Poin Utama:
- Kegiatan: Perkemahan Sabtu Minggu (PERSAMI) Yayasan Pendidikan Islam Assahaqiyah.
- Waktu & Lokasi: 31 Januari – 1 Februari 2026 di Kampus YPI Assahaqiyah, Jalan Raya Hankam, Kecamatan Pondokmelati.
- Tujuan: Membentuk karakter siswa yang berani, mandiri, dan berbudi luhur di era digital.
- Materi Utama: Kedisiplinan, jurit malam, api unggun, dan wawasan kebangsaan.
Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Assahaqiyah kembali menegaskan komitmennya dalam pembangunan karakter generasi muda melalui kegiatan Perkemahan Sabtu Minggu (PERSAMI).
Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Persami Kita Menuju Pribadi yang Berani, Mandiri dan Berbudi” ini berlangsung khidmat di halaman sekolah YPI Assahaqiyah, Jalan Raya Hankam, Kecamatan Pondokmelati, Kota Bekasi, sejak Sabtu (31/01/2026) hingga Minggu (01/02/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apa Tujuan Utama PERSAMI di YPI Assahaqiyah?
Tujuan utama kegiatan ini adalah mencetak pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki mentalitas tangguh.
Ketua Yayasan YPI Assahaqiyah, Nur Jamal, S.Pd.I., menekankan bahwa Pramuka merupakan instrumen vital dalam menangkal dampak negatif pergaulan bebas dan ketergantungan gawai pada remaja.
”PERSAMI ini bukan sekadar kemah, tapi wadah untuk melatih kedisiplinan dan tanggung jawab siswa agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh,” kata Nur Jamal kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com usai memimpin apel pembukaan di lokasi kegiatan, Sabtu (31/01/2026).
Menurutnya, nilai-nilai Dasa Darma Pramuka harus diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari siswa, terutama di lingkungan masyarakat Pondokmelati yang majemuk.
Bagaimana Metode Pembentukan Mental Siswa Dilakukan?
Panitia pelaksana menerapkan metode learning by doing melalui simulasi tantangan fisik dan mental.
Salah satu pengajar SMP Assahaqiyah, Muhammad Rifqy Nur Fauzan, menjelaskan bahwa rangkaian acara seperti jurit malam dan api unggun dirancang untuk menguji ketahanan psikologis siswa.
Ia bahkan mengutip filosofi perjuangan dari tokoh pergerakan nasional, Tan Malaka, sebagai landasan semangat kegiatan ini.
“Kami melatih mental siswa agar kuat menghadapi tantangan hidup. Seperti kata Tan Malaka, ‘Terbentur, terbentur, terbentur, terbentuk’. Hanya melalui rintangan dan pengalaman keras seperti ini, karakter mandiri dan berani benar-benar terbentuk,” ungkap Rifqy.
Materi yang diberikan meliputi:
- Baris-berbaris untuk kedisiplinan.
- Sandi dan morse untuk kecerdasan taktis.
- Jurit malam untuk keberanian mental.
- Api unggun untuk mempererat persaudaraan.
Mengapa Pendidikan Karakter Penting bagi Pelajar di Bekasi?
Di tengah tantangan urbanisasi Kota Bekasi yang pesat, fondasi karakter berbasis agama dan moral menjadi benteng utama.
Kepala Sekolah SMP Assahaqiyah, Moh. Naufal Zidni, M.Pd., menilai antusiasme siswa dalam kegiatan ini menjadi sinyal positif bagi dunia pendidikan di Kota Bekasi.
”Kegiatan seperti ini sangat relevan untuk membangun fondasi karakter Islami yang kuat. Melalui PERSAMI, siswa belajar menghargai alam, bekerja sama, dan bertanggung jawab atas diri sendiri,” jelas Naufal.
Ia berharap, kegiatan kepanduan ini tidak berhenti sebagai seremonial tahunan saja, melainkan menjadi kultur yang melekat pada setiap siswa YPI Assahaqiyah dalam berinteraksi sosial di lingkungan rumah maupun sekolah.
Kegiatan PERSAMI ditutup pada Minggu siang dengan upacara pelantikan dan operasi semut (bersih-bersih) area perkemahan sebagai wujud cinta lingkungan.
Pihak yayasan berkomitmen untuk terus menyelenggarakan program serupa demi mendukung visi Kota Bekasi yang cerdas, kreatif, santun, dan ihsan.
Punya informasi kegiatan positif sekolah atau layanan publik di wilayah Anda? Laporkan kepada Redaksi RakyatBekasi.Com melalui saluran media sosial resmi kami.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








































