BEKASI – Sepanjang pekan ini, dinamika pemerintahan dan sosial di Kota Bekasi menyita perhatian publik. Mulai dari isu politik di gedung dewan, penyelesaian konflik ketenagakerjaan, hingga kabar baik dari sektor pelayanan kesehatan.
Bagi Anda yang terlewat, berikut redaksi rangkum tiga peristiwa penting yang mewarnai berita Bekasi sepekan terakhir:
1. Polemik Video Dirut Perumda Tirta Patriot: Antara Etika dan Klarifikasi
Isu paling hangat datang dari beredarnya video yang menarasikan Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, tertidur saat rapat Pansus 8 DPRD. Video ini memicu perdebatan sengit mengenai etika pejabat publik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, merespons dengan menginstruksikan Sekretariat DPRD untuk menelusuri kebenaran video tersebut guna menjaga kedisiplinan. Namun, Sekretaris Pansus 8, Misbahudin, telah mengklarifikasi bahwa kejadian tersebut berlangsung saat skorsing/istirahat salat Ashar, bukan saat rapat resmi.
Mantan Anggota DPRD, Abdul Rozak, pun turut angkat bicara meminta agar polemik ini tidak dipolitisasi atau “digoreng” secara tendensius. Ia menyarankan semua pihak kini kembali fokus mengawal substansi Raperda Penyertaan Modal BUMD demi kepentingan pembangunan daerah.
2. Wali Kota Bekasi Turun Tangan Mediasi Sengketa Damai Putra Group
Beralih ke sektor ketenagakerjaan, Pemerintah Kota Bekasi menunjukkan respons cepat terhadap laporan viral mengenai dugaan PHK sepihak. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto turun langsung memfasilitasi mediasi antara manajemen Damai Putra Group dengan mantan karyawannya, Gladys Martha Yohana Tutuarima.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Medan Satria tersebut, Pemkot Bekasi menegaskan posisinya sebagai penengah netral. Tujuannya adalah memastikan iklim investasi tetap kondusif, namun hak-hak normatif pekerja tetap terlindungi sesuai undang-undang. Disnaker Kota Bekasi kini ditugaskan untuk mengawal proses ini hingga tercapai kesepakatan yang adil (win-win solution).
3. Kabar Baik: Dua Puskesmas Baru Diresmikan
Di tengah hiruk-pikuk isu politik, kabar menyejukkan datang dari sektor kesehatan. Pemkot Bekasi resmi mengoperasikan dua fasilitas kesehatan baru, yakni Puskesmas Jatirangga dan Puskesmas Jatiraden.
Peresmian ini menandai langkah konkret pemerintah dalam mewujudkan target “Satu Kelurahan Satu Puskesmas”. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyebutkan bahwa saat ini sudah tersedia 55 Puskesmas yang siap melayani warga. Target penyelesaian satu Puskesmas tersisa di wilayah Jatiwaringin telah dianggarkan untuk tahun 2026, guna memastikan pemerataan akses kesehatan bagi seluruh warga Kota Bekasi.
Kesimpulan Redaksi: Pekan ini mengajarkan kita pentingnya check and balance. Publik kritis terhadap etika pejabat (kasus video), pemerintah responsif terhadap hak warga (kasus buruh), dan pembangunan infrastruktur dasar (Puskesmas) terus berjalan. Mari terus kawal pembangunan Kota Bekasi bersama-sama.
Punya informasi menarik atau keluhan pelayanan publik di sekitar Anda? Hubungi redaksi kami atau tulis di kolom komentar!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












































