Poin Utama:
- Disdamkarmat Kota Bekasi mengimbau warga mencabut seluruh peralatan elektronik sebelum mudik Lebaran 1447 H.
- Korsleting listrik menjadi pemicu utama, mendominasi hingga 80 persen penyebab kebakaran di wilayah Kota Bekasi.
- Petugas pemadam kebakaran tetap siaga penuh 24 jam selama masa cuti dan arus mudik berlangsung.
- Pemudik disarankan menitipkan pengawasan rumah kosong kepada tetangga atau pengurus lingkungan setempat.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran saat meninggalkan kediaman untuk mudik Lebaran 1447 Hijriah.
Langkah mitigasi sejak dini dinilai krusial, terutama dengan memastikan seluruh instalasi kelistrikan di dalam rumah dalam kondisi aman dan tidak dialiri arus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa Warga Harus Mencabut Alat Elektronik Sebelum Mudik?
Warga wajib mencabut seluruh colokan alat elektronik karena kelalaian kecil pada instalasi kelistrikan bisa berdampak fatal saat rumah ditinggalkan dalam waktu lama.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, menjelaskan bahwa langkah antisipasi ini adalah kunci utama untuk menghindari bencana di tengah semarak perayaan Idulfitri.
”Bagi pemudik yang ingin mudik, pastikan rumahnya dalam kondisi aman. Aman artinya saat ini pastikan hal-hal yang bisa menyebabkan kebakaran itu diperhatikan. Terhadap persoalan kelistrikan dimatikan ataupun dicabut,” kata Heryanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Selasa (17/03/2026).
Berapa Persen Kasus Kebakaran di Kota Bekasi Akibat Korsleting?
Berdasarkan data internal Disdamkarmat, sekitar 80 persen kasus amukan si jago merah di Kota Bekasi secara dominan dipicu oleh korsleting atau arus pendek listrik.
Angka statistik yang memprihatinkan ini menjadi alasan kuat bagi jajaran Pemkot Bekasi untuk terus menggencarkan sosialisasi keamanan hunian.
”Sehingga memastikan betul, terkait alat-alat kelistrikan harus dicabut. Jangan sampai menimbulkan korsleting listrik. Karena memang saat ini, akibat kebakaran yang disebabkan oleh listrik itu yang paling tertinggi di kota Bekasi sampai dengan 80 persen,” jelasnya memberikan rincian fakta lapangan.
Apa Langkah Antisipasi Tambahan Saat Rumah Kosong?
Selain memastikan jaringan kelistrikan mati, warga diimbau untuk menitipkan pengawasan rumah secara berkala kepada tetangga sekitar atau pengurus RT/RW setempat.
Sinergi antarwarga di lingkungan permukiman, baik di kawasan padat penduduk seperti Rawalumbu hingga area perumahan di Jatiasih, sangat dibutuhkan agar kejadian tidak terduga dapat segera terdeteksi.
”Pastikan kondisi rumah, dititipkan lah kepada tetangga sekitar di lingkungan, untuk dicek secara berkala ataupun kalau terjadi apa-apa bisa dimonitor oleh tetangganya untuk diberikan informasi,” sambung Heryanto.
Apakah Petugas Damkar Kota Bekasi Siaga Selama Lebaran?
Ya, seluruh personel Disdamkarmat Kota Bekasi dipastikan tetap bersiaga melayani masyarakat selama 24 jam penuh tanpa jadwal libur.
Layanan panggilan darurat (on call) terus beroperasi untuk merespons cepat laporan kebakaran maupun permintaan perbantuan penyelamatan (evakuasi) lainnya di wilayah operasional.
”Karena selama arus mudik lebaran berlangsung, Damkar tidak ada libur. Sebab, kita tetap melaksanakan kegiatan untuk mengamankan lingkungan warga,” pungkasnya.
Dengan kedisiplinan dan langkah pencegahan yang tepat, masyarakat dapat menikmati momen berkumpul bersama keluarga di kampung halaman dengan hati yang tenang.
Apabila Anda melihat indikasi potensi bahaya atau insiden kebakaran, segera hubungi layanan Call Center 112 atau pos pemadam kebakaran terdekat di wilayah Anda.
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.




















