Realisasi Pembangunan Fisik Kurang dari 30 Persen di Triwulan Akhir 2025, DPRD Kota Bekasi Panggil DBMSDA dan Disperkimtan

- Jurnalis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 15:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Realisasi pembangunan fisik dua OPD, yakni Disperkimtan dan DBMSDA kurang dari 30 Persen per Oktober 2025.

Realisasi pembangunan fisik dua OPD, yakni Disperkimtan dan DBMSDA kurang dari 30 Persen per Oktober 2025.

BEKASI – Komisi 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi menjadwalkan pemanggilan dua dinas teknis pada pekan depan. Pemanggilan terhadap Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) ini dilakukan untuk meminta pertanggungjawaban terkait rendahnya realisasi fisik pembangunan infrastruktur hingga triwulan akhir 2025.

​Langkah ini diambil menyusul temuan bahwa serapan proyek fisik rata-rata masih di bawah 30%, ditambah banyaknya aduan masyarakat yang melaporkan proyek di lingkungan mereka belum juga dimulai.

Kekecewaan DPRD dan Desakan Percepatan

​Sekretaris Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti, menegaskan bahwa pemanggilan ini bertujuan untuk mengevaluasi progres pembangunan secara langsung dari penanggung jawab teknis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Realisasi fisiknya memang rata-rata masih sangat minim, semuanya masih di bawah 30%. Kami harapkan setelah pemanggilan minggu depan, progresnya sudah jauh lebih baik,” ujar Evi saat dikonfirmasi Jurnalis rakyatbekasi.com pada Jumat (17/10/2025).

​Ketua Fraksi PAN Pembangunan ini menambahkan, bahwa desakan ini juga dipicu oleh aspirasi masyarakat yang diamanatkan kepada para wakil rakyat.

Banyak laporan menyebutkan bahwa proyek-proyek yang telah dianggarkan belum menunjukkan aktivitas sama sekali di lapangan.

​”Itu yang menjadi catatan. Kami sudah meminta dinas terkait agar memberikan laporan progres mingguan (week per week). Insyaallah minggu depan kita akan dapat laporan terbaru terkait progres yang sudah dilakukan,” tegasnya.

Penjelasan Pemerintah Kota Bekasi

​Menanggapi sorotan tersebut, pihak Pemerintah Kota Bekasi memberikan sejumlah alasan terkait lambatnya penyerapan.

Kepala Disperkimtan dan Wali Kota Bekasi sama-sama optimistis bahwa seluruh target pembangunan dapat diselesaikan hingga akhir tahun.

Realisasi Fisik Diklaim Lebih Tinggi dari Keuangan

​Kepala Disperkimtan Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi, sebelumnya menjelaskan bahwa ada perbedaan antara realisasi keuangan dan realisasi fisik.

Menurutnya, serapan yang terlihat rendah lebih disebabkan oleh sistem pembayaran kepada pihak ketiga.

​”Berdasarkan catatan kami, realisasi fisik pembangunan sudah di angka 40 persen sekian. Memang kalau di Perkimtan model kerjanya adalah bangunan, yang memerlukan waktu, dan kadang pelaksana (kontraktor) menagih di akhir,” jelas Widayat pada Selasa (30/09/2025).

​Ia menyebutkan bahwa kontraktor umumnya baru mengajukan penagihan 100% setelah proyek selesai, yang biasanya jatuh pada bulan November atau Desember.

Hal ini membuat serapan anggaran secara administratif terlihat rendah, meskipun pekerjaan fisik terus berjalan.

Faktor Cuaca dan Efisiensi Anggaran Jadi Kendala

​Selain mekanisme pembayaran, Widayat juga menyinggung faktor eksternal seperti cuaca yang tidak menentu.

“Kecuali masalahnya di luar prakiraan seperti cuaca, itu yang agak susah,” tambahnya.

​Sementara itu, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyoroti adanya faktor kebijakan anggaran dari pemerintah pusat yang turut mempengaruhi jadwal proyek.

​”Secara struktural, APBD kita melakukan efisiensi sesuai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri. Oleh karena itu, progres penambahan infrastruktur baru dimulai sekitar bulan Maret-April,” jelas Tri Adhianto.

​Ia juga menambahkan bahwa bantuan keuangan dari mitra seperti DKI Jakarta (Bandek) masuk secara bertahap, yang turut menyulitkan proses kontrak dengan pihak pelaksana.

​”Saya yakinkan betul bahwa itu akan bisa diselesaikan sampai akhir tahun. Sejak sebulan lalu, kami sudah kawal agar OPD terkait terus melakukan upaya-upaya percepatan,” pungkasnya.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Akhiri Polemik Dualisme DPP, GMNI Bekasi Bersatu Gelar Konfercab VII
Indonesia Menggugat: Api Perjuangan Aktivis Buruh Ermanto Usman Tak Boleh Padam
Diskon 80% dan Bertabur Bintang! Pakuwon Mall Bekasi Hadirkan ‘Sanctuary of Ramadan’ 2026
Raih Keberkahan! Perumda Tirta Bhagasasi Gelar Nuzulul Quran 1447 H dan Santuni Anak Yatim
Keren! Ribuan Warga Kota Bekasi Pecahkan Rekor MURI Menulis Mushaf Al-Qur’an jelang HUT ke-29
Sejak 2003 Jadi Catatan! Pemkot Bekasi Kebut Penyelesaian Ribuan Temuan BPK, Target 93% Rampung Semester Ini
Inovatif! Tirta Patriot Rilis ‘Forum Komunikasi Air Bersih Pelanggan’, Aduan Air Bersih Tertangani Maksimal 3 Jam
Terbongkar! Ini Modus Licik Oknum Pembina Pramuka Pelaku Rudapaksa Siswi SMK hingga Tiga Kali

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 01:36 WIB

Akhiri Polemik Dualisme DPP, GMNI Bekasi Bersatu Gelar Konfercab VII

Sabtu, 7 Maret 2026 - 00:05 WIB

Indonesia Menggugat: Api Perjuangan Aktivis Buruh Ermanto Usman Tak Boleh Padam

Jumat, 6 Maret 2026 - 17:50 WIB

Diskon 80% dan Bertabur Bintang! Pakuwon Mall Bekasi Hadirkan ‘Sanctuary of Ramadan’ 2026

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:35 WIB

Raih Keberkahan! Perumda Tirta Bhagasasi Gelar Nuzulul Quran 1447 H dan Santuni Anak Yatim

Jumat, 6 Maret 2026 - 15:59 WIB

Keren! Ribuan Warga Kota Bekasi Pecahkan Rekor MURI Menulis Mushaf Al-Qur’an jelang HUT ke-29

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca