Harga Emas Picu Inflasi di Kota Bekasi, Pemkot Gencarkan Operasi Pasar Murah Jelang Nataru

- Jurnalis

Rabu, 12 November 2025 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wawali Abdul Harris Bobihoe menegaskan bahwa operasi pasar murah akan digelar secara masif di seluruh wilayah kecamatan di Kota Bekasi.

Wawali Abdul Harris Bobihoe menegaskan bahwa operasi pasar murah akan digelar secara masif di seluruh wilayah kecamatan di Kota Bekasi.

KOTA BEKASI – Kenaikan harga emas perhiasan secara signifikan menjadi penyumbang utama inflasi di Kota Bekasi menjelang periode akhir tahun 2025. Menghadapi situasi ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi meningkatkan kewaspadaan dan segera mengambil langkah intervensi harga.

​Langkah ini diambil untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok dan menjaga daya beli masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

​Kewaspadaan Inflasi Nasional dan Lokal

​Isu inflasi ini menjadi perhatian serius, baik di tingkat daerah maupun pusat. Hal ini mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar pada Selasa (11/11) kemarin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyatakan bahwa meskipun dalam kewaspadaan, kondisi inflasi di Kota Bekasi masih relatif terkendali.

​”Alhamdulillah inflasi kita cukup bagus, kita hanya berada di angka 2 koma sekian. Jadi saya kira Kota Bekasi itu ada di tengah-tengah, tidak tinggi, tidak juga rendah,” ucap Harris melalui keterangannya, Rabu (12/11/2025).

​Data BPS: Emas Perhiasan Penyumbang Tertinggi

​Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Kota Bekasi secara Year on Year (y-on-y) per Oktober 2025 tercatat sebesar 2,84 persen.

​Sementara itu, inflasi Month to Month (m-to-m) untuk bulan Oktober adalah 0,57 persen, dan inflasi Year to Date (y-to-d) atau sepanjang tahun berjalan mencapai 2,33 persen.

​Laporan BPS merinci bahwa andil inflasi tertinggi pada bulan Oktober disumbang oleh komoditas berikut:

  • ​Emas perhiasan
  • ​Cabai merah
  • ​Daging ayam ras
  • ​Telur ayam ras
  • ​Air kemasan

Peringatan Mendagri

​Faktor dominan emas perhiasan ini sejalan dengan peringatan yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dalam rakor tersebut.

​”Memang tadi Pak Mendagri juga menyampaikan inflasi tertinggi itu adalah dari segi emas, (karena) orang banyak ternyata beli emas,” kata Harris, mengonfirmasi arahan dari pemerintah pusat.

​Intervensi Harga: Pemkot Gelar Operasi Pasar Murah

​Sebagai langkah mitigasi konkret, Pemkot Bekasi kini fokus mengendalikan harga bahan pokok (bapok) menjelang Nataru. Salah satu upaya utamanya adalah melalui operasi pasar murah.

​Menurut Harris, operasi pasar murah ini akan digelar secara masif di 12 kecamatan di seluruh wilayah Kota Bekasi.

​”Ini merupakan rangkaian dari operasi pasar yang dilaksanakan di seluruh kecamatan. 12 kecamatan akan kita datangi secara pelaksanaan,” tambahnya. Program ini dijadwalkan berlangsung hingga 25 November mendatang.

Rencana Intervensi Lanjutan

​Intervensi harga tidak akan berhenti di bulan November. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi, Ika Indah Yarti, menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan program lanjutan.

​Program tersebut akan dilaksanakan pada bulan Desember untuk menjaga stabilitas harga tetap terjaga selama puncak musim liburan.

​”Rencananya di awal Desember kita ada subsidi pasar, bekerja sama dengan Bulog,” pungkas Ika Indah Yarti.

Apa langkah Anda untuk mengantisipasi kenaikan harga jelang akhir tahun? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar di bawah.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Darurat Sampah 2028: Sekda Kota Bekasi Gencarkan Aksi Korve
Proyek Flyover Bulak Kapal Dikebut! Distaru Kota Bekasi Tertibkan 9 Bangunan untuk Urai Kemacetan
Target Terlampaui, Pencetakan KIA di Kota Bekasi Kalahkan Capaian Nasional
Dari 85 ke 93 Persen, Bapenda Kota Bekasi Kebut Realisasi PAD 2026 Tanpa Kebocoran
Camat Bekasi Barat Pastikan 15 Kafe di Pasar Bintara Resmi Tutup
DPRD Ingatkan Pembahasan UMK Kota Bekasi 2026 Harus Berbasis Data, Bukan Tekanan Politik
DPRD Kota Bekasi Pasang Badan: Proyek PLTSa Bersama Danantara Harus Menguntungkan Warga Bantargebang
Komisi II DPRD Kota Bekasi: Transisi Sanitary Landfill TPA Sumurbatu Tetap Berjalan Iringi Proyek PSEL
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:05 WIB

Darurat Sampah 2028: Sekda Kota Bekasi Gencarkan Aksi Korve

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:24 WIB

Proyek Flyover Bulak Kapal Dikebut! Distaru Kota Bekasi Tertibkan 9 Bangunan untuk Urai Kemacetan

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:53 WIB

Target Terlampaui, Pencetakan KIA di Kota Bekasi Kalahkan Capaian Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:43 WIB

Dari 85 ke 93 Persen, Bapenda Kota Bekasi Kebut Realisasi PAD 2026 Tanpa Kebocoran

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:47 WIB

Camat Bekasi Barat Pastikan 15 Kafe di Pasar Bintara Resmi Tutup

Berita Terbaru

Rombongan massa buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bekasi mengenakan seragam biru saat melakukan konvoi sepeda motor menyusuri jalur Kalimalang menuju Jakarta. Pergerakan ini merupakan bagian dari aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (01/05/2026). (Foto: Istimewa/RakyatBekasi.Com)

Bekasi

Tolak PHK! 15 Ribu Buruh FSPMI Bekasi Kepung Jakarta

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:35 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x