Poin Utama:
- Sumber Dana: Murni hasil donasi ASN, BUMD, dan swasta (Gotong Royong), bukan dari APBD/BTT.
- Kebijakan: Pemkot Bekasi memilih tidak menggunakan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) meski diperbolehkan Kemendagri.
- Jenis Bantuan: Sembako, popok bayi, selimut, dan kebutuhan dasar yang dibeli di lokasi bencana.
- Delegasi: Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi turun langsung ke Padang dan Aceh.
BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan komitmennya untuk turut andil dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang di wilayah Sumatera dan sekitarnya.
Namun, dalam penyaluran bantuan kemanusiaan ini, Pemkot Bekasi memutuskan tidak akan menggunakan pos anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dari APBD.
Langkah ini diambil meskipun Pemerintah Pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) telah memberikan lampu hijau atau mandat opsional bagi Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia untuk menggunakan Dana BTT sebagai bentuk respons darurat kemanusiaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Gotong Royong Jati Diri Bangsa
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa pihaknya memilih jalur solidaritas melalui penggalangan dana sukarela (Bhakti Sosial) dibandingkan mengambil porsi anggaran daerah.
Strategi ini dinilai lebih mengedepankan nilai kebersamaan antara aparatur pemerintah dan masyarakat.
”Kami memutuskan tidak menggunakan Dana BTT. Memang ada arahan dari Mendagri yang memperbolehkan penggunaan opsi tersebut, namun Kota Bekasi memilih jalan lain. Kami mengandalkan dana bantuan sukarela yang digalang dari masyarakat serta seluruh ASN di lingkungan Pemkot Bekasi,” ujar Tri Adhianto saat ditemui usai acara Bekasi Investment Gathering di Mega Hypermall Bekasi, Jumat (05/12/2025).
Menurut Tri, metode “keroyokan” atau gotong royong ini melibatkan banyak pihak, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Bank Jabar (bjb), hingga kalangan pengusaha swasta.
”Alhamdulillah, bentuknya adalah gotong royong. Ini inisiasi bersama agar kita bisa berangkat bareng-bareng ke sana memberikan kepedulian nyata,” tambahnya.
Strategi Logistik: Belanja di Lokasi Bencana
Terkait distribusi logistik, Pemkot Bekasi menerapkan strategi efisiensi guna mendukung perputaran ekonomi di wilayah terdampak. Bantuan yang disiapkan meliputi kebutuhan pokok seperti beras, pangan siap saji, popok bayi (pampers), selimut, dan kebutuhan mendesak lainnya.
Uniknya, Tri menjelaskan bahwa tidak semua barang akan dibawa langsung dari Kota Bekasi. Sebagian besar kebutuhan justru akan dibeli di lokasi bencana.
”Rencananya saya dan Pak Wakil Wali Kota tidak akan lama di sana. Nanti ada barang yang memang tidak kita bawa dari Bekasi, tapi kita beli langsung di lokasi. Kami akan tinjau posko, melihat apa yang paling urgent atau diutamakan secara kebutuhan, lalu kita belanjakan di sana untuk dibagikan kepada warga,” jelas Tri.
Langkah ini dinilai lebih efektif karena memangkas biaya kargo dan memastikan barang yang diterima benar-benar sesuai dengan kebutuhan terkini di lapangan.
Jadwal Keberangkatan Kepala Daerah
Sebagai bentuk dukungan moril, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe dijadwalkan terjun langsung ke lokasi bencana di Sumatera mulai hari ini dan esok.
Kunjungan ini juga merupakan bagian dari respons atas imbauan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang meminta para Kepala Daerah di Jawa Barat untuk menyisihkan perhatian dan anggaran bagi korban bencana.
”Hari ini, Jumat sore (05/12), saya akan berangkat ke Padang. Jadwal Pak Gubernur hari ini informasinya masih di Padang, lalu besok lusa ke Sibolga dan Aceh,” ulas Tri.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Bekasi dijadwalkan menyusul pada keesokan harinya dengan rute yang berbeda untuk memperluas jangkauan pemantauan.
”Pak Wakil berangkat lusa (Sabtu, 06/12). Rencananya beliau akan menuju wilayah Aceh dan selanjutnya ke Padang,” pungkasnya.
Rincian Penyaluran Bantuan:
- Lokasi Sasaran: Padang (Sumatera Barat) dan Aceh.
- Logistik Utama: Beras, Sembako, Popok Bayi, Selimut.
- Metode Distribusi: Pembelian barang dilakukan di lokasi bencana (local purchase) sesuai kebutuhan riil di posko pengungsian.
Jangan lewatkan update berita terkini seputar kebijakan Pemkot Bekasi dan aksi kemanusiaan lainnya hanya di portal berita kami. Bagikan artikel ini untuk menyebarkan semangat gotong royong!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








































