Poin Utama:
- Penerima Penghargaan: 5 sekolah (1 SD, 2 SMP, 1 SMA, 1 SMK) di Kota Bekasi meraih predikat Adiwiyata Nasional 2025.
- Penyelenggara: Penghargaan diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI.
- Fokus Penilaian: Bukan sekadar administrasi, melainkan pembiasaan perilaku hidup bersih, pengelolaan sampah, dan ruang terbuka hijau.
- Target Lanjutan: Pemkot Bekasi menargetkan sekolah-sekolah ini naik kelas ke jenjang Adiwiyata Mandiri melalui pendampingan intensif.
Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan di Kota Bekasi. Sebanyak lima sekolah berhasil meraih Penghargaan Adiwiyata Nasional 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) berkat komitmen konsisten dalam menerapkan budaya lingkungan hidup di lingkungan sekolah.
Sekolah Mana Saja yang Meraih Adiwiyata Nasional 2025 di Bekasi?
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, penghargaan bergengsi bidang lingkungan ini diberikan kepada sekolah dari berbagai jenjang pendidikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengonfirmasi daftar penerima penghargaan tersebut saat melakukan kunjungan lapangan.
Berikut adalah daftar 5 sekolah penerima Adiwiyata Nasional 2025:
- SD Negeri Mustikajaya 4 (Kecamatan Mustikajaya)
- SMP Negeri 7 Kota Bekasi
- SMP Negeri 32 Kota Bekasi
- SMA Negeri 15 Kota Bekasi (Kecamatan Bantargebang)
- SMK Negeri 8 Kota Bekasi
”Tentunya ini diawali dengan inisiatif dari Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan pastinya ini menjadi kinerja bersama dari seluruh stakeholder, mulai dari sekolah. Kemudian Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan Kota Bekasi, kemudian juga Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat,” kata Kiswatiningsih kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat meninjau lokasi di SMA Negeri 15 Kota Bekasi, Kelurahan Ciketing Udik, Selasa (06/01/2026).
Bagaimana Proses Penilaian Adiwiyata Dilakukan?
Pencapaian ini tidak diraih secara instan. Kiswatiningsih menjelaskan bahwa program Adiwiyata memiliki proses berjenjang yang ketat.
Sekolah harus lolos penilaian di Tingkat Kota, kemudian naik ke Tingkat Provinsi Jawa Barat, sebelum akhirnya dinilai layak masuk ke level Nasional oleh Kementerian.
Faktor kunci keberhasilan sekolah-sekolah ini terletak pada implementasi nyata, bukan sekadar kelengkapan dokumen.
Aspek yang dinilai meliputi pengelolaan sampah yang berkelanjutan, optimalisasi ruang terbuka hijau, hingga integrasi materi lingkungan hidup dalam kurikulum.
”Program Adiwiyata bukan sekadar penilaian administratif semata, melainkan bentuk nyata dari upaya membangun kesadaran dan karakter peduli lingkungan sejak usia dini. Sehingga, sekolah diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan di masyarakat sekitar,” tegasnya.
Apa Target Pemkot Bekasi Selanjutnya?
Setelah meraih predikat Nasional, Pemkot Bekasi melalui DLH tidak akan berhenti melakukan pembinaan.
Pemerintah menargetkan kelima sekolah tersebut untuk meningkatkan statusnya ke level tertinggi, yakni Adiwiyata Mandiri.
DLH Kota Bekasi berkomitmen memberikan pendampingan khusus agar budaya lingkungan ini tetap lestari dan menular ke sekolah lain.
Kiswatiningsih berharap prestasi ini menjadi stimulan bagi sekolah-sekolah lain di 12 kecamatan se-Kota Bekasi untuk mulai berbenah.
”Harapannya, sekolah-sekolah yang sudah meraih Adiwiyata Nasional ini bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi sekolah lainnya di Kota Bekasi, sehingga semakin banyak sekolah yang berpartisipasi aktif dalam pelestarian lingkungan,” pungkasnya.
Keberhasilan ini diharapkan dapat memicu kolaborasi yang lebih luas antara pihak sekolah, orang tua murid, dan masyarakat sekitar untuk menciptakan lingkungan Kota Bekasi yang lebih asri dan sehat.
Punya informasi seputar prestasi sekolah atau isu lingkungan di wilayah Anda? Silakan lapor atau berbagi informasi kepada redaksi RakyatBekasi.Com melalui saluran media sosial kami.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















