Poin Utama:
- Penyebab Utama: 68% kasus kebakaran sepanjang 2025 disebabkan oleh korsleting listrik.
- Risiko Tertinggi: Rumah kosong yang ditinggal penghuninya berlibur tanpa mematikan aliran listrik elektronik.
- Himbauan Teknis: Cabut steker, periksa regulator gas, dan ganti kabel yang sudah aus.
- Kontak Darurat: Layanan 112 (Bebas Pulsa) atau (021) 88957805.
KOTA BEKASI – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Himbauan ini ditekankan seiring dengan tingginya mobilitas warga yang meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, yang kerap menjadi pemicu insiden tak terduga.
Mengapa Risiko Kebakaran Meningkat Saat Nataru?
Berdasarkan data dan evaluasi tahunan, momen libur panjang sering kali berbanding lurus dengan peningkatan risiko kebakaran di area pemukiman. Faktor utamanya adalah kelalaian pemilik rumah dalam memastikan keamanan instalasi listrik sebelum bepergian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Apabila masyarakat hendak berpergian, agar mencabut peralatan kelistrikan rumah. Agar tidak terjadi kebakaran, ketika rumah sedang ditinggalkan,” kata Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Abi Hurairah, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com dalam keterangan resminya, Jumat (26/12/2025).
Abi menegaskan bahwa rumah yang ditinggal dalam waktu lama tanpa pengawasan sangat rentan mengalami hubungan arus pendek, terutama jika peralatan elektronik masih tersambung ke stopkontak.
Seberapa Besar Bahaya Korsleting Listrik di Kota Bekasi?
Disdamkarmat Kota Bekasi mencatat statistik yang cukup mengkhawatirkan sepanjang tahun 2025. Mayoritas insiden kebakaran di wilayah Kota Bekasi tidak disebabkan oleh api terbuka (seperti pembakaran sampah), melainkan masalah kelistrikan.
Data menunjukkan bahwa korsleting listrik menyumbang sekitar 68% dari total kasus kebakaran yang terjadi. Hal ini menjadi dasar kuat bagi Pemkot Bekasi melalui Disdamkarmat untuk meminta warga lebih teliti.
”Himbauan kepada masyarakat terkait dengan masalah listrik, kompor, dan lain sebagainya. Saya kira itu yang sudah harus lebih dioptimalkan dan diwaspadai pada momentum Libur Akhir Tahun,” tambahnya.
Apa Saja Langkah Pencegahan Teknis yang Harus Dilakukan?
Selain mencabut steker, Disdamkarmat juga menyoroti pentingnya kualitas infrastruktur kelistrikan di rumah warga. Melalui sosialisasi di berbagai kanal media sosial, warga diminta untuk memeriksa kondisi fisik kabel.
Berikut adalah langkah teknis yang disarankan:
- Periksa Kualitas Kabel: Hindari penggunaan kabel yang tidak sesuai standar (SNI) atau kabel yang kulitnya sudah terkelupas (aus).
- Cek Rutin Instalasi: Lakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala dengan bantuan teknisi ahli untuk mendeteksi kebocoran arus.
- Matikan Lampu: Pastikan mematikan lampu yang tidak perlu sebelum meninggalkan rumah dalam waktu lama untuk mengurangi beban panas.
Kewaspadaan dini adalah kunci untuk mencegah kerugian materi dan korban jiwa. Disdamkarmat Kota Bekasi memastikan kesiapsiagaan penuh selama 24 jam untuk melayani masyarakat.
Layanan Darurat Kebakaran & Penyelamatan:
Jika terjadi kebakaran atau kondisi darurat lainnya di lingkungan Anda, segera hubungi:
- Call Center: 112 (Layanan Patriot Siaga – Bebas Pulsa)
- Markas Komando: (021) 88957805
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.









































