Poin Utama:
- Target Waktu Penghentian: H-10 arus mudik Lebaran 2026.
- Lokasi Prioritas: Jalan Ir. H. Juanda (JPO Stasiun Bekasi) dan Jalan KH Noer Ali (Kalimalang).
- Fokus Pengerjaan: Merampungkan area pedestrian tanpa membuka area konstruksi baru yang berpotensi memicu kemacetan.
- Instansi Penanggung Jawab: Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi.
Persiapan Arus Mudik 2026, Pemkot Bekasi Kebut Infrastruktur
Menyambut masa angkutan mudik Lebaran 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus mematangkan persiapan infrastruktur lalu lintas, khususnya di jalur-jalur utama arteri.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, secara tegas menginstruksikan agar seluruh tambahan pengerjaan proyek galian dihentikan pada H-10 Lebaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kebijakan ini diambil guna memastikan kelancaran jalan, kenyamanan, serta keselamatan para pemudik yang akan melintasi wilayah Kota Bekasi menuju kampung halaman.
Penghentian Sementara Proyek JPO Stasiun Bekasi
Salah satu titik yang menjadi sorotan utama adalah proyek pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan Stasiun Bekasi, tepatnya di Jalan Ir. H. Juanda.
Wali Kota Bekasi meminta agar tidak ada lagi aktivitas penggalian baru menjelang masa mudik.
”Hari-hari ini kita akan menghadapi angkutan Lebaran. H-10 sudah tidak ada galian. Makanya pekerjaan yang di Jalan Juanda itu pada H-10 harus berhenti. Galian sudah cukup sampai di depan stasiun saja,” ungkap Tri Adhianto di Bekasi, Rabu (04/03/2026).
Ia menekankan bahwa pengerjaan saat ini hanya difokuskan pada penyelesaian area pedestrian. Konstruksi dilarang keras merambah ke area seberang stasiun agar tidak menimbulkan kemacetan baru.
”Yang sebelah kanannya tidak usah dikerjakan dulu. Karena kalau itu tetap dikerjakan, pasti secara waktu pekerjaan konstruksi akan melewati batas H-10,” tambahnya.
Jalur Kalimalang Menjadi Perhatian Khusus
Selain kawasan stasiun, kelancaran di jalur arteri juga menjadi prioritas. Wali Kota Bekasi mengingatkan jajarannya untuk memastikan perbaikan di sepanjang Jalur Kalimalang (Jalan KH Noer Ali) sudah rampung, atau minimal seluruh pekerjaan fisik dihentikan sementara sebelum masa mudik berlangsung.
”Yang ada di Kalimalang, perhatikan betul, itu adalah proyek strategis nasional. Jadi mutu pekerjaan harus tetap kita jaga, namun kelancaran jalur ini juga menjadi perhatian utama,” imbuh Tri.
Jalur Kalimalang merupakan urat nadi utama bagi jutaan pemudik, khususnya pengguna kendaraan roda dua dari arah Jakarta menuju Jawa Barat hingga Jawa Tengah.
Tindak Lanjut Dinas DBMSDA Kota Bekasi
Merespons instruksi tersebut, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, menyatakan bahwa pihaknya telah menginstruksikan jajaran di lapangan untuk segera menindaklanjuti arahan tersebut.
”Tadi ada penekanan dari Pak Wali Kota terkait pedestrian Stasiun Bekasi. Nanti kita optimalkan, memang saat ini progresnya hampir selesai. Makanya kita tidak lanjut menggali titik baru. Maksimal area yang sudah kita gali saja yang difokuskan penyelesaiannya,” tutur Idi.
Idi juga menjamin bahwa pembangunan JPO Stasiun Bekasi hanya memakan sebagian jalur pedestrian untuk keperluan fondasi besi bawah tanah, sehingga tidak akan memakan atau merusak badan jalan utama.
”Jalannya dipastikan masih bagus. Pedestriannya perlahan sudah mulai kita tata. Pengguna stasiun akan kita fasilitasi secara bertahap, dan nantinya dengan adanya JPO, penyeberangan akan menjadi jauh lebih tertib dan aman,” tutupnya.
Bagaimana pendapat Anda tentang kebijakan Pemkot Bekasi ini? Bagikan artikel ini kepada keluarga dan kerabat yang berencana mudik melewati jalur Bekasi tahun ini agar mereka mendapatkan informasi terbaru!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















