Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi meningkatkan kewaspadaan penggunaan WiFi gratis publik yang dipergunakan oleh masyarakat untuk mengakses situs judi online (judol).
Saat ini, seluruh wilayah di Kota Bekasi memiliki sebanyak 1.000 titik WiFi gratis melalui RPJMD Pemerintah Kota Bekasi pada tahun 2018 – 2023.
Kepala Diskominfostandi Kota Bekasi, Robert Siagian, mengatakan bahwa keamanan data terus diupayakan, dan pihaknya sudah melakukan sertifikasi ISO untuk keamanan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau keamanan data, memang kita terus kita lakukan, dan kita juga sudah melakukan ISO di keamanannya,” ucap Robert saat dikonfirmasi RakyatBekasi.com melalui keterangannya, Senin (27/01/2025).
Robert menambahkan bahwa perkembangan elektronik tidak bisa dipungkiri untuk berada di zona nyaman.
Namun, upaya mitigasi perlu diupayakan agar layanan WiFi gratis publik tidak disalahgunakan oleh masyarakat.
“Kalau kita berbicara elektronik, bicara digital, kita tidak bisa di zona nyaman. Kita harus melakukan mitigasi. Makanya ada tim cyber kita yang terus melakukan pengawasan. Tentunya ada masukan-masukan kita, bilamana ada celah-celah yang berpotensi, itu yang terus kita lakukan perbaikan,” paparnya.
Sebelumnya, seperti diberitakan baru-baru ini yang dilansir dari Kompas.com, Bareskrim Polri mengungkapkan bahwa sejumlah situs judi online (judol) yang telah diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tetap muncul kembali dengan nama yang sama.
Hal ini terungkap saat Polri mengungkap kasus terkait tiga situs judol, yaitu H5 GF777, RGO Casino, dan Agen 138.
“Memang, website–website ini adalah website–website yang lama. Dan, website–website yang memang sudah dilakukan pemblokiran tetapi memang dia re-generate, dia muncul kembali,” ujar Direktur Tipidsiber Bareskrim Polri, Brigjen Himawan Bayu Aji, saat konferensi pers di Lobi Utama Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin (20/01/2025).
Himawan menjelaskan bahwa website yang telah diblokir ini muncul kembali dengan nama domain yang sama. Namun, URL atau alamat website yang digunakan berbeda.
“Jadi namanya sama tetapi dia biasanya mengganti hanya URL-nya, address-nya saja yang berbeda, tetapi namanya (website) sama,” lanjut Himawan.
Situs-situs ini diduga mempertahankan nama website mereka karena sudah menjadi suatu “brand” atau sudah dikenal oleh pemainnya.
“Karena dia sudah memiliki merek, brand, tetapi diblokir kemudian muncul lagi dengan URL berbeda,” imbuh Himawan.
Dengan peningkatan kewaspadaan dan upaya mitigasi ini, diharapkan penggunaan WiFi gratis publik di Kota Bekasi dapat lebih aman dan tidak disalahgunakan untuk mengakses situs judi online.
Diskominfostandi Kota Bekasi terus berupaya meningkatkan pengawasan dan keamanan layanan publik demi kesejahteraan masyarakat.