Pengelola Hutan Bambu Soroti Lambannya Penanganan Longsor di Margahayu Bekasi Timur

- Jurnalis

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi kerusakan infrastruktur di Wisata Hutan Bambu, RW 26 Kelurahan Margahayu, usai terdampak longsor akibat pengurasan Kali Bekasi, Minggu (15/02/2026).

Kondisi kerusakan infrastruktur di Wisata Hutan Bambu, RW 26 Kelurahan Margahayu, usai terdampak longsor akibat pengurasan Kali Bekasi, Minggu (15/02/2026).

​Poin Utama:

  • ​Lokasi Terdampak: RW 26, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur (Area Wisata Hutan Bambu).
  • ​Kerusakan Fisik: 4 saung wisata hanyut, akses jalan terputus (1,2m x 30m), 3 perahu wisata hilang, dan 2 rumah warga rusak.
  • ​Status Operasional: Ditutup sementara oleh Disparbud Kota Bekasi hingga waktu yang belum ditentukan.
  • ​Respons Wali Kota: Mengaku belum terima laporan komprehensif dan menyoroti status bangunan di bantaran sungai.

​Pengelola Wisata Hutan Bambu di RW 26, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, mengeluhkan lambannya respons Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dalam menangani dampak longsor yang meluluhlantakkan destinasi wisata tersebut.

Hingga kini, belum ada tindakan rekonsiliasi nyata dari dinas terkait pasca insiden pengosongan air Kali Bekasi yang memicu gerusan tanah ekstrem.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Apa Keluhan Utama Pengelola Wisata?

​Para pengelola mendesak adanya sinergi antar-dinas untuk segera membersihkan puing-puing sisa longsor yang tidak mampu ditangani secara swadaya.

Ketua Zona 1 Pengurus Wisata Hutan Bambu, Emar Maryasi, menegaskan bahwa bantuan alat berat atau tenaga dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk merapikan material bambu yang berserakan di tepian sungai.

​”Kita butuh bantuan untuk pembersihan bambu-bambu yang masih berantakan di tepian sungai. Lantaran, turut semrawut. Mungkin sisa-sisa bambunya masih bisa kita manfaatkan,” kata Emar Maryasi kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di lokasi kejadian, Minggu (15/02/2026).

​Emar menambahkan, percepatan penanganan sangat krusial agar kawasan tersebut tidak semakin terbengkalai.

Ia berharap Pemkot Bekasi segera turun tangan membantu pemulihan, mengingat Hutan Bambu merupakan salah satu ikon wisata kebanggaan warga Bekasi.

​Seberapa Parah Kerusakan Fasilitas Wisata?

​Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bekasi mencatat kerusakan yang terjadi cukup masif, mencakup area sepanjang kurang lebih 200 meter dengan kedalaman gerusan tanah mencapai 10 meter ke arah daratan. Akibat kondisi tanah yang labil, operasional wisata ditutup total untuk mencegah korban jiwa.

​”Kita tutup dulu (wisatanya). Karena kita belum tahu akan datang air lagi, sementara ini belum ada penanganan. Kalau ada air kiriman dan pintu air dibuka, ini masih bisa sliding lagi,” ujar Kepala Bidang Kepariwisataan Disparbud Kota Bekasi, Budiman kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat meninjau lokasi, Kamis (12/02/2026).

​Berdasarkan inventarisasi di lapangan, berikut rincian kerusakan aset publik dan warga:

  • ​Jalan utama wisata terputus total (panjang 30 meter, lebar 1,2 meter).
  • ​4 unit saung/gazebo wisata hanyut terbawa arus.
  • ​Fasilitas penunjang seperti toilet umum, dapur warga, bangku, dan meja taman hilang.
  • ​3 unit perahu wisata dan area budidaya cacing milik warga lenyap.
  • ​2 unit rumah warga mengalami kerusakan struktur bangunan.

​Budiman menyebutkan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, mengingat kewenangan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) Kali Bekasi berada di bawah Kementerian PUPR, untuk mengusulkan rekonstruksi.

​Bagaimana Respons Wali Kota Bekasi?

​Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyatakan belum menerima laporan utuh mengenai dampak longsor di Hutan Bambu. Namun, ia memberikan catatan kritis terkait keberadaan bangunan di area tersebut.

​”Ya nanti kita lihat aja, saya belum dapat laporannya secara komprehensif terkait dengan kondisi yang ada,” tegas Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat dikonfirmasi, Minggu (15/02/2026).

​Tri menekankan bahwa secara regulasi, pendirian bangunan di badan sungai atau bantaran sungai (sempadan) memang tidak diperbolehkan.

Kendati demikian, Pemkot Bekasi akan tetap mengkaji situasi tersebut untuk mencari solusi terbaik pasca bencana.

​”Memang sebetulnya tidak diperbolehkan untuk dilakukan pembangunan, sehingga pembangunan pun tidak boleh. Karena itu berada pada garis badan sungai. Makanya kita lihat betul,” pungkasnya.

​Masyarakat diimbau untuk tetap waspada beraktivitas di sekitar bantaran Kali Bekasi, mengingat kondisi tanah yang masih labil dan potensi air kiriman yang dapat memicu longsor susulan.

​Punya informasi terkait layanan publik atau infrastruktur rusak di lingkungan Anda? Laporkan segera ke Redaksi RakyatBekasi.Com.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bongkar Biang Kerok Banjir Jatibening, Wali Kota Bekasi Instruksikan Pelebaran Saluran dan Bangun Long Storage di Crossing Tol
Naik Motor, Wali Kota Bekasi Cek 9 Titik Rawan Banjir dan Jalan Rusak
Waspada! Kandungan Mikrobiologis Sejumlah Depot Air Minum Isi Ulang Melampaui Baku Mutu
Dinding Kaca Mulai Dibongkar, Kapan JPO Stasiun Bekasi Bisa Diakses Penumpang KRL?
Krisis Lahan Parkir ASN, Disperkimtan Usulkan CCTV dan Benahi Penerangan Rooftop GOR Patriot yang Minim Fasilitas
Korupsi PT Migas Kota Bekasi Kian Mengerucut: Kejagung Kembali Cecar Saksi HR dari Foster
KADIN Fest Bekasi 2027 Siap Boyong Slank hingga Tipe-X ke Harapan Indah
​Hari Santri 2026: Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tekankan Pengawasan Ketat dan Keteladanan di Lingkungan Pesantren
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Bongkar Biang Kerok Banjir Jatibening, Wali Kota Bekasi Instruksikan Pelebaran Saluran dan Bangun Long Storage di Crossing Tol

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Naik Motor, Wali Kota Bekasi Cek 9 Titik Rawan Banjir dan Jalan Rusak

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Waspada! Kandungan Mikrobiologis Sejumlah Depot Air Minum Isi Ulang Melampaui Baku Mutu

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Dinding Kaca Mulai Dibongkar, Kapan JPO Stasiun Bekasi Bisa Diakses Penumpang KRL?

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Krisis Lahan Parkir ASN, Disperkimtan Usulkan CCTV dan Benahi Penerangan Rooftop GOR Patriot yang Minim Fasilitas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x