Bahaya Air Lindi Truk Sampah DKI, DPRD Kota Bekasi Desak Bangun Shelter

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Anton (mengenakan kaos putih), bersama sejumlah tokoh masyarakat saat memantau langsung situasi jalan raya di kawasan Bantargebang yang terdampak antrean truk sampah milik Pemprov DKI Jakarta, Kamis (07/05/2026). Pihaknya mendesak segera dibangunnya fasilitas shelter untuk mencegah bahaya ceceran air lindi.

Anggota Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Anton (mengenakan kaos putih), bersama sejumlah tokoh masyarakat saat memantau langsung situasi jalan raya di kawasan Bantargebang yang terdampak antrean truk sampah milik Pemprov DKI Jakarta, Kamis (07/05/2026). Pihaknya mendesak segera dibangunnya fasilitas shelter untuk mencegah bahaya ceceran air lindi.

Poin Utama:

  • ​Antrean panjang truk sampah milik Pemprov DKI Jakarta di Bantargebang memicu ceceran air lindi yang membahayakan warga.
  • ​Truk sampah dilarang memasuki area TPST Bantargebang saat turun hujan untuk menghindari potensi bencana longsor.
  • ​Anggota Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Anton, mendesak segera dibangunnya shelter atau lahan transit sementara.
  • ​DPRD Kota Bekasi akan segera melayangkan surat teguran resmi kepada pengelola TPST Bantargebang terkait insiden ini.

​Antrean panjang truk sampah milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di Jalan Raya Narogong, Kecamatan Bantargebang, kembali memicu protes keras.

Pasalnya, ceceran air lindi dari deretan truk tersebut mencemari jalanan umum dan membahayakan keselamatan para pengguna jalan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyikapi keluhan masyarakat tersebut, Anggota Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Anton, mendesak agar segera dibangun shelter atau lokasi pemberhentian sementara sebelum armada masuk ke area TPST Bantargebang.

​Mengapa Truk Sampah DKI Antre Panjang di Bantargebang?

​Antrean kendaraan berat ini dipicu oleh prosedur keamanan dari pengelola TPST Bantargebang yang melarang operasional truk sampah saat cuaca buruk. Kebijakan ini diterapkan secara ketat guna meminimalisir risiko longsor pada gunungan sampah.

​”Karena kalau situasi di lokasi sedang terjadi hujan, Truk Sampah itu engga boleh masuk ke area TPST. Karena takut longsor seperti imbauan dari Gubernur DKI Jakarta, supaya menghindari kejadian seperti sebelumnya,” urai Anton kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Bantargebang, Kamis (07/05/2026).

​Dampaknya, puluhan armada tertahan di jalur arteri dan menyebabkan kemacetan parah di seputar wilayah Bantargebang. Anton bersama kolega dari Daerah Pemilihan (Dapil) setempat bahkan sempat turun tangan mengadang dan memaksa truk-truk tersebut untuk putar balik ke Jakarta dua hari lalu akibat kondisi jalan yang lumpuh.

​Apa Dampak Bahaya Air Lindi bagi Warga Bantargebang?

​Selain melumpuhkan arus lalu lintas, persoalan utama yang paling disoroti warga adalah tumpahan air lindi dari bak truk yang tertahan di jalanan.

Cairan berbau busuk dan beracun ini tidak hanya mengganggu pernapasan warga, tetapi juga membuat aspal menjadi sangat licin sehingga rawan memicu kecelakaan lalu lintas.

​”Sebab, tumpahan air lindi sangat berbahaya bagi masyarakat sekitar pengguna jalan raya, dan menimbulkan aroma tidak sedap. Makanya kemarin kita suruh balik lagi ke Jakarta truk-truknya itu, karena kasihan warga yang dirugikan,” kata Anton.

​Merespons teguran keras dari legislatif, pihak Pemprov DKI Jakarta langsung menerjunkan tim kebersihannya.

