru seputar dunia pendidikan dan kebijakan publik di Kota Bekasi hanya di rakyatbekasi.com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





































