Aspirasi Warga Jakasampurna di Reses Perdana Gilang Esa Mohamad, Mulai Infrastruktur hingga Lahan Pemakaman

- Jurnalis

Kamis, 31 Oktober 2024 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kota Bekasi Gilang Esa Mohamad gelar reses I di Sekretariat RW 01 RT 04 Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Rabu (30/10/2024) sore.

Anggota DPRD Kota Bekasi Gilang Esa Mohamad gelar reses I di Sekretariat RW 01 RT 04 Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Rabu (30/10/2024) sore.

Anggota DPRD Kota Bekasi Gilang Esa Mohamad menjaring aspirasi masyarakat terkait infrastruktur dan pendidikan saat menggelar Reses Perdana yang diselenggarakan di Sekretariat RW 01 RT 04 Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Rabu (30/10/2024) sore.

Pada kesempatan tersebut, Gilang mengatakan bahwa masih banyak warga yang mengeluhkan mengenai fasilitas sarana dan prasarana umum yang tidak diakomodir secara utuh.

“Jadi pertama-tama masalah lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) menjadi persoalan yang serius di masyarakat. Karena kenapa? Pada hari ini, PLN memutuskan aliran listrik semua lampu penerangan jalan yang dipasang secara swadaya oleh masyarakat,” ucap Gilang kepada rakyatbekasi.com saat ditemui di lokasi Reses I, Rabu (30/10/2024) petang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anggota Komisi 2 DPRD Kota Bekasi ini mengungkapkan bahwa ratusan lampu penerangan jalan umum swadaya masyarakat yang dipadamkan oleh PLN itu tersebar di sejumlah wilayah yang berada di Bekasi Barat dan Pondokgede, seperti di RW 15.

“Ya ada 100 sampai 40 titik, 30 titik itu lumayan banyak. Makanya kemarin, dalam Rapat Komisi 2 bersama DBMSDA, saya sampaikan hal tersebut ke Pak Kadis, bahwa PJU ini menjadi prioritas,” ungkapnya.

“Jangan sampai gelap gulita, itu jadi potensi kejahatan merajalela. Kedua juga estetika, keamanan dan lain lain. Jangan sampai wilayah se Bekasi Barat dan Pondokgede yang bersebelahan dengan Ibu Kota (Jakarta) gelap gulita,” tambahnya.

Selain itu, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Bekasi ini juga menerima keluhan mengenai minimnya lahan pemakaman bagi masyarakat yang meninggal dunia. Selain minimnya lahan, kata dia, banyak warga juga turut terkendala biaya, karena semakin mahalnya lahan pemakaman.

“Sebelum saya jadi dewan, banyak warga datang ke saya. ‘Pak Gilang, ini kita mau ngubur, tapi engga tahu kita engga punya duit dan lain-lain’. Ini yang maksud saya, kita harus cari fasilitas umum seperti Kota Bintang (selaku Pengembang yang ada di Bekasi Barat) itu untuk menyediakan lahan tersebut,” cetusnya.

Namun nyatanya, kata dia, pihak pengembang selalu membangun lahan pemakaman umum di luar area domisilinya.

“Nah ini yang kita harus ada solusi, supaya warga yang ada di Bekasi Barat, Pondokgede dan warga sekitar sini bisa menguburkan secara proper dengan biaya yang masuk akal. Kalau di lahan pemakaman swasta kan mahal, bisa sampai Rp8 Juta. Gimana? perasaan sudah sedih, ini lah perjuangan saya yang kemarin saya sampaikan ke mitra saya di Komisi 2,” imbuhnya.

Lebih lanjut putra pertama mantan Wali Kota Bekasi Mochtar Mohamad ini mengkritisi minimnya perhatian pemerintah terhadap fasilitas kesehatan dan pendidikan di Kelurahan Jakasampurna.

Hingga saat ini, lanjut dia, Kelurahan Jakasampurna belum mempunyai Fasilitas Kesehatan (Faskes) Puskemas sendiri. Tak hanya itu, sarana dan prasarana pendidikan seperti sekolah SMP dan SMA Negeri pun belum tersedia .

“Mau gimana? Puskemas ada di selatan. Sekolah juga lebih dekat ke arah Kranji sama Bintara, padahal Kelurahan Jakasampurna ini adalah termasuk wilayah dengan populasi penduduk yang besar namun tidak punya fasilitas umum yang proper dalam pelayanan. Hal seperti ini lah yang saya perjuangkan dan menjadi PR [pekerjaan rumah],” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPST Bantargebang Juara 2 Metana Dunia, DPRD Kota Bekasi Desak DKI Ambil Tindakan
Bahaya Air Lindi Truk Sampah DKI, DPRD Kota Bekasi Desak Bangun Shelter
FO Bulak Kapal Dibangun 2026, Ketua DPRD Kota Bekasi Apresiasi Banpres Prabowo Rp200 Miliar
Buntut Kecelakaan KA Bekasi Timur, DPRD Kebut Evaluasi Perlintasan Sebidang dan Proyek Flyover Bulak Kapal!
Refleksi Hardiknas 2026: DPRD Soroti Maraknya Kasus Asusila dan Bullying di Sekolah
Ironi Hardiknas 2026, Wakil Ketua Komisi 4 Masih Temui Siswa Kelas 3 SD di Bekasi Belum Bisa Calistung
Dana RW 2026: DPRD Larang Copy-Paste 2025, Wajib Fokus Bank Sampah!
Pasca Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Ketua DPRD Desak Percepatan Proyek DDT!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:00 WIB

TPST Bantargebang Juara 2 Metana Dunia, DPRD Kota Bekasi Desak DKI Ambil Tindakan

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:35 WIB

Bahaya Air Lindi Truk Sampah DKI, DPRD Kota Bekasi Desak Bangun Shelter

Senin, 4 Mei 2026 - 13:43 WIB

FO Bulak Kapal Dibangun 2026, Ketua DPRD Kota Bekasi Apresiasi Banpres Prabowo Rp200 Miliar

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:10 WIB

Buntut Kecelakaan KA Bekasi Timur, DPRD Kebut Evaluasi Perlintasan Sebidang dan Proyek Flyover Bulak Kapal!

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: DPRD Soroti Maraknya Kasus Asusila dan Bullying di Sekolah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x