BEKASI – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi terus berkomitmen meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal. Sebagai langkah konkret, Disdagperin menyelenggarakan kegiatan Coaching Clinic Perdagangan yang ditujukan bagi para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM).
Program ini dirancang khusus untuk memperkuat fundamental bisnis pelaku usaha, mulai dari aspek legalitas, strategi pengemasan (packaging), pemasaran digital, hingga membuka akses menuju pasar ekspor global.
Kolaborasi Strategis dengan Akademisi dan Praktisi
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (03/12/2025) lalu ini tidak hanya sekadar seminar biasa. Disdagperin menggandeng berbagai pihak strategis untuk memberikan wawasan yang komprehensif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Staf Bidang Perdagangan Disdagperin Kota Bekasi, Nurul Hidayat, mengungkapkan bahwa acara ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari lembaga pendidikan vokasi hingga praktisi keuangan.
“Kita mengundang narasumber dari Politeknik APP (Akademi Pimpinan Perusahaan), para pimpinan perusahaan praktisi, akademisi universitas, BPRS Patriot Bekasi, hingga Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBVP) Bekasi,” ujar Nurul dalam keterangan resminya, Jumat (12/12/2025).
Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan untuk memberikan solusi end-to-end bagi permasalahan yang kerap dihadapi oleh pelaku usaha di lapangan.
Solusi Konkret untuk Kendala Klasik UKM
Menurut Nurul, kegiatan ini baru pertama kali diluncurkan dan diposisikan sebagai ruang konsultasi terbuka. Para pelaku UKM dan IKM di Bekasi diberikan kesempatan untuk menyampaikan kendala teknis yang menghambat pertumbuhan bisnis mereka.
Berdasarkan data lapangan, kendala utama yang sering dialami meliputi:
- Ketidaktahuan mengenai prosedur perizinan usaha.
- Masalah legalitas produk.
- Kesulitan dalam meningkatkan standar kualitas produksi.
“Kegiatannya berupa Coaching Clinic atau konsultasi interaktif serta pemberian tips bisnis praktis. Rata-rata permasalahan UKM dan IKM itu memang terkait izin usaha dan aspek legalitas lainnya,” jelasnya.
Pentingnya Inovasi Packaging dan Pemasaran
Dalam sesi pelatihan, materi mengenai pengemasan produk (packaging) dan strategi pemasaran menjadi sorotan utama. Hal ini dinilai krusial karena kemasan bukan sekadar pembungkus, melainkan alat komunikasi visual yang menentukan nilai jual produk.
“Dalam pelaksanaannya, kita ada topik khusus tentang packaging dan pemasaran. Ini sangat penting, apalagi beberapa produk lokal Kota Bekasi kini sudah mulai merambah pasar ekspor. Kemasan yang standar internasional adalah kunci,” tutur Nurul.
Membuka Gerbang Ekspor Produk Lokal
Disdagperin Kota Bekasi menyadari bahwa potensi produk lokal sangat besar, namun seringkali terhambat oleh minimnya informasi mengenai prosedur ekspor. Coaching Clinic UKM Bekasi ini hadir untuk memangkas hambatan informasi tersebut.

Sebelum peluncuran program ini, Disdagperin juga telah proaktif mengadakan sosialisasi misi dagang untuk produk unggulan ekspor dengan menggandeng Bea Cukai dan Kementerian Perdagangan (Kemendag).
“Keluhan dari UKM dan IKM itu awalnya soal ekspor yang dianggap sulit dan birokrasinya rumit. Kemarin, hal tersebut dijelaskan langsung oleh ahlinya dari Bea Cukai dan Kemendag, sehingga persepsi sulit itu mulai hilang,” sambungnya.
Langkah ini diharapkan dapat mencetak lebih banyak eksportir baru dari Kota Bekasi yang mampu bersaing di kancah internasional.
Rencana Keberlanjutan Program di Tahun 2026
Melihat antusiasme yang tinggi dari para peserta, Disdagperin Kota Bekasi berencana untuk menjadikan kegiatan ini sebagai program rutin berkelanjutan. Usulan anggaran melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk tahun 2026 telah disiapkan.
Nurul menambahkan bahwa idealnya kegiatan pendampingan ini dilakukan secara berkala agar monitoring perkembangan usaha dapat berjalan maksimal.
“Biasanya kami mengajukan empat bulan dalam satu tahun untuk pelaksanaannya, dan nanti frekuensinya akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” tambahnya.
Secara garis besar, sasaran utama dari program berkelanjutan ini meliputi tiga pilar utama penguatan usaha:
- Pengemasan Produk (Packaging): Meningkatkan estetika dan fungsi kemasan sesuai standar pasar.
- Pemasaran (Marketing): Memperluas jangkauan pasar melalui strategi digital dan konvensional.
- Permodalan Usaha: Membuka akses ke lembaga keuangan seperti BPRS Patriot.
Dengan adanya pendampingan intensif ini, diharapkan produk lokal Kota Bekasi tidak hanya menjadi tuan rumah di negeri sendiri, tetapi juga mampu menembus pasar global, serta berkontribusi nyata pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Ingin mendapatkan informasi terbaru seputar pelatihan dan pendampingan bisnis di Kota Bekasi? Pantau terus laman resmi Disdagperin Kota Bekasi.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







































