Pedagang Daging Sapi Kembali Berjualan di Pasar Tradisional Kota Bekasi

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana lapak pedagang daging sapi di Pasar Baru Bekasi yang diprediksi akan kosong mulai Kamis (22/01/2026) akibat aksi mogok massal menuntut penurunan harga sapi impor.

Suasana lapak pedagang daging sapi di Pasar Baru Bekasi yang diprediksi akan kosong mulai Kamis (22/01/2026) akibat aksi mogok massal menuntut penurunan harga sapi impor.

Poin Utama:

  • Durasi Mogok: Pedagang sempat berhenti berjualan selama 3 hari (22-24 Januari) akibat tingginya harga sapi potong.
  • Harga Terkini: Harga daging sapi di pasar tradisional Kota Bekasi terpantau dikisaran Rp130.000 – Rp140.000 per kilogram.
  • Alasan Kembali: Pedagang khawatir kehilangan pelanggan yang beralih ke pasar modern/ritel jika mogok diteruskan.
  • Total Lapak: Sebanyak 119 kios daging sapi di 11 pasar tradisional mulai beroperasi kembali secara bertahap.

KOTA BEKASI – Aktivitas perdagangan daging sapi di 11 pasar tradisional se-Kota Bekasi mulai berangsur normal, Selasa (27/01/2026).

Ratusan pedagang memutuskan kembali menggelar lapak mereka setelah sempat melakukan aksi mogok jualan selama tiga hari, terhitung sejak Kamis (22/01) hingga Sabtu (24/01) lalu, meski harga beli dari importir masih dirasa mencekik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Pedagang Daging di Bekasi Memilih Kembali Berjualan?

​Keputusan para pedagang untuk mengakhiri aksi mogok didasari oleh kekhawatiran kehilangan konsumen tetap.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagperin) Kota Bekasi mencatat, selama masa mogok berlangsung, terjadi pergeseran perilaku konsumen yang beralih membeli daging beku atau daging segar di pasar modern dan ritel swalayan.

​”Karena dilaporkan dari para pedagang sapi, (mereka) kembali berjualan lantaran takut kehilangan konsumen. Karena pada saat mereka tidak berjualan atau melakukan aksi mogok, banyak konsumen yang membeli daging di Toko Modern maupun Ritel,” kata Analis Perdagangan Disdagperin Kota Bekasi, Eko Wijatmiko, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat ditemui di kantornya, Selasa (27/01/2026).

​Eko menambahkan, meski 119 kios pedagang daging sapi sudah mulai buka, keluhan terkait tingginya harga modal sapi timbang hidup impor masih menjadi isu utama.

Daya beli masyarakat yang menurun berbanding terbalik dengan lonjakan harga modal, membuat margin keuntungan pedagang semakin tipis.

​Berapa Harga Daging Sapi di Pasar Pondokgede dan Kranji Saat Ini?

​Berdasarkan pantauan di lapangan dan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga daging sapi masih bertengger di angka yang tinggi. Kenaikan signifikan tercatat di Pasar Pondokgede dan Pasar Kranji.

​Kepala Disdagperin Kota Bekasi, Ika Indah Yarti membenarkan bahwa meski pedagang sudah aktif, harga jual ke konsumen belum turun.

​”Walau baru sebatas sebagian dari mereka kembali aktif berjualan, catatan kami melaporkan harga daging sapi di Kota Bekasi masih berada di kisaran Rp140 ribu hingga Rp130 ribu per kilogram,” tegas Ika Indah Yarti kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Selasa (27/01/2026).

​Data spesifik harga per Selasa (27/01/2026) mencatat:

  • Pasar Pondokgede: Rp140.000/kg (Naik Rp5.000 dibanding pekan lalu yang berada di Rp135.000/kg).
  • Pasar Kranji: Rp140.000/kg.

​Apa Langkah Pemkot Bekasi Atasi Lonjakan Harga?

​Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tidak tinggal diam melihat keresahan pedagang dan konsumen. Disdagperin melaporkan telah mengirimkan surat resmi dengan tembusan kepada Kementerian Pertanian (Kementan). Langkah ini diambil untuk mendesak pemerintah pusat mengintervensi harga di tingkat hulu.

​Pemkot Bekasi berharap Kementan dapat segera menegur para importir atau bandar sapi agar menetralkan harga. Jika harga terus melambung tanpa kendali, tidak menutup kemungkinan para pedagang akan kembali merencanakan aksi mogok lanjutan, meskipun saat ini mereka masih menahan diri demi menjaga pelanggan.

​Kondisi pasar saat ini masih fluktuatif. Disdagperin akan terus memantau pergerakan harga harian untuk mencegah kelangkaan stok di masyarakat. Warga Kota Bekasi diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.

Punya informasi terkait lonjakan harga tak wajar di pasar sekitar Anda? Laporkan segera melalui kanal pengaduan layanan publik Pemkot Bekasi atau hubungi redaksi RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Petugas Gabungan Bongkar Paksa 8 Bangunan Liar di Jalan Nonon Sonthanie Bekasi Timur
Wali Kota Bekasi Lantik 44 Pejabat Administrator dan Pengawas
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Lantik 44 Pejabat Eselon 3 dan 4
Satpol PP Perketat Perbatasan Antisipasi PPKS di Kota Bekasi
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Rotasi 18 Kepala Puskesmas
Disdik Rancang Penerapan Tes Kemampuan Akademik untuk Guru
Investasi Kota Bekasi 2025 Tembus Rp 11,57 Triliun di Tengah Tantangan Ekonomi
Perumda Tirta Bhagasasi Siap Putuskan Kontrak Rekanan Swasta Kontraproduktif

Berita Terkait

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:57 WIB

Petugas Gabungan Bongkar Paksa 8 Bangunan Liar di Jalan Nonon Sonthanie Bekasi Timur

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:45 WIB

Wali Kota Bekasi Lantik 44 Pejabat Administrator dan Pengawas

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:26 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Lantik 44 Pejabat Eselon 3 dan 4

Jumat, 6 Februari 2026 - 15:30 WIB

Satpol PP Perketat Perbatasan Antisipasi PPKS di Kota Bekasi

Jumat, 6 Februari 2026 - 14:17 WIB

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Rotasi 18 Kepala Puskesmas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca