Aktor Intelektual Tak Tersentuh, Kejari Kota Bekasi Dituding Tebang Pilih Tangani Korupsi Dispora

- Jurnalis

Minggu, 10 Agustus 2025 - 23:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Pembina Yayasan Marhaen Sejahtera Indonesia (YMSI), Ricky Tambunan.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Marhaen Sejahtera Indonesia (YMSI), Ricky Tambunan.

Penanganan kasus dugaan korupsi kelebihan bayar senilai Rp 4,7 miliar di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi untuk Tahun Anggaran 2023 memasuki babak baru yang kontroversial. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi dituding melakukan tebang pilih dalam penetapan tersangka.

Hingga saat ini, Kejari baru menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni mantan Kepala Dispora berinisial AZ, seorang pensiunan Kabid berinisial MAR, dan Direktur Utama PT CIA berinisial M. Namun, penetapan ini dinilai belum menyentuh aktor-aktor utama di balik proyek tersebut.

Tudingan ini dilontarkan oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Marhaen Sejahtera Indonesia (YMSI), Ricky Tambunan, yang mengklaim memiliki informasi mendalam mengenai kasus ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temuan BPK dan Penetapan Tersangka

Kasus ini bermula dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat yang menemukan adanya kelebihan pembayaran sebesar Rp 4,7 miliar dalam proyek pengadaan alat olahraga. BPK merekomendasikan agar Wali Kota Bekasi segera mengembalikan kerugian tersebut ke Kas Umum Daerah.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Kejari Kota Bekasi melakukan penyelidikan dan menetapkan tiga tersangka. Namun, menurut Ricky, ketiganya hanya “dikorbankan” untuk menutupi peran pihak lain yang lebih besar.

Dugaan Keterlibatan Oknum DPRD dan Pemasok Barang

Ricky Tambunan menuding bahwa proyek ini sarat dengan persekongkolan sejak awal antara pihak dinas dengan oknum anggota DPRD Kota Bekasi periode 2019-2024 melalui proyek dana aspirasi.

“Ini adalah hasil dari perencanaan yang salah dan persekongkolan jahat. Kok mereka (oknum dewan dan pemasok utama) aman-aman saja? Padahal mereka sudah diperiksa Kejari,” ujar Ricky.

Ia menyebutkan bahwa pemilik barang yang sebenarnya adalah Komisaris PT CIA berinisial TUW. Menurutnya, M yang menjabat sebagai direktur hanyalah “boneka”.

“TUW adalah pihak yang rutin berkomunikasi dengan tersangka AZ maupun dengan sejumlah oknum anggota dewan dari salah satu fraksi terbesar. Anehnya, TUW dan para oknum dewan ini malah tidak terjamah oleh Kejari,” tegasnya.

Desakan untuk Pemeriksaan Transparan

YMSI mendesak Kajari Kota Bekasi untuk bersikap transparan dan tidak menutupi kasus ini. Salah satu bukti kunci yang diminta untuk dibuka adalah rekaman CCTV di kantor atau kediaman TUW, yang diduga merekam pertemuan-pertemuan penting terkait proyek ini.

“Kajari harus berani membuka CCTV di kantor TUW jika mau kasus ini terang benderang. Jangan main petak umpet,” desak Ricky. “Pertanyaannya, untuk apa mereka diperiksa jika tidak terlibat? Kami menduga ada praktik jual beli pasal dalam penanganan kasus ini.”

Menurut informasi yang diterima YMSI, sejumlah oknum anggota dewan, termasuk AF dan Ketua Fraksi ON, diduga pernah bertemu langsung dengan TUW untuk membahas proyek tersebut.

Ricky menuntut agar Kejari Kota Bekasi segera meningkatkan status hukum TUW dan sejumlah oknum anggota dewan yang diduga terlibat menjadi tersangka.

Upaya Konfirmasi

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan tebang pilih dan tuntutan yang dilayangkan oleh YMSI. Upaya konfirmasi dari tim redaksi masih terus dilakukan.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

32 Router WiFi DPRD Kota Bekasi Mati Total, Kinerja Jurnalis dan Staf Terganggu
Pemisahan Aset Tirta Bhagasasi Mandek, Tri Adhianto Minta Gubernur Dedi Mulyadi Fasilitasi Pemkot Bekasi
Wali Kota Tri Adhianto Identifikasi Banjir Kiriman di Perbatasan Bekasi
Pertamina EP Kelola Mandiri Sumur Gas di Jatisampurna, PT Migas Pastikan Dana Bagi Hasil
Hujan Deras Rendam Permukiman dan Tumbangkan Pohon di 16 Titik Kota Bekasi
Dinas Pendidikan Dinilai Lalai, 65 Sekolah di Kota Bekasi Dibiarkan Tanpa Kepala Sekolah
Cek Banjir Rawalumbu, Wali Kota Bekasi Instruksikan Pelebaran Saluran
Lansia 79 Tahun Tewas Terseret Arus Banjir di Aren Jaya Bekasi Timur

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 17:13 WIB

32 Router WiFi DPRD Kota Bekasi Mati Total, Kinerja Jurnalis dan Staf Terganggu

Senin, 19 Januari 2026 - 10:30 WIB

Pemisahan Aset Tirta Bhagasasi Mandek, Tri Adhianto Minta Gubernur Dedi Mulyadi Fasilitasi Pemkot Bekasi

Senin, 19 Januari 2026 - 10:11 WIB

Wali Kota Tri Adhianto Identifikasi Banjir Kiriman di Perbatasan Bekasi

Senin, 19 Januari 2026 - 09:54 WIB

Pertamina EP Kelola Mandiri Sumur Gas di Jatisampurna, PT Migas Pastikan Dana Bagi Hasil

Senin, 19 Januari 2026 - 02:37 WIB

Hujan Deras Rendam Permukiman dan Tumbangkan Pohon di 16 Titik Kota Bekasi

Berita Terbaru

Sekretaris Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti, saat memberikan keterangan terkait rencana pemanggilan DLH di Gedung DPRD Kota Bekasi, Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, Senin (19/01/2026).

Parlementaria

Evaluasi Bank Sampah di Kota Bekasi, Komisi 2 Panggil DLH

Senin, 19 Jan 2026 - 15:15 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca