Akibat Bapenda Lalai, Kota Bekasi Kehilangan Potensi PAD Rp2 Miliar Lebih

- Jurnalis

Selasa, 8 Juni 2021 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi Andhika Dirgantara

Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi Andhika Dirgantara

KOTA BEKASI – Komisi III DPRD Kota Bekasi menilai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi lalai dalam meningkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan kehilangan potensi pendapatan hingga mencapai Rp2 Miliar lebih.

Hal tersebut diungkap Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi Andhika Dirgantara dalam menyikapi temuan BPK.

Menurut politisi PKS ini, pada saat awal dirinya berkiprah di gedung kali malang, Pemkot Bekasi pernah menjanjikan akan melakukan kajian perparkiran melibatkan akademisi. Namun hingga saat ini hal tersebut hanya isapan jempol semata. Akibatnya loss potensi pendapatan dari sektor parkir dimungkinkan akan kembali terulang. Harusnya Bapenda lebih cermat dalam melakukan penghitungan pendapatan sektor ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Akibat kelalaian Bapenda, Pemkot Bekasi kehilangan potensi pendapatan parkir pada tahun anggaran 2020 yang mencapai 2 Milyar lebih. Data dari temuan LHP BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2020, disampaikan temuan salah satunya bahwa Pemerintah Kota Bekasi kehilangan potensi pendapatan retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum senilai Rp 2.139.600.000,” ungkapnya pada baca Bekasi, Selasa (08/06).

Kendati demikian, Pemerintah Kota Bekasi, lanjut Andhika, telah berhasil menerima Laporan Hasil Pemeriksaan oleh BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dengan hasil opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) selama enam kali berturut – turut.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja Pemerintah Kota Bekasi yang perlu di apresiasi sekaligus memberikan masukan atas kekurangan yang ada. Salah satu yang harus dicermati dari temuan BPK adalah persoalan penerimaan daerah sektor parkir.

Hal ini karena Kota Bekasi merupakan daerah penyanggah Ibu Kota yang juga sebagai Kota Metropolitan. Karena itu harusnya setiap tahun ada penambahan PAD parkir yang signifikan.

“Hal ini disebabkan Bapenda lalai menindaklanjuti perhitungan potensi pendapatan yang telah dilakukan oleh Dinas Perhubungan pada 135 potensi titik parkir,” tambah Adhika.

Temuan LHP BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Bekasi Tahun 2020 sebanyak 12 yang terdiri dari Temuan Pendapatan 2, Temuan Belanja 6 dan Temuan Aset 4 serta memberikan 44 empat puluh empat rekomendasi kepada pemkot Bekasi.

“Kelalaian Bapenda yang pertama adalah tidak segera membuat mekanisme terkait pemungutan retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum dan tidak memasukkan perhitungan potensi pendapatan parkir yang telah dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) pada perhitungan potensi pendapatan APBD TA 2020,” jelasnya.

Sebelumnya masih menurut Andhika, dalam setiap rapat evaluasi yang digelar antara Bapenda dan DPRD pihaknya selalu mengingatkan agar lebih teliti dalam menghitung pendapatan. Namun hal tersebut belum menunjukan tindak lanjut yang nyata sehingga dimungkinkan akan terjadi temuan kembali.

“Dalam rapat-rapat Komisi III, kita berulangkali menyampaikan agar Bapenda bisa lebih optimal dalam memetakan dan menghitung potensi pendapatan. Karena tabiatnya, dinas yang terkait pendapatan terbiasa menetapkan angka target yang terlalu rendah dibandingkan potensi riilnya,”ujarnya.

Pihaknya menilai ada hal yang krusial yang mendasari adanya loss potensi parkir diantaranya lemahnya koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hal ini harus menjadi perhatian serius Walikota untuk ditindaklanjuti secara taktis agar tidak berulang. DPRD khususnya Komisi Tiga juga akan lebih ketat dalam melakukan pengawasan.

“Belajar dari temuan ini, DPRD juga akan menagih janji Wali Kota untuk melakukan pemetaan dan pendataan potensi pendapatan secara serius dengan melibatkan kalangan akademisi,” pungkasnya. (mar)


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JPO depan Metropolitan Mall Bekasi Rampung Diperbaiki, Pejalan Kaki Makin Aman
Layanan Publik Tolak IKD? Warga Kota Bekasi Diminta Berani, Menolak dan Melawan!
Relax’t Spa Cibubur Tetap Jualan Terapis Esek-esek saat Libur Kenaikan Yesus Kristus
Emisi Metana TPST Bantargebang Kritis, Teknologi GALFAD Gagal Total
Pasca Tabrakan Maut Kelayakan Dapur SPPG Aren Jaya 2 Tuai Sorotan
Siap Urai Kemacetan Jalan Juanda, JPO Stasiun Bekasi Rampung Akhir Juni 2026
1.200 Rutilahu Masih jadi PR, Tahun Ini Prioritas Perbaikan Pemkot Bekasi Hanya 130 Unit
Promosi Layanan Terapis ala Relax’t Spa Cibubur: Tantang Satpol PP Kota Bekasi?

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:12 WIB

JPO depan Metropolitan Mall Bekasi Rampung Diperbaiki, Pejalan Kaki Makin Aman

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:05 WIB

Layanan Publik Tolak IKD? Warga Kota Bekasi Diminta Berani, Menolak dan Melawan!

Jumat, 15 Mei 2026 - 14:45 WIB

Relax’t Spa Cibubur Tetap Jualan Terapis Esek-esek saat Libur Kenaikan Yesus Kristus

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:52 WIB

Emisi Metana TPST Bantargebang Kritis, Teknologi GALFAD Gagal Total

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:49 WIB

Pasca Tabrakan Maut Kelayakan Dapur SPPG Aren Jaya 2 Tuai Sorotan

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x