Mereka melakukan penyemprotan dan pembersihan aspal di sepanjang jalur yang terdampak ceceran limbah cair tersebut agar kembali aman dilintasi.

​Bagaimana Solusi DPRD Kota Bekasi Atasi Sengkarut Truk Sampah?

​Sebagai langkah konkret dan solusi jangka panjang, DPRD Kota Bekasi menuntut Pemprov DKI Jakarta dan pengelola TPST Bantargebang untuk segera merealisasikan lahan transit atau shelter khusus armada truk pengangkut sampah. Ketersediaan lokasi tunggu ini dinilai amat krusial agar truk tidak lagi menjadikan bahu jalan umum sebagai tempat parkir sementara.

​”Saya meminta untuk TPA Bantargebang menyediakan lahan untuk transit, jangan di jalan raya. Besok rencananya kita mau kasih surat ke TPA Bantargebang, untuk membenahi,” tegas Anton.

​Jika tuntutan warga Bantargebang ini tidak segera direalisasikan, potensi bahaya serupa akan terus menghantui masyarakat.

Anton memastikan pihaknya akan terus mengawal aspirasi publik ini hingga fasilitas penunjang tersebut benar-benar diwujudkan oleh pihak terkait.

​Tata kelola pengelolaan sampah DKI Jakarta di wilayah Bantargebang membutuhkan komitmen nyata agar tidak terus-menerus mengorbankan kenyamanan warga lokal.

Pembangunan fasilitas shelter transit adalah hak masyarakat Kota Bekasi yang harus segera dipenuhi demi terciptanya ketertiban dan keselamatan lingkungan.

​Bagaimana tanggapan Anda mengenai keluhan ceceran air lindi di jalur Narogong ini? Sampaikan opini Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini agar aspirasi warga Bantargebang segera direalisasikan oleh pihak berwenang! Jangan lupa pantau terus pembaruan berita seputar Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com – Beyond Your Local News.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPST Bantargebang Juara 2 Metana Dunia, DPRD Kota Bekasi Desak DKI Ambil Tindakan
FO Bulak Kapal Dibangun 2026, Ketua DPRD Kota Bekasi Apresiasi Banpres Prabowo Rp200 Miliar
Buntut Kecelakaan KA Bekasi Timur, DPRD Kebut Evaluasi Perlintasan Sebidang dan Proyek Flyover Bulak Kapal!
Refleksi Hardiknas 2026: DPRD Soroti Maraknya Kasus Asusila dan Bullying di Sekolah
Ironi Hardiknas 2026, Wakil Ketua Komisi 4 Masih Temui Siswa Kelas 3 SD di Bekasi Belum Bisa Calistung
Dana RW 2026: DPRD Larang Copy-Paste 2025, Wajib Fokus Bank Sampah!
Pasca Tragedi di Stasiun Bekasi Timur, Ketua DPRD Desak Percepatan Proyek DDT!
14 Tewas di Jalur Maut, Fraksi Gerindra Kawal Banpres Flyover Bekasi
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:00 WIB

TPST Bantargebang Juara 2 Metana Dunia, DPRD Kota Bekasi Desak DKI Ambil Tindakan

Kamis, 7 Mei 2026 - 14:35 WIB

Bahaya Air Lindi Truk Sampah DKI, DPRD Kota Bekasi Desak Bangun Shelter

Senin, 4 Mei 2026 - 13:43 WIB

FO Bulak Kapal Dibangun 2026, Ketua DPRD Kota Bekasi Apresiasi Banpres Prabowo Rp200 Miliar

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:10 WIB

Buntut Kecelakaan KA Bekasi Timur, DPRD Kebut Evaluasi Perlintasan Sebidang dan Proyek Flyover Bulak Kapal!

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:49 WIB

Refleksi Hardiknas 2026: DPRD Soroti Maraknya Kasus Asusila dan Bullying di Sekolah

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x