Efisiensi APBD 2026: Ketua DPRD Ingatkan Pemkot Bekasi Bijak Sikapi Pemotongan Dana Transfer

- Jurnalis

Selasa, 24 Februari 2026 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi.

Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi.

Poin Utama:

  • Konteks Anggaran: Pemkot Bekasi dihadapkan pada kewajiban efisiensi APBD Murni Tahun 2026 imbas pengurangan dana transfer daerah.
  • Rincian Pemotongan: Dana Bagi Hasil (DBH) Provinsi Jawa Barat turun Rp98 Miliar, serta pemotongan DAU dan DAK dari Pusat mencapai Rp136 Miliar.
  • Fokus Lokasi & Kebijakan: Kota Bekasi; memastikan efisiensi anggaran tidak mengorbankan pelayanan publik dan program prioritas daerah.
  • Target Waktu: Penyelesaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dalam masa jabatan 5 tahun ke depan.

BEKASI – Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, secara tegas mengingatkan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk lebih bijak dan cermat dalam melakukan efisiensi anggaran pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni Kota Bekasi Tahun 2026.

​Peringatan ini menyusul adanya sejumlah kendala fiskal yang dialami daerah, terutama terkait kebijakan pemotongan dana transfer, baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyesuaian postur anggaran tersebut menuntut Pemkot Bekasi untuk memutar otak agar pelayanan dasar masyarakat tidak terganggu.

​Rincian Penurunan Dana Transfer Daerah

​Menurunnya kapasitas fiskal Kota Bekasi ini dipicu oleh dua faktor utama dari sisi pendapatan transfer.

Pertama, Pemkot Bekasi mengalami penurunan proyeksi penerimaan melalui Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan nilai mencapai Rp98 Miliar.

​Kedua, kondisi ini diperberat dengan adanya pemotongan alokasi biaya Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat.

Total rasionalisasi dari dana perimbangan pusat tersebut menyentuh angka yang cukup signifikan, yakni sebesar Rp136 Miliar.

​”Di tengah tuntutan efisiensi anggaran ini, berbagai program yang tengah dirancang ataupun yang sedang digagas oleh Pemerintah Daerah memang harus tetap diselesaikan dengan baik. Karena nilai efisiensi anggaran ini cukup lumayan besar dan berdampak langsung pada postur APBD,” ucap Sardi Efendi dalam keterangan resminya, Selasa (24/02/2026).

​Desakan kepada Wali Kota Bekasi: Efisiensi Harus Tepat Sasaran

​Merespons tekanan pada kas daerah tersebut, Sardi berharap kepemimpinan eksekutif, dalam hal ini Wali Kota Bekasi dan Wakil Wali Kota Bekasi, dapat mengambil langkah-langkah strategis.

Penggunaan anggaran diwajibkan melalui skema efisiensi yang ketat, namun tetap berorientasi pada hasil dan tepat guna secara sasaran.

​Menurutnya, pemangkasan anggaran pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak boleh dilakukan secara serampangan.

Pemkot harus mampu memilah program prioritas bersentuhan langsung dengan masyarakat dan menunda program-program seremonial yang minim urgensi.

​Mengawal Ketat Pencapaian RPJMD 5 Tahun

​Lebih lanjut, politisi tersebut menekankan bahwa kunci dari keberhasilan melewati tantangan fiskal ini adalah pengawasan terhadap efektivitas program itu sendiri.

​”Nah, efisiensi ini yang harus dilihat secara jeli, seperti apa efektivitas anggarannya ke depan. Jangan sampai efisiensi yang dilakukan justru tidak efektif dan mengakibatkan tidak tercapainya target program pembangunan,” paparnya.

​Sardi optimistis, tantangan pemotongan dana transfer ini dapat dilalui jika ada komitmen kuat dari kepala daerah.

“Mudah-mudahan target di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) 5 tahun ini bisa selesai seluruhnya, asalkan kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi saat ini konsisten dalam menjalankan program kerjanya,” pungkas Sardi.

Dapatkan berita terbaru seputar kebijakan publik, politik, dan dinamika Kota Bekasi hanya di RakyatBekasi.Com. Jangan lupa bagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat dan tinggalkan tanggapan Anda di kolom komentar!


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang PKS TPST Bantargebang Berakhir, DPRD Kota Bekasi Mulai Godok Pembentukan Pansus
Ketua DPRD Kota Bekasi Siap Usut Dugaan Penyelewengan Pengadaan Ambulans
Dana Bandek Kota Bekasi Terancam Susut Rp198 Miliar, DPRD Bentuk Pansus Lawan Skema Tonase DKI
Dana Bandek Terancam Susut Rp198 Miliar, DPRD Kota Bekasi Siapkan Pansus Tolak Skema Tonase DKI Jakarta
34 Rekor Kebijakan Presiden Prabowo, Bang Misbah Ungkap Fakta Transformasi Nasional
Jelang Porprov 2026, DPRD: Pemkot Bekasi Wajib Tinggalkan ‘Legacy’ Olahraga, Bukan Sekadar Medali!
Porsi Belanja Pegawai Tembus 35 Persen, DPRD Desak Pemkot Bekasi Lakukan Inovasi Anggaran 2027
Krisis Guru Ancam Kualitas Pendidikan, Banggar DPRD Desak Pemkot Bekasi Ambil Sikap di KUA-PPAS 2027
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 15:15 WIB

Jelang PKS TPST Bantargebang Berakhir, DPRD Kota Bekasi Mulai Godok Pembentukan Pansus

Rabu, 16 September 2026 - 17:42 WIB

Ketua DPRD Kota Bekasi Siap Usut Dugaan Penyelewengan Pengadaan Ambulans

Senin, 14 September 2026 - 14:37 WIB

Dana Bandek Kota Bekasi Terancam Susut Rp198 Miliar, DPRD Bentuk Pansus Lawan Skema Tonase DKI

Senin, 14 September 2026 - 13:58 WIB

Dana Bandek Terancam Susut Rp198 Miliar, DPRD Kota Bekasi Siapkan Pansus Tolak Skema Tonase DKI Jakarta

Senin, 14 September 2026 - 12:28 WIB

34 Rekor Kebijakan Presiden Prabowo, Bang Misbah Ungkap Fakta Transformasi Nasional

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x