Mangkrak Sebulan: Polsek Medansatria Lamban Usut Pengeroyokan kurir Shopee Xpress

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi wajah Rihot Pardede, kurir logistik yang mengalami luka robek di pelipis akibat dikeroyok oknum preman terduga pelaku pungli di kawasan Logos, Jalan Irigasi, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi pada Kamis (09/04/2026) lalu.

Kondisi wajah Rihot Pardede, kurir logistik yang mengalami luka robek di pelipis akibat dikeroyok oknum preman terduga pelaku pungli di kawasan Logos, Jalan Irigasi, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi pada Kamis (09/04/2026) lalu.

Poin Utama:

  • ​Kasus pengeroyokan kurir Shopee Xpress di kawasan Logos, Kecamatan Medansatria, mangkrak lebih dari sebulan.
  • ​Korban Rihot Pardede menolak pungli uang keamanan, berujung penganiayaan dengan luka robek di pelipis pada Kamis (09/04/2026).
  • ​Tim Kuasa Hukum mendesak jajaran Polsek Medansatria bertindak tegas dan transparan dalam memberantas premanisme di Kota Bekasi.

​Penanganan kasus dugaan pengeroyokan terhadap Rihot Pardede, seorang kurir logistik Shopee Xpress di kawasan Logos, Jalan Irigasi, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, menuai sorotan tajam karena terkesan jalan di tempat.

Hingga pertengahan Mei 2026, atau lebih dari sebulan sejak laporan resmi masuk ke Polsek Medansatria pada Jumat (10/04/2026), para terduga pelaku premanisme berkedok pungutan liar (pungli) tak kunjung ditangkap.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kinerja kepolisian dalam memberikan jaminan keamanan bagi pekerja logistik di wilayah tersebut kini dipertanyakan.

​Mengapa Kurir Shopee Xpress Dikeroyok di Kawasan Logos Medansatria?

​Pengeroyokan ini bermula saat korban Rihot Pardede dengan tegas menolak memberikan “uang keamanan” kepada sejumlah oknum pemuda pada Kamis (09/04/2026) sekitar pukul 21.45 WIB. Saat itu, korban tengah melintas di samping PT Logos, Jalan Irigasi, Kecamatan Medansatria.

​Akibat penolakan tersebut, korban dianiaya secara brutal hingga mengalami luka robek di bagian pelipis kanan serta memar pada wajah.

Keesokan harinya, berbekal hasil visum et repertum, korban resmi melapor ke Polsek Medansatria yang tercatat dalam nomor registrasi: LP/B/102/IV/2026/SPKT/Polsek Medan Satria.

​Bagaimana Respons Kuasa Hukum Terkait Lambannya Penyelidikan?

​Tim penasihat hukum pelapor menilai proses penegakan hukum berjalan sangat lamban dan meresahkan masyarakat.

Rio Santosa Butarbutar, S.H., dan Febri Pramono Tua Doloksaribu, S.H., dari RAPH Advocates and Legal Consultant menyoroti absennya progres signifikan dari pihak kepolisian.

​”Sudah lebih dari satu bulan laporan berjalan, tetapi pelaku belum juga diamankan. Ini menimbulkan kesan seolah kasusnya jalan di tempat,” kata Rio Santosa Butarbutar kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com, Selasa (19/05/2026).

​Berdasarkan penelusuran lebih lanjut dari tim kuasa hukum, praktik pungli ini diduga kuat bukan kejadian tunggal.

Mereka menerima informasi adanya intimidasi sistematis terhadap pengemudi logistik lain dengan patokan pungli berkisar Rp2.000 hingga Rp5.000 setiap kali melintas.

​Apa Desakan Masyarakat Terhadap Polsek Medansatria?

​Masyarakat dan kuasa hukum mendesak aparat penegak hukum segera meringkus para pelaku agar iklim premanisme jalanan tidak tumbuh subur di wilayah hukum Pemkot Bekasi. Kepastian hukum dinilai mutlak demi menjaga perputaran ekonomi dan logistik yang lancar.

