BEKASI – Rencana Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, untuk menyumbangkan dana kolekte Perayaan Natal Nasional ke Palestina memuai pro dan kontra.
Gelombang kritik datang dari warganet (netizen) yang mempertanyakan urgensi bantuan ke luar negeri di tengah berbagai persoalan gereja di dalam negeri.
Menanggapi polemik tersebut, Ketua Dewan Pembina Yayasan Marhaen Sejahtera Indonesia (YAMSI), Ricky Tambunan, angkat bicara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai langkah pria yang akrab disapa Ara Sirait tersebut memiliki dasar kemanusiaan yang kuat dan tidak seharusnya dipolitisasi secara negatif.
Kritik Netizen vs Niat Kemanusiaan
Dalam beberapa hari terakhir, media sosial diramaikan oleh komentar netizen yang menuding langkah Ara salah kaprah.
Banyak pihak menyayangkan keputusan tersebut dan membandingkannya dengan kondisi di Indonesia, di mana masih terdapat kasus penolakan peribadatan hingga kesulitan izin pendirian gereja.
Namun, Ricky Tambunan meminta publik untuk melihat persoalan ini dengan kacamata yang lebih jernih.
Menurutnya, niat Ara Sirait didasari oleh rasa solidaritas kemanusiaan universal yang melampaui batas negara.
”Masyarakat Kristen Indonesia jangan terjustifikasi dangkal dan tidak mendasar atas pernyataan Ara. Apa yang salah dari berhikmat untuk kemanusiaan di Palestina? Ara dan Panitia Natal Nasional ingin membantu dari sisi kemanusiaan, mengingat di Palestina juga terdapat komunitas Kristen yang menjadi korban dan minoritas,” ujar Ricky dalam keterangan persnya di Bekasi, Senin (24/11/2025).
Transparansi Penyaluran: Bukan untuk Hamas
Salah satu kekhawatiran terbesar publik adalah potensi penyalahgunaan dana atau ketakutan bahwa bantuan akan mengalir ke kelompok kombatan seperti Hamas.
Menjawab hal ini, Ricky, yang mengaku mengenal karakter Ara sejak 1998 saat bersama-sama menjadi pengurus PDI Perjuangan Jawa Barat, menjamin transparansi penyaluran bantuan.
”Ara itu politisi cerdas dan pelopor, bukan sekadar pengikut. Dia sangat anti-korupsi dan transparan. Dalam mengelola kegiatan, apalagi yang melibatkan dana umat, pasti akan diaudit oleh akuntan publik agar tepat guna dan tidak dikorup,” tegas Ricky.
Ricky menambahkan bahwa Ara tidak bekerja sendirian. Ia melibatkan tokoh-tokoh gereja terkemuka, termasuk Ephorus HKBP Pdt. Viktor Tinambunan, serta perwakilan dari Gereja Katolik dan denominasi lainnya.
”Saya pastikan bantuan itu tidak akan lewat Hamas. Ara sudah tahu muaranya ke mana. Pelibatan tokoh gereja mengisyaratkan bahwa bantuan ini akan tepat sasaran, kemungkinan besar melalui jaringan gereja atau lembaga kemanusiaan internasional yang kredibel di sana,” imbuhnya.
Jejak Rekam Kepedulian pada Gereja Lokal
Ricky juga menepis anggapan bahwa Ara Sirait dan mendiang ayahnya, Sabam Sirait, abai terhadap persoalan gereja di Indonesia.
Menurutnya, keluarga Sirait memiliki rekam jejak panjang dalam membantu gereja-gereja di tanah air tanpa memandang denominasi.
”Ara dan Alm. Sabam Sirait adalah figur yang kerap berbuat nyata membantu gereja di Indonesia, baik melalui pemikiran maupun dana, tanpa banyak ‘omon-omon’ (banyak bicara). Mereka membantu tanpa membeda-bedakan asal usul gereja,” jelas Ricky.
Refleksi Kasih dan Pesan Damai
Menutup keterangannya, Ricky mengutip ayat Alkitab dari Yohanes 8:11 tentang kisah Yesus dan perempuan yang berzina, mengingatkan agar masyarakat tidak mudah menghakimi niat baik seseorang.
“Barangsiapa di antara kamu yang tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melempar batu.”
Ayat ini, menurut Ricky, menjadi relevan sebagai pengingat bagi masyarakat dan netizen agar tidak memandang inisiatif Panitia Natal Nasional dengan prasangka buruk.
”Mari kita dukung niat baik ini. Ara Sirait bukan tipe pemimpin ‘Asal Bapak Senang’. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan matang untuk menunjukkan wajah kasih Indonesia kepada dunia,” pungkasnya.
Bagaimana pendapat Anda mengenai rencana donasi ini? Sampaikan aspirasi Anda dengan bijak di kolom komentar.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















