Poin Utama:
- DPRD Kota Bekasi menyoroti masih maraknya kasus asusila dan bullying di lingkungan sekolah tepat pada momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
- Pemkot Bekasi melalui Dinas Pendidikan dan DP3A didesak segera membenahi sistem deteksi dini, karena oknum pendidik justru kerap terindikasi terlibat.
- Pembenahan sistemik, pengawasan ketat, dan pelibatan orang tua dinilai mutlak untuk menghentikan kasus yang seringkali baru terungkap setelah menelan banyak korban.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 diwarnai kritik tajam dari DPRD Kota Bekasi terkait masih maraknya kasus asusila dan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Kota Bekasi, Wildan Faturrahman, menilai rentetan kasus tersebut mencoreng dunia pendidikan yang seharusnya terus menunjukkan peningkatan kualitas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihaknya pun mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi agar segera melakukan evaluasi sistemik guna melindungi para pelajar secara komprehensif.
Mengapa Kasus Asusila dan Bullying di Sekolah Bekasi Masih Marak?
Lemahnya sistem deteksi dini dan mitigasi dari pihak sekolah ditengarai menjadi penyebab utama kasus asusila dan bullying di Kota Bekasi masih terus berulang.
Kondisi ini semakin miris karena dalam beberapa kasus, oknum tenaga pendidik justru ikut terseret ke dalam pusaran masalah.
Hal ini menunjukkan bahwa persoalan pendidikan di Kota Bekasi tidak sekadar masalah parsial, melainkan menuntut pembenahan sistemik secara total.
“Kita tidak bisa pungkiri, kualitas pendidikan harusnya meningkat. Tapi setiap tahun juga masih ada kejadian asusila dan bullying. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi dinas terkait,” kata Wildan Faturrahman kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (02/05/2026).
Politisi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini sangat menyayangkan fakta di lapangan terkait penanganan korban di lingkungan sekolah.
Seringkali kasus baru mencuat ke publik dan ditangani setelah kondisi korban sudah sangat parah atau berlangsung dalam kurun waktu yang lama.
“Seringkali kasus ini seperti orang berantem, sudah bonyok baru ketahuan. Korbannya sudah banyak, masalahnya sudah menahun. Artinya mitigasi kita belum berjalan,” kata Wildan.
Apa Langkah DPRD Kota Bekasi Atasi Darurat Asusila di Sekolah?
Untuk mengurai benang kusut ini, DPRD Kota Bekasi mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi turun tangan secara langsung selaku leading sector.
Kedua dinas tersebut dituntut memberikan jawaban konkret berupa penguatan sistem pengawasan dan pembuatan posko pelaporan yang jauh lebih tegas dan responsif.
Pendidikan di sekolah juga tidak boleh hanya menitikberatkan pada sisi pencapaian nilai akademis di ruang kelas semata.
Guna mencegah jatuhnya korban baru, terdapat beberapa faktor penting yang didorong oleh DPRD untuk segera dieksekusi oleh Pemkot Bekasi, antara lain:
- Penguatan Pendidikan Karakter: Membangun mental dan moral siswa secara berkesinambungan di luar jam belajar formal.
- Optimalisasi Sistem Pelaporan: Menciptakan ruang aman bagi siswa untuk melaporkan tindak kekerasan tanpa takut mendapat ancaman.
- Pelibatan Lingkungan: Mengaktifkan kembali peran pengawasan langsung dari orang tua siswa dan masyarakat sekitar sekolah.
”Pendidikan itu tidak hanya selesai di ruang belajar, tapi juga bagaimana membangun pendidikan karakter. Ini yang harus diperkuat,” kata Wildan di akhir keterangannya.
Momentum Hardiknas 2026 sepatutnya bukan sekadar perayaan seremonial belaka, namun menjadi tamparan keras bagi Pemkot Bekasi untuk segera membersihkan ekosistem pendidikannya dari ancaman predator asusila.
Bagaimana tanggapan Anda tentang pengawasan keamanan di sekolah anak Anda saat ini?
Mari sampaikan pendapat Anda di kolom komentar dan bagikan artikel ini agar lebih banyak pihak yang peduli terhadap keselamatan pelajar di Kota Bekasi.
Baca juga berita eksklusif seputar kebijakan Pemkot Bekasi lainnya hanya di RakyatBekasi.Com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















