Poin Utama:
- Lokasi Prioritas: Ruas jalan arteri utama jalur mudik (seperti Kalimalang) serta titik rawan kerusakan pasca-hujan di berbagai wilayah termasuk Pondokgede dan Jatiasih.
- Target Waktu: Penyelesaian perbaikan jalan dan penambalan lubang ditargetkan rampung jauh hari sebelum puncak arus mudik Idul Fitri 2026.
- Fokus Koordinasi: Kolaborasi rekayasa lalu lintas antara Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polres Metro Bekasi Kota.
- Anggaran & Pelaksana: Memaksimalkan alokasi pemeliharaan jalan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Pemerintah Kota Bekasi.
BEKASI – Kota Bekasi selalu menjadi urat nadi perlintasan utama bagi jutaan pemudik asal Jabodetabek yang hendak menuju jalur Pantura maupun Selatan Jawa.
Mengingat krusialnya peran tersebut, infrastruktur jalan yang memadai menjadi syarat mutlak yang tak bisa ditawar menjelang momen Angkutan Lebaran 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Merespons tenggat waktu yang semakin dekat, Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, mendesak Pemerintah Kota Bekasi untuk segera mempercepat perbaikan lintasan pada jalur mudik. Langkah preventif ini dinilai sangat penting untuk menjamin keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat yang akan melakukan perjalanan jauh.
Pentingnya Kenyamanan Pemudik di Jalur Transisi
Sardi menyebut, perbaikan jalur mudik bukanlah sekadar program rutin, melainkan kebutuhan mendesak yang menyangkut nyawa pengguna jalan.
Oleh karena itu, pengerjaan fisik harus diselesaikan jauh-jauh hari sebelum volume kendaraan mulai melonjak tajam.
”Kita mendorong ruas-ruas jalan utama segera diperbaiki, apalagi yang dilalui para pemudik. Ini penting agar masyarakat, yakni para pengguna jalan, nyaman dalam berkendara dan terhindar dari potensi kecelakaan,” tegas Sardi kepada awak media, Minggu (01/03/2026).
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kelancaran Lalu Lintas
Selain aspek infrastruktur, kesiapan manajemen lalu lintas juga menjadi sorotan dewan. Volume kendaraan roda dua dan empat yang melintasi Kota Bekasi diprediksi akan sangat padat.
Untuk mengurai potensi kemacetan horor, Sardi mendorong agar Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi mengintensifkan kolaborasi dengan jajaran Polres Metro Bekasi Kota.
Sinergi ini diperlukan untuk memetakan titik buta (blind spot), penempatan rambu sementara, hingga skema pengalihan arus.
”Segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan kelancaran lalu lintas pada saat mudik Lebaran. Jangan sampai masyarakat, terutama pemudik, merasa tidak nyaman atau terjebak antrean panjang saat berkendara di Kota Bekasi,” tuturnya.
Perbaikan Menyeluruh Hingga ke Jalan Lingkungan
Tidak hanya berfokus pada jalur arteri pemudik, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga memberikan atensi khusus pada kondisi jalan-jalan reguler di dalam kota.
Curah hujan tinggi selama beberapa bulan terakhir telah menyisakan banyak lubang yang membahayakan pengendara.
Pemerintah daerah, di bawah arahan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto beserta dinas terkait, diminta tanggap menyisir kerusakan jalan di berbagai wilayah kecamatan padat penduduk.
”Banyak jalan-jalan rusak karena musim penghujan. Kami mendorong agar ini segera diperbaiki, terutama di ruas jalan utama maupun penghubung antarkecamatan, agar tidak ada lagi warga yang terjatuh atau kendaraannya rusak akibat jalan berlubang,” pungkas Sardi.
Apakah ada jalan berlubang atau rusak parah di jalur mudik sekitar tempat tinggal Anda? Bagikan informasi lokasi titik kerusakan jalan di kolom komentar untuk membantu sesama pengguna jalan, atau laporkan langsung melalui kanal pengaduan resmi Pemerintah Kota Bekasi agar segera ditindaklanjuti!







