80% Penumpangnya Beralih ke Biskita, Sopir Angkot K-11 Geruduk Gedung DPRD

- Jurnalis

Rabu, 2 Oktober 2024 - 21:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan Pengurus Angkutan Kota (Angkot) K11 Jurusan Bantargebang – Terminal Bekasi bersama Organda Kota Bekasi menggelar aksi unjuk rasa dengan menggeruduk Gedung DPRD Kota Bekasi.

Aksi demonstrasi tersebut disinyalir menyoal operasional Biskita Trans Patriot Bekasi yang hingga kini belum dikenai tarif.

Pengurus Angkot K-11, Simanjuntak mengatakan, kedatangan pihaknya ke Gedung DPRD Kota Bekasi sebagai bentuk kelanjutan dari aksi Pengurus K11 pada Bulan Februari 2024 lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat itu telah disepakati, Bahwasanya Operasional Bus Biskita Trans Bekasi Patriot akan berakhir masa gratisnya dalam 6 bulan. Akan tetapi, hingga kini Bus tersebut masih beroperasi dengan gratis.

“Semua perjanjian itu tidak diperhatikan sesuai dengan isi perjanjian. Di antaranya subsidi 6 bulan itu kan masih berjalan sampai sekarang, Terhitung mulai Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus 2024. Aturan sudah selesainya Agustus, tapi September masih gratis yang otomatis merugikan K11,” ucap Simanjuntak kepada awak media di lokasi, Rabu (02/10/2024).

Menurut Simanjuntak, penumpang pada umumnya mencari mobil yang gratis dengan fasilitas yang mumpuni. Baik, dari AC dan fasilitas penunjang lainnya.

“Jadi kami sudah sangat-sangat dirugikan, Jadi kami meminta kepada Dinas terkait supaya (gratis) itu dicabut, mari Bis kita berbayar. Kenapa sih takut bersaing dengan angkutan reguler padahal pakai AC,” katanya.

“Ini kan terbalik, pengusaha disubsidi, pengusaha kecil dibiarkan. Jadi angkutan di Bekasi mau diapain, itu yang kami tuntut. Yang kedua, yang kami dengar titik-titik yang disepakati, bus top termasuk mau ditambah-tambahin. Kami jelas menolak, kalau memang itu disubsidi, kasih anggaran dong, kami juga mau disubsidi,” sambungnya.

Sehingga, ia meminta agar kebijakan Biskita Trans Bekasi Patriot yang digratiskan bisa segera dicabut. Sebab, pihaknya menilai kehadiran Bus itu hampir membuatnya kehilangan 80 persen penghasilan para sopir K11.

“Sangat-sangat terasa banget, penumpang kami itu bisa saya bilang hampir 80 persen sudah berpihak ke BTS. Soalnya gratis. Kami itu bawa ke rumah ya seadanya saja, tidak mencukupi untuk anak dan istri, Padahal setorannya cuma 70 ribu, tapi tidak sampai, Pengemudi dan supir-supir itu miris, tidak bisa dibawa untuk menghidupi anak dan istrinya,” pungkasnya seraya mengeluh.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gelar PERSAMI, YPI Assahaqiyah Pondokmelati Bentuk Karakter Mandiri Siswa
Pemkot Bekasi Siapkan Rp500 Miliar untuk Pembebasan Lahan PLTSa Sumurbatu
Pemkot Bekasi Gelar Countdown Porprov Jabar XV di Taman Plaza Patriot Candrabhaga
DLH Kota Bekasi Resmikan Operasional Sanitary Landfill di TPA Sumurbatu
Dishub Kota Bekasi Siapkan Rute Baru Biskita ke Harapan Indah
Dinkes Kota Bekasi Nyatakan 7 Calhaj Tidak Istithaah Kesehatan pada Musim Haji 2026
Disdukcapil Catat 47 Ribu Pendatang Masuk Kota Bekasi Sepanjang 2025
Proyek JPO Stasiun Bekasi Persempit Trotoar Jalan Juanda

Berita Terkait

Minggu, 1 Februari 2026 - 17:16 WIB

Gelar PERSAMI, YPI Assahaqiyah Pondokmelati Bentuk Karakter Mandiri Siswa

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:53 WIB

Pemkot Bekasi Siapkan Rp500 Miliar untuk Pembebasan Lahan PLTSa Sumurbatu

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:38 WIB

Pemkot Bekasi Gelar Countdown Porprov Jabar XV di Taman Plaza Patriot Candrabhaga

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:21 WIB

DLH Kota Bekasi Resmikan Operasional Sanitary Landfill di TPA Sumurbatu

Minggu, 1 Februari 2026 - 15:58 WIB

Dishub Kota Bekasi Siapkan Rute Baru Biskita ke Harapan Indah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca