Poin Utama:
- Jumlah Pejabat: Sebanyak 44 pejabat Eselon 3 dan 4 dilantik untuk penyegaran organisasi.
- Fokus Posisi: Pengisian kekosongan jabatan di lingkup Dinas, Kewilayahan (Kecamatan/Kelurahan), dan Kepala Puskesmas.
- Dasar Promosi: Memprioritaskan ASN berprestasi, termasuk jebolan kompetisi “PNS Berwawasan Global”.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto resmi melantik dan melakukan pengambilan sumpah jabatan terhadap 44 pejabat Eselon 3 dan 4 di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.
Langkah strategis ini diambil guna mengisi kekosongan jabatan struktural serta mendorong percepatan pelayanan publik di tingkat dinas hingga kewilayahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Dilakukan Rotasi dan Mutasi di Pemkot Bekasi?
Rotasi dan mutasi kali ini difokuskan untuk memastikan roda pemerintahan berjalan efektif dengan mengisi pos-pos jabatan yang selama ini kosong.
Kekosongan tersebut meliputi jabatan di Organisasi Perangkat Daerah (OPD), struktur kewilayahan, hingga fasilitas kesehatan.
”Pelaksanaan rotasi dan mutasi tersebut sebagai bentuk pengisian jabatan yang kosong, baik dari lingkup dinas maupun tingkat kewilayahan. Sekaligus, terkait dengan Kepala Puskesmas juga ada yang mengalami kekosongan, kemudian hari ini kita lantik bersama-sama,” kata Tri Adhianto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com usai pelantikan di Gedung Plaza Pemkot Bekasi, Jumat (06/02/2026).
Penyegaran ini dinilai krusial agar tidak ada stagnasi dalam pengambilan keputusan, terutama pada layanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti di Puskesmas dan kantor Kelurahan/Kecamatan.
Bagaimana Kriteria Promosi Jabatan bagi ASN Berprestasi?
Pemkot Bekasi menerapkan sistem meritokrasi yang lebih ketat dalam promosi jabatan kali ini. Wali Kota Bekasi menegaskan bahwa promosi tidak hanya berdasarkan masa kerja, melainkan berbasis kompetensi dan prestasi nyata. Salah satu tolak ukurnya adalah hasil dari kompetisi internal pegawai.
Tri menyebut, para pegawai yang memiliki rekam jejak baik dan lulus uji kompetensi mendapatkan prioritas untuk naik jenjang.
”Kita pernah mengadakan yang namanya kompetisi PNS berwawasan Global. Nah, itu yang mereka yang berprestasi dan memiliki ranking kita dorong untuk kemudian naik promosi,” tegasnya.
Apa Dampak bagi Jenjang Karir Pegawai?
Kebijakan ini membuka peluang lebih luas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Bekasi untuk mengembangkan karir mereka. Dengan adanya kepastian pola karir yang jelas, diharapkan motivasi kerja pegawai akan meningkat.
Pihak Pemkot Bekasi berkomitmen memberikan kesempatan yang adil kepada para pegawai untuk meningkatkan jenjang karirnya.
Hal ini bertujuan agar pola karir ASN di Kota Bekasi menjadi lebih terstruktur dan profesional, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas layanan kepada warga Bekasi.
Dengan terisinya 44 jabatan strategis ini, Pemkot Bekasi menargetkan adanya akselerasi dalam realisasi program kerja tahun 2026. Wali Kota berharap para pejabat yang baru dilantik dapat segera beradaptasi dan bekerja maksimal.
Warga Bekasi, bagaimana penilaian Anda terhadap pelayanan publik di wilayah Anda saat ini? Sampaikan aspirasi atau keluhan Anda melalui kolom komentar di bawah.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















