Upah Joki Vaksin Rp800 Ribu Sekali Order, Pria Ini 17 Kali Disuntik

- Jurnalis

Kamis, 23 Desember 2021 - 00:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Joki vaksin Abdul Rahim

Joki vaksin Abdul Rahim

Upah joki vaksin Rp800 ribu. Ini adalah pengakuan pria bernama Abdul Rahim yang membeberkan sudah 17 kali suntik vaksin COVID-19. Tepatnya saat menjalankan sebagai joki vaksin di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Upah joki vaksin Rp800 ribu ternyata tidak semuanya sesuai orderan, karena pengakuan Abdul dia juga kerap mendapat bayaran Rp100 ribu. Lebih lanjut sesuai kabar yang beredar sejumlah pengguna jasa joki vaksin rata-rata merupakan pelaku perjalanan, namun takut disuntik.

Pengakuan Pengguna Joki Vaksin

Selain itu, salah seorang pengguna jasa joki vaksin mengaku menderita penyakit tertentu, tetapi meski mengantongi kartu vaksin untuk keperluan perjalanan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Joki vaksin mengaku 17 kali suntik vaksin COVID-19 hanya mengalami pusing. Joki vaksin ini adalah seorang pria bernama Abdul Rahim, asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Pengakuan Abdul Rahim sangat mengejutkan publik. Pasalnya , pria berusia 49 tahun itu melakukan proses vaksinasi COVID-19 tidak seperti orang pada umumnya.

“Seandainya saya tidak ketahuan, mungkin saya masih menggantikan pasien untuk suntik vaksin,” kata Abdul saat kepada wartawan di Mapolres Pinrang, Sulawesi Selatan, Rabu (22/12/2021).

Abdul kembali mengaku tidak merasakan efek membahayakan dalam tubuhnya meski sudah sebanyak 17 kali suntik vaksin. Pria pengangguran itu mengaku baru mau berhenti bila muntah-muntah atau mengalami sakit jantung.

“Tapi selama ini tidak ada gejala yang parah, paling saya cuma merasa pusing dan sedikit lemas, tapi tidurnya enak,” ujar Abdul Rahim.

Awal Mula Ketahuan Publik

Nama Abdul Rahim mendadak ramai menjadi buah bibir publik usai mengaku menjadi joki vaksin COVID-19. Abdul membuat pengakuan di media sosial, mengejutkan lagi Abdul mengaku sebanyak 17 kali suntik vaksin.

Polres Pinrang, Sulawesi Selatan kemudian memeriksa Abdul dan sembilan saksi terkait terkait. Abdul Rahim hingga saat ini masih berstatus sebagai saksi usai membuat pengakuannya viral di media sosial.

“Kita sudah periksa kurang-lebih sembilan orang, termasuk Abdul Rahim, jadi sisa periksa enam orang lagi,” ujar Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Deki Marizaldi, Rabu (22/12/2021).

Menurut pengakuan para saksi Abdul menjadi joki vaksin setelah menawarkan ke beberapa orang. Adapula juga yang meminta langsung kepada Abdul untuk mewakili proses vaksin.

Dinas Kesehatan Ambil Sampel Abdul Rahim

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Kesehatan Pinrang telah mengambil sampel darah dan urine Abdul Rahim. Sampel ini guna meneliti efek usai Abdul suntik vaksin sebanyak 17 kali.

Kemudian menelusuri kebenaran pernyataan Abdul Rahim sebagai joki vaksin. Mengingat tubuh pria pengangguran itu telah menjalankan suntikan 15 dosis pertama dan 2 dosis kedua dari vaksin jenis Sinovac dan Astrazeneca.

“Kemarin sudah ada hasil tapi dikonsultasikan dulu dengan dokter ahli di Makassar, hasilnya ditunggu,” kata Kadis Kesehatan Pinrang Dyah Puspita Dewi.

Dalam video yang diunggah Abdul Rahim, warga Kelurahan Bentengnge, Kabupaten Pinrang, mengaku jadi joki vaksin karena terbelit masalah ekonomi. Pelaku mengaku mendapatkan upah sebesar 100 ribu hingga 800 ribu rupiah.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Regulasi Wajib Halal 18 Oktober 2026 Ditunda, MUI Desak Evaluasi Total dan Minta Umat Islam Makin Kritis
Ketum DPP GMNI Desak Polisi Usut Tuntas Kekerasan dalam Aksi Damai Cipayung Plus Palembang
Skandal Korupsi PT Migas Kota Bekasi: Kejagung Periksa Dua Sekwan DPRD dan Pejabat Kemendagri
Daftar Lengkap Rotasi Kapolda Terbaru 2026: Kapolri Suyudi Ario Seto Pimpin Sertijab Irwasum di Mabes Polri
Jumat Keramat, Kejagung RI Periksa ASN Pemkot Bekasi ‘ARJ’ Terkait Dugaan Korupsi KSO PT Migas
Badai Skandal Migas Berlanjut, Kejagung Borong Pemeriksaan 4 ASN Pemkot Bekasi Hari Ini
KPK Hanya Berani Tangkap Koruptor Kelas Teri di Kasus BBPJN Sumut? Ini Faktanya!
Dugaan Korupsi KSO PT Migas Menggurita, Kejagung Periksa 3 ASN Pemkot Bekasi dan Petinggi Foster Oil
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Regulasi Wajib Halal 18 Oktober 2026 Ditunda, MUI Desak Evaluasi Total dan Minta Umat Islam Makin Kritis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:18 WIB

Ketum DPP GMNI Desak Polisi Usut Tuntas Kekerasan dalam Aksi Damai Cipayung Plus Palembang

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Skandal Korupsi PT Migas Kota Bekasi: Kejagung Periksa Dua Sekwan DPRD dan Pejabat Kemendagri

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 01:15 WIB

Daftar Lengkap Rotasi Kapolda Terbaru 2026: Kapolri Suyudi Ario Seto Pimpin Sertijab Irwasum di Mabes Polri

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Jumat Keramat, Kejagung RI Periksa ASN Pemkot Bekasi ‘ARJ’ Terkait Dugaan Korupsi KSO PT Migas

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x