​”Kami meminta Kapolsek Medansatria untuk memberikan perhatian khusus terhadap perkara ini serta memastikan jajaran Reskrim Polsek Medansatria bekerja secara serius, profesional, dan transparan dalam menangani kasus tersebut. Jangan sampai ada kesan pembiaran terhadap dugaan praktik premanisme, pungli dan pemerasan yang meresahkan masyarakat,” kata Febri.

​Ia menekankan bahwa pembiaran kasus ini berpotensi menggerus tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

​”Kepastian hukum itu penting. Masyarakat berhak merasa aman saat bekerja dan beraktivitas. Negara tidak boleh kalah terhadap tindakan premanisme,” tegas Febri.

​Tindakan tegas dan terukur dari aparat Polsek Medansatria kini sangat dinanti oleh publik untuk membuktikan bahwa ruang gerak preman dan pelaku pungli tidak memiliki tempat di Kota Bekasi.

​Apakah Anda atau rekan Anda pernah menjadi korban pungutan liar di kawasan Logos Medansatria?

Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar di bawah ini! Jangan lupa sebarkan artikel ini agar kasusnya segera mendapat atensi penuh dari aparat terkait. Baca terus RakyatBekasi.Com untuk update berita Bekasi terkini.

Visited 66 times, 1 visit(s) today


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karto Jadi Staf Ahli, 3 Open Bidding Kota Bekasi ‘Menggantung’?
Antisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Disdamkarmat Kota Bekasi Tingkatkan Pengawasan TPA dan TPST
Terkait Usulan CFD di Alun-alun M Hasibuan, Wali Kota Bekasi Bilang Begini
Jelang Ground Breaking, Pemkot Bekasi Klaim Pembebasan Lahan Utama PSEL Tuntas
​Nasi Cadong dan HP di Lapas Bekasi, Aktivis: Ini Bom Waktu!
Harumkan Bekasi, Bocah Rawalumbu Rebut Mahkota Juara Umum Puteri Anak Jawa Barat 2026
Panti Pijat Plus-Plus Tak Tersentuh Aparat, Ulama Kritik Keras Pemkot Bekasi
15 Gugur! Lima Belas Pejabat Lolos Seleksi Lelang Jabatan Eselon II Pemkot Bekasi, Ini Daftarnya
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 17:02 WIB

Karto Jadi Staf Ahli, 3 Open Bidding Kota Bekasi ‘Menggantung’?

Senin, 15 Juni 2026 - 13:14 WIB

Antisipasi Kebakaran Musim Kemarau, Disdamkarmat Kota Bekasi Tingkatkan Pengawasan TPA dan TPST

Senin, 15 Juni 2026 - 12:29 WIB

Terkait Usulan CFD di Alun-alun M Hasibuan, Wali Kota Bekasi Bilang Begini

Senin, 15 Juni 2026 - 09:06 WIB

Jelang Ground Breaking, Pemkot Bekasi Klaim Pembebasan Lahan Utama PSEL Tuntas

Senin, 15 Juni 2026 - 08:33 WIB

​Nasi Cadong dan HP di Lapas Bekasi, Aktivis: Ini Bom Waktu!

Berita Terbaru

Ilustrasi. (Nano Banana Pro2)

Opini

Umat Islam Dominan tapi Didominasi, Ada Apa dengan Ormas?

Senin, 15 Jun 2026 - 19:59 WIB

Dua anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Mubakhi (kiri) dan H. Nawal Husni (kanan), yang resmi bertukar tugas antara Komisi 1 dan Komisi 4 dalam rangka rotasi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di Gedung DPRD Kota Bekasi, Senin (15/06/2026). (Foto: Istimewa/Kolase RakyatBekasi.Com)

Parlementaria

Penyegaran AKD DPRD Kota Bekasi, Dua Legislator PPP Bertukar Komisi

Senin, 15 Jun 2026 - 15:02 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x