BEKASI – Beredarnya video yang memperlihatkan Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, diduga tertidur di tengah rapat Panitia Khusus (Pansus) 8 DPRD Kota Bekasi terus menuai respons. Kali ini, tanggapan datang dari mantan Anggota DPRD Kota Bekasi periode 2019-2024, Abdul Rozak.
Pria yang akrab disapa Bang Jack ini meminta agar insiden tersebut tidak dibesar-besarkan, apalagi dijadikan alat untuk menyerang secara personal. Menurutnya, dinamika dalam rapat tertutup memiliki konteks yang berbeda dengan rapat umum.
Mekanisme Rapat Pansus: Menunggu Giliran
Abdul Rozak menjelaskan situasi teknis yang biasa terjadi dalam rapat Pansus. Rapat tersebut seringkali melibatkan banyak pihak, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yang harus menunggu giliran untuk dipanggil atau dimintai keterangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Rapat pansus itu biasanya terbatas. Peserta rapat, termasuk Direktur BUMD, seringkali harus menunggu giliran saat anggota DPRD sedang bertanya kepada OPD atau BUMD lain. Jadi ada fase menunggu,” ungkap Abdul Rozak, Rabu (26/11/2025).
Hentikan Narasi Tendensius, Fokus Substansi
Lebih lanjut, politisi senior ini menegaskan bahwa insiden tersebut tidak perlu didramatisasi. Ia menilai ada hal yang jauh lebih substansial yang harus dikawal oleh publik dan legislatif ketimbang membahas persoalan pribadi seorang pejabat yang diduga kelelahan.
”Menurut saya jangan terlalu dilebih-lebihkan, jangan ‘digoreng’, karena kesannya jadi ada muatan tendensius,” tegasnya.
Bang Jack mengingatkan bahwa saat ini DPRD Kota Bekasi memiliki agenda prioritas yang mendesak, yakni penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyertaan Modal BUMD yang sedang digodok di Pansus 8. Regulasi ini penting untuk masa depan investasi dan pelayanan publik di Bekasi.
”Sudahi polemik, jangan saling menyalahkan. Saya sarankan lebih baik DPRD fokus menyelesaikan Raperda Penyertaan Modal dengan waktu yang tersisa,” tutupnya.
Klarifikasi Pansus 8: Kejadian Saat Skorsing Salat Ashar
Pernyataan Abdul Rozak ini memperkuat klarifikasi yang sebelumnya disampaikan oleh Sekretaris Pansus 8, Misbahudin. Pimpinan rapat saat itu telah membantah narasi bahwa Dirut Perumda Tirta Patriot tertidur saat rapat resmi berlangsung.
Bang Misbah—sapaan akrabnya—menjelaskan bahwa momen yang terekam dalam video tersebut terjadi saat rapat sedang dihentikan sementara (skorsing) untuk istirahat salat Ashar.
”Jadi tidak benar kalau itu disebut yang bersangkutan tertidur pada saat rapat resmi sedang berlangsung, melainkan saat break waktu Ashar ketika rapat sedang diskors,” ujar Misbahudin kepada RakyatBekasi.com, Selasa (25/11/2025).
Peserta Rapat Dinilai Tertib dan Fokus
Sebagai pimpinan rapat yang menggantikan Ketua dan Wakil Ketua yang berhalangan hadir, Misbahudin bersaksi bahwa seluruh peserta, termasuk Ali Imam Faryadi, mengikuti jalannya rapat ekspose dengan penuh tanggung jawab.
”Saya menilai semua peserta yang hadir, termasuk Dirut Perumda Tirta Patriot, telah mengikuti jalan rapat itu dengan tertib, fokus, dan penuh tanggung jawab,” tuturnya.
Ia pun berharap masyarakat tidak termakan isu liar yang tidak sesuai fakta. Pansus 8 meminta agar informasi ini diluruskan secara proporsional demi menjaga kondusivitas pembahasan Raperda yang sedang berjalan.
”Kami Pansus 8 berharap informasi yang beredar ini dapat diklarifikasi agar tidak menimbulkan persepsi negatif, terlebih dengan narasi sesat yang dibumbui fitnah,” pungkasnya.
Bagaimana pendapat Anda, apakah kinerja BUMD lebih penting daripada isu video viral ini? Berikan komentar Anda di bawah.
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.







































