Jelang Muscab II, KH Saifuddin Siroj Sentil Budaya Transaksional IKA PMII

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua MUI Kota Bekasi, KH Saifuddin Siroj.

Ketua MUI Kota Bekasi, KH Saifuddin Siroj.

Poin Utama:

  • Hapus Budaya Transaksional: Ketua MUI mendesak alumni PMII meninggalkan praktik pragmatis demi keuntungan instan.
  • Minim Kontribusi Nyata: IKA PMII dinilai belum memberikan solusi konkret bagi persoalan ekonomi dan sosial di Kota Bekasi.
  • Jaga Independensi: Organisasi diminta tetap kritis terhadap kebijakan Pemkot Bekasi yang tidak solutif.
  • Momentum Evaluasi: Muscab menjadi ajang perbaikan total dari kepengurusan sebelumnya.

​Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, KH Saifuddin Siroj, mendesak Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) untuk meninggalkan budaya transaksional.

Ia menekankan pentingnya organisasi kembali pada khittah intelektual dan moral demi memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Apa Pesan Khusus Ketua MUI untuk Peserta Muscab PMII?

​Sorotan tajam diberikan oleh tokoh ulama Kota Bekasi ini terhadap potensi praktik pragmatisme politik di lingkungan alumni mahasiswa.

Sebagai senior dan alumni, ia meminta agar kepengurusan baru nanti berani memutus mata rantai kebiasaan lama yang kontraproduktif.

​”Sudahi pola-pola lama yang transaksional. Itu wajib dihindari. Pola seperti itu tidak menguntungkan organisasi, yang ada hanya mencari keuntungan instan semata,” tegas KH Saifuddin Siroj kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di Kota Bekasi, Jumat (09/01/2026).

​Menurutnya, IKA PMII merupakan wadah berkumpulnya kaum intelektual yang membawa nama besar Nahdlatul Ulama (NU).

Oleh karena itu, parameter kepemimpinan harus berbasis pada keilmuan dan kearifan, bukan sekadar dorongan emosional atau kepentingan jangka pendek.

​Bagaimana Kontribusi IKA PMII bagi Kota Bekasi Selama Ini?

​Kiai Saifuddin juga mempertanyakan efektivitas dan sumbangsih nyata organisasi alumni tersebut terhadap dinamika pembangunan di Kota Bekasi. Ia menilai, sejauh ini kehadiran IKA PMII belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat luas, baik dalam memberikan solusi ekonomi maupun sosial.

​”Apa solusi yang diberikan IKA PMII kepada Kota Bekasi? Baik dalam masalah politik, sosial, maupun ekonomi, itu belum terasa (dampaknya). Harapannya ke depan, calon ketua harus memiliki pemikiran konseptual yang bisa dipertanggungjawabkan,” tuturnya.

​Ia berharap ketua terpilih nantinya bukan hanya sekadar figur populer, melainkan sosok yang memiliki konsep matang untuk menjawab tantangan zaman dan kebutuhan warga Kota Patriot.

​Mengapa IKA PMII Harus Tetap Kritis Terhadap Pemkot Bekasi?

​Dalam konteks hubungan dengan pemerintah, Ketua MUI mengingatkan pentingnya menjaga marwah dan independensi organisasi. Sinergi dengan Pemkot Bekasi memang diperlukan, namun daya kritis kaum pergerakan tidak boleh tumpul.

​”Kita boleh mendukung program kemasyarakatan, tapi ketika kebijakan tidak solutif, kita harus berani mengkritisi. Harus ada masukan segera jika ada hal yang tidak baik,” tambahnya.

​Menutup pernyataannya, ia meminta momen pergantian pengurus ini dijadikan ajang evaluasi total. Kepengurusan baru wajib mengambil pelajaran dari kekurangan masa lalu demi kemajuan organisasi dan Kota Bekasi di masa depan.

​Muscab IKA PMII Kota Bekasi diharapkan berjalan kondusif dan menghasilkan pemimpin yang berintegritas.

Mari kita kawal bersama proses demokrasi di tubuh organisasi alumni mahasiswa ini agar menghasilkan output terbaik bagi masyarakat.

Punya informasi atau keluhan layanan publik di wilayah Anda? Laporkan segera ke Redaksi RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rusuh di HNM Jatisampurna: Jam Operasional Dilanggar, Ketegasan Pemkot Bekasi Diuji!
Kebakaran TPST Bantargebang Bikin Warga Panik, Lurah Ciketing Udik Beberkan Dugaan Penyebabnya
Zona 3 TPST Bantargebang Terbakar Akibat El Nino, Pemkot Bekasi Gerak Cepat Pastikan Api Tak Meluas
Kontrak TPST Bantargebang Berakhir 26 Oktober 2026, Ini Langkah Kritis Pemkot Bekasi
Berantas Kabel Semrawut, Wali Kota Bekasi Targetkan Proyek Ducting Bawah Tanah Rampung 3 Tahun
Telan APBD Rp5 Miliar, Progres Pembangunan Wall Climbing Patriot Baru Capai 25 Persen
DPRD Minta Belanja Pegawai Ditekan dan Atasi Krisis Guru, Ini Respons Wali Kota Bekasi
Ironi Jelang MoU Berakhir: TPST Bantargebang Terbakar Hebat, Alarm Keras untuk Pemkot Bekasi!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 11:19 WIB

Rusuh di HNM Jatisampurna: Jam Operasional Dilanggar, Ketegasan Pemkot Bekasi Diuji!

Senin, 14 September 2026 - 10:07 WIB

Kebakaran TPST Bantargebang Bikin Warga Panik, Lurah Ciketing Udik Beberkan Dugaan Penyebabnya

Senin, 14 September 2026 - 09:14 WIB

Zona 3 TPST Bantargebang Terbakar Akibat El Nino, Pemkot Bekasi Gerak Cepat Pastikan Api Tak Meluas

Senin, 14 September 2026 - 08:26 WIB

Berantas Kabel Semrawut, Wali Kota Bekasi Targetkan Proyek Ducting Bawah Tanah Rampung 3 Tahun

Senin, 14 September 2026 - 08:13 WIB

Telan APBD Rp5 Miliar, Progres Pembangunan Wall Climbing Patriot Baru Capai 25 Persen

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari RakyatBekasi.Com

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x