Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Jamin Tak Ada PHK untuk 3.300 Honorer R4

- Jurnalis

Selasa, 22 Juli 2025 - 10:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat memimpin apel pagi Aparatur di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (21/07/2025).

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat memimpin apel pagi Aparatur di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (21/07/2025).

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, memberikan jaminan bahwa 3.300 pegawai honorer atau Tenaga Kerja Kontrak (TKK) dengan status R4 tidak akan mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kepastian ini disampaikan di tengah ketidakpastian nasib honorer secara nasional dan aksi unjuk rasa yang belum lama ini terjadi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi berkomitmen untuk tetap mengakomodasi ribuan pegawai tersebut sambil menunggu keputusan teknis lebih lanjut dari Pemerintah Pusat terkait penyesuaian kebijakan aparatur sipil negara.

Fokus Tingkatkan PAD, Bukan PHK

Tri Adhianto mengakui bahwa banyak daerah lain mulai mengambil langkah PHK akibat tingginya beban belanja pegawai pada anggaran daerah. Namun, ia menegaskan bahwa Kota Bekasi akan menempuh strategi yang berbeda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Beban pegawai kita sudah hampir 45 persen. Oleh karena itu, di beberapa daerah sudah mulai yang namanya PHK bagi TKK yang belum berhasil (diangkat), termasuk yang R4,” ujar Tri kepada rakyatbekasi.com dalam keterangannya, Selasa (22/07/2025).

“Tetapi, itu bukan pilihan untuk Kota Bekasi. Pilihan kita adalah konsentrasi pada peningkatan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jadi, tidak usah khawatir, R4 dan TKK tidak ada pemutusan kerja di Kota Bekasi,” tegasnya.

Peringatan Tegas: Utamakan Dialog, Bukan Demo

Meskipun memberikan jaminan, Tri Adhianto juga mengeluarkan peringatan keras agar para pegawai tidak melakukan aksi unjuk rasa untuk menyuarakan aspirasi mereka. Ia merujuk pada aksi yang dilakukan oleh kelompok honorer lain sehari sebelumnya.

“Saya juga ingatkan, tidak ada gerakan-gerakan tambahan yang mau berangkat demo ke istana,” katanya.

Ia mendorong penyelesaian masalah melalui cara-cara yang lebih bermartabat dan terpelajar, seperti Forum Group Discussion (FGD) atau audiensi langsung.

“Karakter kita adalah karakter yang memiliki edukasi baik. Cari pola-pola yang lebih humble, lebih bermartabat, bukan dengan cara itu (demo),” tambahnya.

Ingatkan Status dan Komitmen sebagai Pegawai Pemerintah

Wali Kota mengingatkan bahwa sebagai bagian dari aparatur pemerintah, para pegawai terikat oleh sumpah janji dan kontrak kinerja yang telah disepakati.

Ia meminta para pimpinan unit di lingkungan Pemkot Bekasi untuk menyosialisasikan hal ini kepada jajarannya.

“Bagaimanapun juga, mereka ini terikat dengan sumpah janjinya, dengan komitmennya. Kita sama-sama bagian dari pemerintah, kita tunggu apa yang menjadi kebijakan ataupun arahan dari Pemerintah Pusat,” cetusnya.

Pernyataan Tri Adhianto ini muncul sehari setelah ratusan honorer kategori Non-Database BKN dari berbagai daerah, termasuk Kota Bekasi, menggelar aksi nasional di depan Istana Negara pada Senin (21/07/2025). Salah satu tuntutan mereka adalah kejelasan status bagi yang lulus seleksi PPPK 2024.

Pemerintah Kota Bekasi mengajak seluruh aparatur untuk tetap fokus pada tugas pokok dan fungsi pelayanan publik, sambil mengedepankan dialog konstruktif dalam menyikapi setiap kebijakan.


Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kadin Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang Demi Stabilkan Harga Sembako
​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?
Wali Kota Bekasi Boyong Donasi Warga Rp2,1 Miliar Bangun RS Rumah Kasih di Manggarai Timur NTT
Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota
Terseret Arus Sejauh 2 Kilometer: Pria Diduga Anggota BNPT yang Lompat ke Kalimalang Bekasi Ditemukan Meninggal Dunia
Abai Tertibkan Prostitusi Panti Pijat ‘Be Glow’, 190 Personel Satpol PP Kota Bekasi Malah Touring ke Bogor
Pria Diduga Anggota BNPT Terjun dan Tenggelam di Kalimalang Bekasi, Tim SAR Sisir Arus Deras
Wali Kota Bekasi Rombak Total Penataan PKL Alun-alun M. Hasibuan, Lapak Jadi Satu Jalur dan 150 Gerobak Diseragamkan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Kadin Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Bulog Karawang Demi Stabilkan Harga Sembako

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:53 WIB

​GMNI Semprot Disnaker Kota Bekasi: Ragu Tindak PT Bodong Penipuan Loker di Jalan Cut Mutia, Tunggu Korban Bertambah?

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Wali Kota Bekasi Boyong Donasi Warga Rp2,1 Miliar Bangun RS Rumah Kasih di Manggarai Timur NTT

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:06 WIB

Disorot Tajam Soal Agenda Jalan-Jalan ke Bogor, Kasatpol PP Kota Bekasi Klaim Pakai Uang Pribadi untuk Pembinaan Anggota

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Abai Tertibkan Prostitusi Panti Pijat ‘Be Glow’, 190 Personel Satpol PP Kota Bekasi Malah Touring ke Bogor

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Beyond Your Local News

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x