Poin Utama:
- Target penyelesaian Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Bekasi jatuh pada akhir Juni 2026.
- Pemkot Bekasi melalui DBMSDA akan memasang pot tanaman estetis di sepanjang median Jalan Ir. H. Juanda.
- Pemasangan pembatas bertujuan memblokir akses warga yang kerap nekat menyeberang jalan sembarangan demi keselamatan berlalu lintas.
Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) menargetkan pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Bekasi rampung pada akhir Juni 2026.
Seiring penyelesaian proyek tersebut, Pemkot Bekasi juga akan memasang pot tanaman di sepanjang median Jalan Ir. H. Juanda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah strategis ini diambil untuk menertibkan penumpang KRL Commuter Line agar tidak lagi menyeberang jalan sembarangan dan mengurai kesemrawutan lalu lintas.
Kapan JPO Stasiun Bekasi Selesai Dibangun?
Pembangunan JPO yang terintegrasi langsung dengan kawasan Stasiun Bekasi ini ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026.
Kerangka utama JPO saat ini sudah mulai terlihat berdiri kokoh melintang di atas Jalan Ir. H. Juanda, meski proses penyelesaian akhir masih bergantung pada kondisi cuaca.
Kehadiran JPO ini sangat mendesak. Kondisi lalu lintas di depan stasiun seringkali tersendat akibat tingginya volume pejalan kaki yang bercampur dengan arus kendaraan bermotor, angkutan umum, hingga ojek daring yang menumpuk di bahu jalan.
Mengapa Pemkot Bekasi Memasang Pot di Median Jalan Juanda?
Pemasangan pot tanaman di median jalan bertujuan untuk memblokir akses pejalan kaki yang selama ini nekat menyeberang langsung melintasi jalan raya.
Setelah JPO resmi beroperasi, seluruh akses penyeberangan akan diwajibkan melalui jembatan tersebut demi alasan keselamatan.
”Rencananya kita pengen nanti di tengah pedestrian, kita desain kayak pot-pot tumbuhan kecil. Agar orang engga bisa lalu-lalang sembarang menyeberang,” kata Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Jumat (22/05/2026).
Apa Alasan Memilih Pot Tanaman Dibandingkan Pagar Besi?
Pemkot Bekasi menilai penggunaan pot tanaman memanjang jauh lebih unggul secara estetika dibandingkan memasang pagar besi permanen yang terkesan kaku dan mempersempit badan jalan.
Desain pot dirancang khusus agar tinggi namun pipih, sehingga efektif memblokir pergerakan orang tanpa merusak tata kota.
”Nanti kita kasih pot tumbuhan tinggi gitu. Tapi tipis dia, agak manjang di median jalan. Jadi orang udah gak bisa lalu-lalang langsung lewat bawah,” kata Idi.
Langkah inovatif ini memberikan beberapa keuntungan ganda bagi infrastruktur Kota Bekasi, di antaranya:
- Meningkatkan Keselamatan: Menekan angka risiko kecelakaan lalu lintas akibat pejalan kaki yang menyeberang sembarangan di titik buta kendaraan.
- Menambah Estetika Kota: Menghadirkan sabuk hijau (Ruang Terbuka Hijau mini) di tengah padatnya lalu lintas kawasan stasiun.
- Memaksimalkan Fungsi JPO: Mendorong masyarakat untuk disiplin menggunakan fasilitas JPO yang telah dibangun dengan anggaran daerah.
Penataan kawasan Stasiun Bekasi memang mendesak dilakukan mengingat tingginya mobilitas warga komuter setiap harinya.
Diharapkan, rampungnya infrastruktur ini tidak hanya memperlancar arus lalu lintas di Jalan Ir. H. Juanda, tetapi juga meningkatkan budaya disiplin masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Bagaimana pendapat Anda tentang wajah baru penataan Jalan Ir. H. Juanda ini? Bagikan tanggapan Anda di kolom komentar dan baca terus artikel terkait tata kota dari Pemkot Bekasi lainnya hanya di RakyatBekasi.com!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.












