Direktur Lembaga Studi Vinus Maju Nusantara, Yusfitriadi, menilai bahwa Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memiliki peluang signifikan untuk kembali maju dalam bursa Calon Kepala Daerah (Cakada) 2029.
Penilaian ini didasarkan pada hasil survei 100 hari kerja Tri Adhianto bersama Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, dalam memimpin Pemerintah Kota Bekasi.
“Justru tingkat kepercayaan yang tinggi akan menjadi beban bagi karier politik ke depan. Bebannya tidak sederhana. Kalau ada cacat sedikit saja, itu bisa berdampak besar,” ujar Yusfitriadi kepada rakyatbekasi.com saat ditemui di Bekasi Barat, Kamis (19/06/2025) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan bahwa tingkat kepercayaan publik yang tinggi harus dijaga secara konsisten. Jika muncul stigma negatif, peluang politik bisa langsung tergerus hingga 50 persen.
Namun, jika kepercayaan itu berhasil dipelihara, maka potensi elektabilitas akan tetap kuat.
“Orientasi 2029 itu akan lunas, karena polarisasi politik sangat mungkin terjadi. Apalagi, beberapa partai pengusung akan mengusung calon potensial masing-masing,” tambahnya.
Hasil Survei: Kepuasan Publik Capai 72 Persen
Survei dilakukan oleh LS Vinus pada 11–15 Juni 2025 dengan metode wawancara langsung terhadap 800 responden. Survei ini memiliki margin of error sekitar 4 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Tri Adhianto dan Abdul Harris Bobihoe mencapai 72,02 persen.
Sementara itu, responden yang menyatakan tidak puas hanya sebesar 27,98 persen.
Adapun tingkat keyakinan masyarakat terhadap kepemimpinan mereka dirinci sebagai berikut:
- Sangat Yakin: 15,75%
- Cukup Yakin: 33,12%
- Kurang Yakin: 11,12%
- Tidak Yakin: 9,37%
- Tidak Tahu/Tidak Menjawab: 30,64%
Tantangan: Pemenuhan Hak Dasar Masih Jadi PR
Meski tingkat kepuasan publik cukup tinggi, Yusfitriadi menyoroti bahwa masih ada pekerjaan rumah (PR) besar yang harus diselesaikan oleh Pemerintah Kota Bekasi, terutama dalam hal pemenuhan hak dasar masyarakat.
“Kebutuhan dasar itu adalah pendidikan, kesehatan, dan harga bahan pokok. Tiga hal ini menjadi harapan utama masyarakat agar pemerintah hadir secara nyata,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pemenuhan hak dasar tidak hanya soal ketersediaan sekolah atau layanan kesehatan, tetapi juga mencakup infrastruktur pendukung dan stabilitas ekonomi.
“Kalau hanya sekadar periksa kesehatan atau sekolah, itu bisa dibantu. Tapi untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, pemerintah harus hadir dengan solusi yang terstruktur,” tegasnya.
Dinamika Politik Menuju 2029
Tri Adhianto, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Wali Kota dan kemudian menjadi Wali Kota Bekasi, telah mendapatkan dukungan dari berbagai partai politik dalam Pilkada 2024. Dukungan ini bisa menjadi modal politik penting jika ia kembali mencalonkan diri pada 2029.
Namun, menurut Yusfitriadi, dinamika politik lima tahun ke depan sangat cair. Koalisi bisa berubah, dan calon-calon baru bisa bermunculan.
Oleh karena itu, menjaga citra publik dan menyelesaikan isu-isu strategis menjadi kunci keberhasilan.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








































