BEKASI – Kondisi Jalan Chairil Anwar, Kota Bekasi, kini dilaporkan telah mulus setelah menjalani perbaikan intensif oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA). Meskipun perbaikan ini disambut baik untuk kelancaran arus lalu lintas menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, muncul kekhawatiran baru terkait penyalahgunaan jalan sebagai ajang balap liar.
Antisipasi Balap Liar di Jalur Protokol
Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, memberikan peringatan tegas agar kemulusan aspal di Jalan Chairil Anwar tidak disalahgunakan. Ia mewaspadai munculnya aksi balap liar yang kerap terjadi pada momentum malam pergantian tahun.
”Yang diharapkan dan harus diwaspadai, jangan sampai di depan Gedung DPRD ini dipakai trek-trekan di malam hari. Pemerintah Kota harus menertibkan hasil perbaikan jalan itu supaya jangan disalahgunakan,” ujar Sardi kepada wartawan pada Rabu (17/12/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sardi mengapresiasi respons cepat DBMSDA dalam memperbaiki kerusakan jalan yang selama ini dikeluhkan warga. Menurutnya, perbaikan ini sangat krusial untuk menekan angka kecelakaan akibat jalan berlubang.
”Ini respon cepat dari Dinas BMSDA dalam menanggapi masukan warga dan permintaan DPRD. Kualitas jalannya harus dijaga agar tidak ada lagi masyarakat yang terjatuh di jalan-jalan rusak,” tambahnya.
Progres Perbaikan Jalan Mencapai 80 Persen
Secara terpisah, Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, menyatakan bahwa pihaknya terus memantapkan persiapan infrastruktur jalur mudik dan wisata jelang Nataru 2026. Berdasarkan data terkini, realisasi perbaikan jalan di seluruh wilayah Kota Bekasi telah mencapai angka 80 persen.
”Insyaallah target selesai di pertengahan Desember sesuai jadwal. Kami rutin melakukan perbaikan menjelang Nataru dan Lebaran. Kolaborasi dengan Dishub dan Satlantas Polres juga sudah berjalan sangat baik,” jelas Idi Sutanto.
Pihak DBMSDA juga melakukan penyisiran ulang di berbagai titik strategis untuk memastikan tidak ada lubang yang membahayakan pengendara, termasuk rencana pengaspalan di Jalan KH Noer Ali pada pekan ini.
Mengenal Pembagian Kewenangan Jalan di Bekasi
Dalam proses percepatan perbaikan ini, Idi menjelaskan bahwa tidak semua ruas jalan berada di bawah wewenang Pemerintah Kota Bekasi. Terdapat pembagian tanggung jawab antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota sebagai berikut:
- Wewenang Pemerintah Pusat: Jalan Ahmad Yani dan Jalan Cut Mutia (sebagian).
- Wewenang Pemerintah Provinsi Jawa Barat: Jalan Siliwangi dan Jalan Perjuangan.
- Wewenang Pemerintah Kota Bekasi: Jalan KH Noer Ali (Kalimalang), Jalan M. Hasibuan, dan Jalan Chairil Anwar.
Langkah koordinasi terus dilakukan agar jalan yang menjadi kewenangan pusat maupun provinsi juga mendapatkan penanganan serupa demi kenyamanan warga Bekasi.
Harapan untuk Kelancaran Nataru 2026
DPRD Kota Bekasi berharap DBMSDA dan seluruh jajaran terkait tetap sigap hingga masa angkutan Nataru berakhir. Sardi Effendi menekankan pentingnya menjaga jalur Pantura yang melintasi Bekasi agar tetap dalam kondisi prima.
”Jalan yang rusak atau berlubang di jalur Pantura harus terus dirapikan. Dinas BMSDA harus mendukung penuh kebijakan Nataru sesuai hasil rapat Forkopimda kemarin demi memperlancar lalu lintas,” pungkas Sardi.
Bagaimana pendapat Anda mengenai kondisi jalan di wilayah Anda menjelang akhir tahun ini? Tuliskan di kolom komentar atau laporkan melalui kanal resmi Pemerintah Kota Bekasi jika masih menemukan titik kerusakan.
Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








































