Poin Utama:
- Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkot Bekasi mencatat 2.397 kasus baru Tuberkulosis (TBC) selama triwulan pertama (Januari–Maret) 2026.
- Infeksi didominasi oleh kelompok usia produktif sebanyak 1.643 orang akibat transmisi kontak erat.
- Tingkat keberhasilan pengobatan di Kota Bekasi baru menyentuh angka 49 persen dari target nasional 90 persen.
- Pemkot Bekasi menjamin seluruh biaya skrining dan pengobatan TBC gratis di berbagai Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes).
Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membunyikan alarm kewaspadaan usai mendeteksi 2.397 kasus Tuberkulosis (TBC) sepanjang triwulan pertama tahun 2026.
Angka infeksi yang didominasi oleh kelompok usia produktif ini menjadi ancaman serius bagi stabilitas produktivitas dan kesejahteraan keluarga di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Masifnya penularan bakteri Mycobacterium tuberculosis ini menuntut langkah taktis, terlebih di tengah rendahnya kepatuhan pasien dan masih kuatnya stigma negatif di akar rumput.
Mengapa Kasus TBC Usia Produktif di Kota Bekasi Sangat Tinggi?
Lonjakan 1.643 kasus pada usia produktif dari total 2.397 penderita sebagian besar dipicu oleh kontak erat di dalam satu rumah tangga maupun lingkungan terdekat.
Deteksi masif ini merupakan hasil dari intensifikasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menyasar siswa sekolah hingga masyarakat umum melalui puskesmas dan posyandu.
”Kondisi tersebut memberi sinyal penanganan penyakit menular ini mesti terus diperkuat. Walaupun, secara penyebaran penyakit TBC sendiri disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis ini menjadi perhatian pemerintah,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bekasi, Vevie Herawati, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Senin (18/05/2026).
Apa Kendala Utama Pengobatan TBC di Pemkot Bekasi?
Tingkat keberhasilan pengobatan TBC di Kota Bekasi saat ini baru mencapai 49 persen, masih berjarak cukup jauh dari target ideal yang ditetapkan sebesar 90 persen.
Penanganan yang berlarut-larut ini sering kali menemui jalan buntu karena tingkat kepatuhan pasien yang merosot drastis selama periode konsumsi obat.
”Faktor lain yang menyebabkan tuntasnya pengobatan karena petugas hilang kontak dengan pasien. Hal ini pula disebabkan, karena pasien pindah alamat tanpa pemberitahuan,” ungkap Vevie.
Petugas kesehatan di lapangan menghadapi sejumlah tantangan pelik yang menghambat proses penyembuhan, di antaranya:
- Stigma Negatif: Penderita merasa malu dan takut dikucilkan dari pergaulan sosial jika status kesehatannya diketahui tetangga.
- Kejenuhan Medis: Durasi pengobatan yang panjang memicu pasien menghentikan konsumsi obat secara sepihak saat merasa gejalanya mereda.
- Penolakan Edukasi: Keengganan pasien menerima kunjungan rumah oleh petugas kesehatan karena alasan privasi.
- Pemalsuan Data: Pasien kerap memberikan alamat palsu atau pindah domisili tanpa laporan, sehingga memutus rantai pelacakan dan distribusi obat.
Bagaimana Kebijakan Wali Kota Bekasi Tangani Tuberkulosis?
Pemkot Bekasi telah mengambil langkah strategis melalui penerbitan Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor 400.7/Kep.539-Dinkes/IX/2025 tentang Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Kota Bekasi.
Melalui regulasi ini, seluruh kelurahan kini diwajibkan memiliki tim jejaring layanan terpadu yang bernaung di bawah payung program Kecamatan Bebas Tuberkulosis (Kebas TB).
Pemerintah daerah juga memastikan agar tidak ada hambatan finansial bagi warga yang membutuhkan akses kesehatan.
”Untuk pengobatan TBC di Kota Bekasi gratis,” tegas Vevie.
Penuntasan rantai penularan TBC bukan sekadar tanggung jawab instansi kesehatan, melainkan butuh partisipasi aktif warga untuk mendobrak stigma dan saling mengingatkan kepatuhan berobat. Jangan biarkan rasa malu menghalangi kesembuhan Anda dan keluarga.
Punya pengalaman atau keluhan terkait fasilitas skrining TBC di puskesmas maupun posyandu terdekat seperti di Rawalumbu atau Jatiasih? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar di bawah! Terus perbarui informasi seputar kebijakan kesehatan daerah hanya di rakyatbekasi.com.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















