​Air PDAM Mati Sejak Jumat di Perumnas 3 Bekasi, Warga Menjerit: “Bayar Mahal, Tapi Air Tak Mengalir!”

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eti (56) wargaPerumnas 3 RT 08 RW 18 Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur - Kota Bekasi.

Eti (56) wargaPerumnas 3 RT 08 RW 18 Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur - Kota Bekasi.

BEKASI – Sejumlah warga di Kawasan Perumnas 3, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, menyuarakan keluhan serius terkait terhentinya suplai air bersih dari Perumda Tirta Patriot. Aliran air dilaporkan mati total sejak Jumat (03/10/2025), memaksa warga mencari solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

​Gangguan suplai air ini berdampak signifikan bagi warga, terutama yang berlokasi di Kavling Jalan Sangihe Raya RT 08 RW 18, Aren Jaya.

Aktivitas harian seperti mandi, mencuci, hingga kebutuhan untuk usaha kecil menjadi terhambat total akibat krisis air bersih yang terjadi selama beberapa hari terakhir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluhan Warga dan Dampak Ekonomi

​Salah satu warga yang terdampak, Eti (56), mengungkapkan rasa frustrasinya. Sebagai seorang ibu rumah tangga yang juga membuka usaha kecil, matinya aliran air menjadi pukulan telak baginya. Ia terpaksa mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air isi ulang demi menyambung kebutuhan.

​”Air mati total sejak pekan lalu. Untuk kebutuhan minum, masak, dan lainnya, saya sampai harus membeli 10 galon air isi ulang seharga Rp 5.000 per galon,” ungkap Eti saat ditemui di lokasi pada Senin (06/10/2025).

​Beban ini terasa semakin berat mengingat dirinya juga harus memikirkan kebutuhan operasional usahanya.

“Saya pusing sekali, ini sangat memberatkan. Apalagi saya juga jualan, semuanya jadi terganggu,” tambahnya.

Tagihan Tetap Tinggi Meski Air Tak Mengalir

​Kekecewaan warga semakin memuncak ketika mengingat besaran tagihan bulanan yang harus mereka bayarkan.

Menurut Eti, ia secara rutin membayar tagihan air PDAM sekitar Rp 400.000 hingga Rp 440.000 per bulan.

​Meskipun pada Jumat sempat ada aliran kecil sesaat, kondisi tersebut tidak sebanding dengan kewajiban pembayaran yang tetap harus dipenuhi.

​”Bulan ini sudah waktunya bayar, tapi saya belum mau bayar sampai air benar-benar menyala normal. Logikanya, airnya tidak saya pakai, masa harus bayar penuh? Seharusnya ada kompensasi atau diskon,” tegas Eti.

Minimnya Informasi dan Respon Sementara

​Warga menyayangkan tidak adanya pemberitahuan atau informasi resmi dari Perumda Tirta Patriot sebelum pemadaman terjadi. Hal ini membuat warga tidak memiliki persiapan untuk menampung air sebagai cadangan.

​”Seharusnya kalau mau ada perbaikan besar, kasih info dulu seminggu sebelumnya biar kita siap. Jangan langsung dimatikan total begini, kami jadi tidak tahu apa-apa,” sesalnya.

Upaya Konfirmasi dan Bantuan Darurat

​Eti mengaku telah menghubungi pihak Perumda Tirta Patriot untuk meminta kejelasan. Berdasarkan informasi yang ia terima, gangguan terjadi akibat adanya perbaikan aliran pipa di sekitar RS Siloam, Bekasi Timur.

​”Saat saya telepon, katanya sedang ada perbaikan dan dijanjikan malam hari akan menyala. Tapi saya tunggu sampai malam, air tidak kunjung hidup,” imbuhnya.

​Sebagai langkah mitigasi awal, Perumda Tirta Patriot akhirnya mengirimkan satu unit truk tangki air bersih pada Minggu (05/10/2025) malam. Namun, solusi ini dinilai warga belum memadai.

​”Semalam memang ada bantuan satu mobil tangki dari RT, tapi kalau dibilang cukup ya jelas tidak. Warga harus antre mengambil air dengan galon dan ember. Ini hanya solusi sementara,” jelasnya.

Tuntutan Warga: Komunikasi dan Profesionalisme

​Warga berharap Perumda Tirta Patriot dapat lebih profesional dalam menangani gangguan layanan. Kebutuhan akan air bersih adalah hal yang krusial dan tidak bisa ditunda.

​”Ini kan persoalan kebutuhan premier, satu wilayah terdampak semua. Harusnya ada perencanaan dan pemberitahuan yang jelas kepada pelanggan,” pungkas Eti mewakili suara warga lainnya.

​Hingga berita ini diturunkan, warga Perumnas 3 masih menantikan kepastian kapan aliran air akan kembali normal dan berharap adanya kebijakan kompensasi atas kerugian yang mereka alami.

​Apakah Anda mengalami gangguan suplai air bersih serupa di wilayah Anda? Bagikan pengalaman dan keluhan Anda di kolom komentar di bawah ini.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dapur Makan Bergizi Gratis di Bekasi Bertambah Dua Kali Lipat, 153 SPPG Masih Proses Sertifikasi
Segera Ajukan Proposal Dana Hibah Rp 100 Juta per RW Kota Bekasi Tahun 2026
Pemkot Bekasi Buka Pengajuan Dana Hibah Rp100 Juta per RW, Cek Jadwal dan Syarat Pencairannya!
Pemkot Bekasi Kaji Usulan Insentif BSIP, Wali Kota Tri Adhianto Ungkap Syarat Pentingnya!
Prostitusi Berkedok Panti Pijat ‘Be Glow’ Bekasi Kembali Beroperasi: KOAR Cium Kongkalikong Satpol PP
Abaikan Aset Besar, Pemkot Bekasi Didesak Beri Insentif BSIP
Harga BBM dan LPG Naik: Wali Kota Bekasi Siapkan Operasi Pasar Sembako Murah Bulan Depan
Panggilan Kemanusiaan! Ustadz Abu Fayadh Serukan Warga Padati Aksi Bekasi Bersama Palestina Jilid 6

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 15:01 WIB

Dapur Makan Bergizi Gratis di Bekasi Bertambah Dua Kali Lipat, 153 SPPG Masih Proses Sertifikasi

Senin, 27 April 2026 - 12:30 WIB

Segera Ajukan Proposal Dana Hibah Rp 100 Juta per RW Kota Bekasi Tahun 2026

Senin, 27 April 2026 - 11:40 WIB

Pemkot Bekasi Buka Pengajuan Dana Hibah Rp100 Juta per RW, Cek Jadwal dan Syarat Pencairannya!

Senin, 27 April 2026 - 09:20 WIB

Pemkot Bekasi Kaji Usulan Insentif BSIP, Wali Kota Tri Adhianto Ungkap Syarat Pentingnya!

Senin, 27 April 2026 - 07:10 WIB

Prostitusi Berkedok Panti Pijat ‘Be Glow’ Bekasi Kembali Beroperasi: KOAR Cium Kongkalikong Satpol PP

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca