Waspada Kebakaran! Cek Listrik Sebelum Mudik Lebaran 1447 H

- Jurnalis

Selasa, 17 Maret 2026 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

Poin Utama:

  • ​Disdamkarmat Kota Bekasi mengimbau warga mencabut seluruh peralatan elektronik sebelum mudik Lebaran 1447 H.
  • ​Korsleting listrik menjadi pemicu utama, mendominasi hingga 80 persen penyebab kebakaran di wilayah Kota Bekasi.
  • ​Petugas pemadam kebakaran tetap siaga penuh 24 jam selama masa cuti dan arus mudik berlangsung.
  • ​Pemudik disarankan menitipkan pengawasan rumah kosong kepada tetangga atau pengurus lingkungan setempat.

​Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran saat meninggalkan kediaman untuk mudik Lebaran 1447 Hijriah.

Langkah mitigasi sejak dini dinilai krusial, terutama dengan memastikan seluruh instalasi kelistrikan di dalam rumah dalam kondisi aman dan tidak dialiri arus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mengapa Warga Harus Mencabut Alat Elektronik Sebelum Mudik?

​Warga wajib mencabut seluruh colokan alat elektronik karena kelalaian kecil pada instalasi kelistrikan bisa berdampak fatal saat rumah ditinggalkan dalam waktu lama.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, menjelaskan bahwa langkah antisipasi ini adalah kunci utama untuk menghindari bencana di tengah semarak perayaan Idulfitri.

​”Bagi pemudik yang ingin mudik, pastikan rumahnya dalam kondisi aman. Aman artinya saat ini pastikan hal-hal yang bisa menyebabkan kebakaran itu diperhatikan. Terhadap persoalan kelistrikan dimatikan ataupun dicabut,” kata Heryanto kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangan tertulisnya, Selasa (17/03/2026).

​Berapa Persen Kasus Kebakaran di Kota Bekasi Akibat Korsleting?

​Berdasarkan data internal Disdamkarmat, sekitar 80 persen kasus amukan si jago merah di Kota Bekasi secara dominan dipicu oleh korsleting atau arus pendek listrik.

Angka statistik yang memprihatinkan ini menjadi alasan kuat bagi jajaran Pemkot Bekasi untuk terus menggencarkan sosialisasi keamanan hunian.

​”Sehingga memastikan betul, terkait alat-alat kelistrikan harus dicabut. Jangan sampai menimbulkan korsleting listrik. Karena memang saat ini, akibat kebakaran yang disebabkan oleh listrik itu yang paling tertinggi di kota Bekasi sampai dengan 80 persen,” jelasnya memberikan rincian fakta lapangan.

​Apa Langkah Antisipasi Tambahan Saat Rumah Kosong?

​Selain memastikan jaringan kelistrikan mati, warga diimbau untuk menitipkan pengawasan rumah secara berkala kepada tetangga sekitar atau pengurus RT/RW setempat.

Sinergi antarwarga di lingkungan permukiman, baik di kawasan padat penduduk seperti Rawalumbu hingga area perumahan di Jatiasih, sangat dibutuhkan agar kejadian tidak terduga dapat segera terdeteksi.

​”Pastikan kondisi rumah, dititipkan lah kepada tetangga sekitar di lingkungan, untuk dicek secara berkala ataupun kalau terjadi apa-apa bisa dimonitor oleh tetangganya untuk diberikan informasi,” sambung Heryanto.

​Apakah Petugas Damkar Kota Bekasi Siaga Selama Lebaran?

​Ya, seluruh personel Disdamkarmat Kota Bekasi dipastikan tetap bersiaga melayani masyarakat selama 24 jam penuh tanpa jadwal libur.

Layanan panggilan darurat (on call) terus beroperasi untuk merespons cepat laporan kebakaran maupun permintaan perbantuan penyelamatan (evakuasi) lainnya di wilayah operasional.

​”Karena selama arus mudik lebaran berlangsung, Damkar tidak ada libur. Sebab, kita tetap melaksanakan kegiatan untuk mengamankan lingkungan warga,” pungkasnya.

​Dengan kedisiplinan dan langkah pencegahan yang tepat, masyarakat dapat menikmati momen berkumpul bersama keluarga di kampung halaman dengan hati yang tenang.

Apabila Anda melihat indikasi potensi bahaya atau insiden kebakaran, segera hubungi layanan Call Center 112 atau pos pemadam kebakaran terdekat di wilayah Anda.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wamenhaj Sidak Tenda Jemaah Haji, Spanduk Wali Kota Bekasi Dicopot Paksa!
Bikin Kumuh! Satpol PP Bekasi Tertibkan Lapak Hewan Kurban Liar
4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem
Jadi Syarat Wajib SPMB 2026, 59 Ribu Warga Serbu Layanan KIA Pemkot Bekasi
GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi
JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda
Lelang Supercar EDC Cash Kejari Kota Bekasi Tembus Belasan Miliar
Abaikan Warga, Izin Operasional RS Budi Lestari Terancam Ditunda
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:51 WIB

Wamenhaj Sidak Tenda Jemaah Haji, Spanduk Wali Kota Bekasi Dicopot Paksa!

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:18 WIB

Bikin Kumuh! Satpol PP Bekasi Tertibkan Lapak Hewan Kurban Liar

Jumat, 22 Mei 2026 - 21:07 WIB

4.382 Jemaah Haji Kota Bekasi Tiba di Mekkah, Kemenhaj Ingatkan Cuaca Ekstrem

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:00 WIB

GMNI Geruduk BGN Desak Evaluasi Program MBG Kota Bekasi

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:16 WIB

JPO Stasiun Bekasi Kelar Akhir Juni: Solusi Semrawut Jalan Juanda

Berita Terbaru

Sejumlah pengendara sepeda motor dan petugas tampak menunggu Kereta Rel Listrik (KRL) melintas di salah satu perlintasan sebidang di Kota Bekasi. Mengantisipasi kemacetan imbas proyek DDT Bekasi-Cikarang pada 2027, DPRD mendesak Pemkot Bekasi segera memetakan lokasi perlintasan rawan dan menyiapkan jalur alternatif. (Foto: RakyatBekasi.Com).

Parlementaria

Proyek DDT 2027: DPRD Desak Pemkot Bekasi Petakan Perlintasan Sebidang

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:56 WIB

Suasana jalur perlintasan rel kereta api di wilayah stasiun kawasan Bekasi dilihat dari area peron pejalan kaki. Pembangunan lanjutan Double-Double Track (DDT) rute Bekasi-Cikarang yang ditargetkan bergulir pada 2027 dipastikan akan berimbas pada perlintasan sebidang dan berpotensi membebani APBD untuk pembebasan lahan. (Foto: Jurnalis RakyatBekasi.Com)

Parlementaria

​Proyek DDT Bekasi-Cikarang, DPRD Ingatkan Pemkot Soal APBD

Minggu, 24 Mei 2026 - 13:16 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x