BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengambil langkah tegas untuk menangani tumpukan sampah kronis yang menyumbat aliran Kali Baru di Jalan Kali Baru Timur RW 02, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria. Alat berat hingga Tim Amphibi diterjunkan langsung untuk mempercepat proses pengerukan.
Masalah sampah di lokasi ini telah menjadi isu berulang yang meresahkan warga. Sumber sampah diketahui berasal dari wilayah hulu Kranji yang terus mengalir dan menumpuk, diperparah oleh kondisi pendangkalan kali.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengonfirmasi bahwa penanganan serius ini telah berlangsung selama kurang lebih tiga bulan terakhir, dengan eskalasi pengerjaan dalam beberapa hari ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Alat berat sudah turun. Kalau kejadian tumpukan sampah di Kali Baru itu sudah hampir tiga bulan kita tangani. Ini adalah komitmen kami untuk menyelesaikan persoalan di Medan Satria,” ujar Tri Adhianto saat ditemui jurnalis rakyatbekasi.com di Gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (18/09/2025).
Akar Masalah: Sedimentasi dan Perilaku Masyarakat
Tri Adhianto menjelaskan bahwa masalah di Kali Baru bersifat kompleks. Selain kiriman sampah dari hulu, pendangkalan akibat sedimentasi lumpur yang tinggi menjadi penyebab utama penyumbatan aliran air.
”Ada beberapa persoalan yang terjadi di kali tersebut. Pertama adalah sedimentasi. Kemudian, kondisi sekitar area kali yang sudah tergerus oleh turap sehingga berpotensi terjadi longsor dan erosi,” jelasnya.
Selain itu, Kondisi geografis Kali Baru yang melintasi beberapa kecamatan, seperti Medan Satria dan Bekasi Utara, menuntut penanganan yang terintegrasi agar masalah tidak bergeser dari satu titik ke titik lainnya.
Detail Operasi Pembersihan
Untuk memaksimalkan upaya pembersihan, kata dia, Pemkot Bekasi mengerahkan sumber daya yang signifikan. Pengerjaan yang diintensifkan sejak dua malam lalu melibatkan berbagai elemen di lapangan.
”Kami mengerahkan satu unit alat berat dan satu dump truck untuk mengangkut sampah,” kata Tri.
“Selain itu, kami juga sudah mengerahkan Tim Amphibi sebagai motor penggerak pembersihan di badan kali,” tuturnya.
Tim khusus ini diharapkan mampu menjangkau titik-titik sulit dan mempercepat proses pengangkatan sampah serta endapan lumpur dari dasar kali.
Ajakan untuk Kesadaran Bersama
Meski pemerintah telah berupaya maksimal, Tri Adhianto menegaskan bahwa solusi permanen hanya bisa tercapai jika ada perubahan perilaku dari masyarakat. Ia mengimbau warga untuk berhenti membuang sampah sembarangan ke sungai.
”Yang terakhir dan paling mendasar adalah kesadaran masyarakat. Jangan lagi buang sampah ke kali yang sudah kita bersihkan,” tegasnya.
Menurutnya, membuang sampah ke kali hanya menciptakan pekerjaan ganda yang tidak efisien bagi petugas kebersihan.
”Kalau sampahnya dibuang ke kali, kerja kami jadi dua kali. Ambil dari kali, naikkan ke atas, baru diangkut. Itu PR lagi. Jadi, ayo kita bareng-bareng, buanglah sampah pada tempat yang sudah ditetapkan agar kerjanya cukup sekali angkut ke TPA Sumur Batu,” tutupnya.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.






































