Amankan 371 Ha Aset TKD, Pemkot Bekasi Tunggu Tanda Tangan KDM

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

​Poin Utama:

  • ​Pemkot Bekasi tengah mengebut proses administrasi pencatatan aset Tanah Kas Desa (TKD) seluas 371 hektare yang secara geografis berada di Kabupaten Bekasi.
  • ​Dokumen legalitas saat ini sudah ditandatangani Bupati Bekasi dan tengah tertahan menunggu pengesahan dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
  • ​BPKAD Kota Bekasi menyiapkan opsi tukar guling (ruislag) aset dengan Pemkab Bekasi sebagai solusi penataan jangka panjang.

​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus bergerak agresif menertibkan aset daerah berupa lahan Tanah Kas Desa (TKD) raksasa seluas 371 hektare.

Aset bernilai tinggi yang lokasinya berserakan di wilayah teritorial Kabupaten Bekasi ini kini nasibnya tinggal menunggu ‘ketok palu’ persetujuan tingkat provinsi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah inventarisasi ini menjadi krusial untuk mengakhiri tumpang tindih status aset dan mencegah kebocoran potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di masa depan.

​Mengapa Berkas Aset 371 Hektare Pemkot Bekasi Mandek di Pemprov Jabar?

​Proses administrasi tingkat daerah untuk penyelamatan aset ini dipastikan telah rampung 100 persen.

Namun, eksekusi legalitas akhir saat ini sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

​”Saat ini prosesnya sedang dalam tahap penandatanganan Pak Gubernur Dedi Mulyadi (KDM). Alhamdulillah, Pak Bupati Bekasi sudah melakukan penandatanganan, terkait dengan lahan TKD yang ada di Kabupaten Bekasi,” kata Kepala BPKAD Kota Bekasi, Yudianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di lingkungan Pemkot Bekasi, Kamis (23/04/2026).

​Lebih lanjut, Yudianto menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa mengintervensi ritme birokrasi di tingkat provinsi dan hanya bisa menunggu.

​”Begitu juga eksekusi akhir pencatatan tengah menunggu turunnya berkas dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Berkasnya kan di sana. Tadi Pak Gubernur. Kita tidak bisa memaksa juga,” tambahnya.

​Di Mana Titik Lokasi Lahan TKD Milik Pemkot Bekasi Tersebut?

​Keseluruhan lahan seluas 371 hektare yang sedang diburu legalitasnya oleh Pemkot Bekasi ini rupanya tidak berada di dalam kota.

Titik lokasi aset-aset tersebut menyebar di sejumlah desa yang secara yurisdiksi masuk ke dalam wilayah administrasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

​Kondisi lintas batas wilayah inilah yang membuat proses pencatatan memakan waktu panjang. Hal ini mensyaratkan adanya persetujuan ketat secara administratif antara dua pemerintahan daerah sebelum akhirnya disahkan oleh Gubernur.

​Apakah Akan Ada Tukar Guling (Ruislag) Antara Pemkot dan Pemkab Bekasi?

​Ya, sebagai solusi pamungkas untuk mengurai benang kusut kepemilikan aset lintas wilayah ini, BPKAD Kota Bekasi mulai membuka wacana pelepasan aset melalui mekanisme tukar guling atau ruislag.

​”Tentu saat ini belum. Mungkin tindak lanjutnya nanti kita berupaya untuk melakukan ruislag. Ruislag apa yang menjadi aset Kabupaten Bekasi, dan apa yang menjadi aset Kota Bekasi, nah itu yang kita diskusikan,” tegas Yudianto.

​Mekanisme tukar guling ini dinilai strategis karena akan membawa sejumlah keuntungan bagi kedua belah pihak, di antaranya:

  • ​Efisiensi Pengelolaan: Menyelamatkan aset tidur yang selama ini sulit dikelola karena kendala jarak dan batas wilayah.
  • ​Minimalisir Sengketa: Mencegah terjadinya konflik agraria atau penyerobotan lahan oleh pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab.
  • ​Optimalisasi PAD: Memberikan kepastian hukum yang jelas sehingga aset dapat dikomersialkan secara sah untuk menambah pundi-pundi kas daerah.

​Langkah agresif Pemkot Bekasi dalam mengamankan aset ratusan hektare ini patut dikawal agar tidak menguap begitu saja di atas meja birokrasi.

Masyarakat berhak tahu ke mana muara dari pengelolaan aset triliunan rupiah ini. Bagaimana menurut Anda, apakah skema tukar guling (ruislag) adalah jalan pintas terbaik bagi Pemkot dan Pemkab Bekasi?

Bagikan pandangan tajam Anda di kolom komentar dan pastikan untuk selalu membaca update investigasi kebijakan publik terhangat hanya di RakyatBekasi.Com!


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korupsi PT Migas Kota Bekasi Kian Mengerucut: Kejagung Kembali Cecar Saksi HR dari Foster
KADIN Fest Bekasi 2027 Siap Boyong Slank hingga Tipe-X ke Harapan Indah
​Hari Santri 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tekankan Pengawasan Ketat dan Keteladanan di Lingkungan Pesantren
Tertibkan Fasilitas Mangkrak, Dishub Kota Bekasi Prioritaskan Halte Jalur Trans Patriot dan Bongkar Halte Sepi
Bos Summarecon Terjaring OTT KPK, Nasib Proyek Sky Train Bekasi dan TOD Rp 78 Miliar Tetap Jalan!
Realisasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai Masih Menggantung di ABT 2027
Pusaran Korupsi PT Migas Meluas: Kejagung RI Cecar Saksi dari Foster Oil hingga PT SP Dua Hari Beruntun
Menakar Kursi Pendamping Asep Surya Atmadja: Ini Syarat Calon Wakil Bupati Bekasi agar Tak Ada ‘Dusta’ di Pemerintahan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Korupsi PT Migas Kota Bekasi Kian Mengerucut: Kejagung Kembali Cecar Saksi HR dari Foster

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:14 WIB

KADIN Fest Bekasi 2027 Siap Boyong Slank hingga Tipe-X ke Harapan Indah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:25 WIB

​Hari Santri 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tekankan Pengawasan Ketat dan Keteladanan di Lingkungan Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Tertibkan Fasilitas Mangkrak, Dishub Kota Bekasi Prioritaskan Halte Jalur Trans Patriot dan Bongkar Halte Sepi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Realisasi Gedung Parkir Pemkot Bekasi 9 Lantai Masih Menggantung di ABT 2027

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x