Angkot Ngetem di Stasiun Bekasi Bikin Macet Parah, Wawali Desak Dishub-Satpol PP Bentuk Tim Penertiban

- Jurnalis

Selasa, 29 Juli 2025 - 16:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kemacetan parah di sekitar stasiun kereta api di Kota Bekasi pada jam sibuk pagi dan sore hari.

kemacetan parah di sekitar stasiun kereta api di Kota Bekasi pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Pemandangan kemacetan parah di sekitar Stasiun Bekasi pada jam sibuk pagi dan sore hari telah sampai ke telinga pimpinan daerah. Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, secara tegas meminta Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP untuk segera membentuk tim gabungan guna menertibkan angkutan kota (angkot) yang berhenti sembarangan (ngetem).

Tindakan ini dianggap mendesak menyusul banyaknya keluhan warga yang terganggu oleh angkot yang memakan badan jalan dan menyebabkan kemacetan lalu lintas yang signifikan.

Keluhan Warga di Titik-Titik Krusial

Dalam keterangannya pada Selasa (29/07/2025), Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe menyebutkan tiga titik stasiun yang menjadi biang keladi kemacetan akibat angkot ngetem.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tentang kemacetan di stasiun, mohon dari Dishub agar ditangani. Angkot yang ngetem sembarangan di sekitar Stasiun Bekasi, Stasiun Kranji, dan Stasiun Bekasi Timur masih menjadi keluhan warga,” ucapnya kepada rakyatbekasi.com.

Menurutnya, masalah ini adalah persoalan nyata yang tidak bisa dibiarkan berlarut-larut dan harus segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret di lapangan.

Instruksi Tegas: Bentuk Tim Gabungan Pagi dan Sore

Untuk memastikan penanganan berjalan efektif, Abdul Harris Bobihoe menginstruksikan pembentukan tim terpadu yang bertugas secara rutin pada jam-jam rawan kemacetan.

“Mohon kepada Dishub, Satpol-PP, dan pihak terkait lainnya untuk membentuk tim penertiban rutin pada pagi dan sore hari,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dari aparat wilayah. “Kepada Camat dan Lurah juga harus ikut mengawasi dan melaporkan jika ada pola pelanggaran yang dibiarkan. Kita beri ruang untuk angkot, tapi tidak boleh mengganggu hak warga atas kelancaran lalu lintas,” tegasnya.

Tanggapan Dishub: Penanganan Bertahap di Tiap Stasiun

Menanggapi instruksi tersebut, Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dishub Kota Bekasi, Muhammad Iqbal Bayuaji, menyatakan bahwa pihaknya telah dan sedang melakukan langkah-langkah penanganan. Namun, ia mengakui penanganan dilakukan secara bertahap.

“Kami sudah melakukan beberapa langkah penanganan. Saat ini, konsentrasi penuh baru kami lakukan di Stasiun Bekasi,” kata Iqbal saat dihubungi terpisah.

Di Stasiun Bekasi, Dishub telah menerapkan rekayasa lalu lintas seperti Sistem Satu Arah (SSA) dan melakukan perubahan rute (rerouting) angkot. Meski demikian, Iqbal mengakui waktu sore hari tetap menjadi tantangan utama karena volume penumpang kereta yang tiba bersamaan.

“Untuk yang di Stasiun Kranji, penanganan sudah berjalan dan sedang kami konsentrasikan bersama Kepala UPTD terkait,” imbuhnya.

Tantangan di Stasiun Bekasi Timur dan Pengerahan Personel

Adapun untuk Stasiun Bekasi Timur, Dishub mengakui masih dalam tahap pencarian formula solusi terbaik. “Di sana tantangannya berbeda. Volume kendaraan di wilayah itu sendiri sudah sangat padat, sehingga tingkat kemacetannya sangat tinggi, terutama pada jam pulang kerja,” jelas Iqbal.

Untuk meminimalisir kemacetan di ketiga titik tersebut, Dishub telah menyiagakan personel di lapangan setiap hari.

“Kami mengerahkan anggota di setiap stasiun. Ada penambahan dari tim URC (Unit Reaksi Cepat), sehingga total gabungan ada sekitar 10 personel yang setiap hari melakukan pemantauan dan upaya mengurai kemacetan pada pagi dan sore hari,” pungkasnya.

Warga kini menantikan efektivitas tim gabungan yang diinstruksikan Wakil Wali Kota untuk memberikan solusi permanen terhadap masalah kemacetan yang telah menahun ini.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dapur Makan Bergizi Gratis di Bekasi Bertambah Dua Kali Lipat, 153 SPPG Masih Proses Sertifikasi
Segera Ajukan Proposal Dana Hibah Rp 100 Juta per RW Kota Bekasi Tahun 2026
Pemkot Bekasi Buka Pengajuan Dana Hibah Rp100 Juta per RW, Cek Jadwal dan Syarat Pencairannya!
Pemkot Bekasi Kaji Usulan Insentif BSIP, Wali Kota Tri Adhianto Ungkap Syarat Pentingnya!
Prostitusi Berkedok Panti Pijat ‘Be Glow’ Bekasi Kembali Beroperasi: KOAR Cium Kongkalikong Satpol PP
Abaikan Aset Besar, Pemkot Bekasi Didesak Beri Insentif BSIP
Harga BBM dan LPG Naik: Wali Kota Bekasi Siapkan Operasi Pasar Sembako Murah Bulan Depan
Panggilan Kemanusiaan! Ustadz Abu Fayadh Serukan Warga Padati Aksi Bekasi Bersama Palestina Jilid 6

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 15:01 WIB

Dapur Makan Bergizi Gratis di Bekasi Bertambah Dua Kali Lipat, 153 SPPG Masih Proses Sertifikasi

Senin, 27 April 2026 - 12:30 WIB

Segera Ajukan Proposal Dana Hibah Rp 100 Juta per RW Kota Bekasi Tahun 2026

Senin, 27 April 2026 - 11:40 WIB

Pemkot Bekasi Buka Pengajuan Dana Hibah Rp100 Juta per RW, Cek Jadwal dan Syarat Pencairannya!

Senin, 27 April 2026 - 09:20 WIB

Pemkot Bekasi Kaji Usulan Insentif BSIP, Wali Kota Tri Adhianto Ungkap Syarat Pentingnya!

Senin, 27 April 2026 - 07:10 WIB

Prostitusi Berkedok Panti Pijat ‘Be Glow’ Bekasi Kembali Beroperasi: KOAR Cium Kongkalikong Satpol PP

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca