Tindak Lanjuti Temuan BPK, Pemkot Bekasi Siapkan Perda Khusus Penyertaan Modal BUMD

- Jurnalis

Senin, 6 Oktober 2025 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Wali Kota Bekasi.

Kantor Wali Kota Bekasi.

BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mengambil langkah proaktif untuk menyempurnakan tata kelola keuangan daerah dengan menyusun Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) khusus mengenai Penyertaan Modal Pemerintah kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat untuk Tahun Anggaran 2024.

​Langkah ini diambil untuk memperkuat landasan hukum dan meningkatkan akuntabilitas dalam setiap investasi yang dilakukan pemerintah pada perusahaan-perusahaan daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Klarifikasi Pemkot atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK

Melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Inayatulah, Pemkot Bekasi memberikan klarifikasi terkait catatan BPK. Dalam LHP tersebut, BPK menyebutkan bahwa “pengeluaran pembiayaan belum memiliki dasar penetapan yang memadai.”

​Pemkot Bekasi menegaskan bahwa BPK tidak menyatakan penyertaan modal tersebut ilegal atau tanpa dasar hukum sama sekali.

“Penting untuk dipahami, BPK tidak menyatakan bahwa Penyertaan Modal kepada BUMD tidak memiliki dasar hukum. Catatannya adalah pada dasar penetapan yang perlu disempurnakan,” ujar Inayatulah dalam keterangan resminya, Senin (06/10/2025).

Dasar Hukum yang Digunakan Pemkot Bekasi Selama Ini

​Selama ini, menurut pemerintah, pelaksanaan penyertaan modal pada BUMD di Kota Bekasi untuk Tahun Anggaran 2024 telah berlandaskan pada dua peraturan yang ada, yaitu:

  1. Peraturan Daerah Kota Bekasi tentang Pembentukan masing-masing BUMD, yang di dalamnya telah mengatur tentang Modal Dasar Perusahaan.
  2. Peraturan Daerah Kota Bekasi tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2024, yang mengalokasikan dana tersebut.

​Meski demikian, untuk memenuhi rekomendasi BPK dan meningkatkan kualitas tata kelola, Pemkot Bekasi memandang perlu adanya satu Perda yang secara spesifik mengatur mekanisme penyertaan modal.

Langkah Proaktif: Pembentukan Raperda Penyertaan Modal 2026

​Sebagai bentuk komitmen perbaikan, Pemkot Bekasi akan menindaklanjuti temuan BPK dengan menyusun Raperda tentang Penyertaan Modal kepada BUMD yang akan mulai berlaku untuk Tahun Anggaran 2026.

​Proses pembentukan payung hukum baru ini sudah berjalan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Bagian Hukum dan telah membentuk Tim Penyusun Raperda. Usulan ini juga sudah masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda),” jelas Baba Inay sapaan akrabnya.

Pihaknya menargetkan pembahasan Raperda ini dengan DPRD Kota Bekasi dapat segera dilaksanakan dalam waktu dekat.

​”Kami harapkan tahun ini juga (2025) pembahasan dengan DPRD bisa segera dilaksanakan, sebelum akhirnya nanti disahkan melalui Rapat Paripurna,” tutupnya.

Pentingnya Regulasi Khusus untuk BUMD

Adanya Perda khusus penyertaan modal dianggap krusial untuk memberikan kepastian hukum yang lebih kuat bagi Pemkot Bekasi dalam menginvestasikan dana publik ke BUMD.

Regulasi ini nantinya akan mengatur secara rinci mengenai tujuan, mekanisme, evaluasi, serta pelaporan dari setiap penyertaan modal yang dilakukan, sehingga memastikan dana tersebut digunakan secara efektif untuk meningkatkan pelayanan publik dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

​Bagaimana pendapat Anda tentang langkah Pemkot Bekasi dalam menindaklanjuti temuan BPK ini? Sampaikan pandangan Anda di kolom komentar.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Kota Bekasi Darurat Narkoba! Modus ‘Tempel’ Sindikat Tembus Rp2,57 Miliar
WFH Pemkot Bekasi Pekan Kedua, Satpol PP Sweeping Kendaraan BBM Milik ASN
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Lantik 50 Kepsek SD dan SMP Negeri
WFH dan Jumat Tanpa BBM Pekan Kedua: Sejumlah Kendaraan ASN Parkir Di Luar Pemkot Bekasi
Asrama Haji Bekasi Bersolek, Siap Sambut 28 Kloter Jemaah Perdana Pekan Esok
Bom Waktu SPBE Cimuning Telan Satu Keluarga, Nyawa Bapak Menyusul Anak!
Wali Kota Tri Adhianto Janji Perketat Pengawasan WFH ASN Pemkot Bekasi
Pembangunan Tol Becakayu Berlanjut, DBMSDA Siap Bongkar Gapura Joyo Martono Selama Sepekan

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 19:08 WIB

​Kota Bekasi Darurat Narkoba! Modus ‘Tempel’ Sindikat Tembus Rp2,57 Miliar

Jumat, 17 April 2026 - 16:49 WIB

WFH Pemkot Bekasi Pekan Kedua, Satpol PP Sweeping Kendaraan BBM Milik ASN

Jumat, 17 April 2026 - 11:41 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Lantik 50 Kepsek SD dan SMP Negeri

Kamis, 16 April 2026 - 17:17 WIB

Asrama Haji Bekasi Bersolek, Siap Sambut 28 Kloter Jemaah Perdana Pekan Esok

Kamis, 16 April 2026 - 15:57 WIB

Bom Waktu SPBE Cimuning Telan Satu Keluarga, Nyawa Bapak Menyusul Anak!

Berita Terbaru

Tangkapan layar video amatir yang memperlihatkan Bus Biskita Transpatriot trayek Vida Bantargebang–Summarecon Bekasi (plat B 7755 KGA) menyemburkan asap hitam pekat saat melintas di Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, pada Senin (13/04/2026) sore.

Parlementaria

Biskita Transpatriot Ngebul, DPRD Semprot Dishub Bekasi!

Jumat, 17 Apr 2026 - 14:15 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca