DLH Kota Bekasi Terapkan Teknologi Geomembran di TPA Sumurbatu Bantargebang

- Jurnalis

Senin, 16 Februari 2026 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sanitary Landfill di TPA Sumurbatu.

Sanitary Landfill di TPA Sumurbatu.

Poin Utama:

  • Lokasi Inovasi: TPA Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
  • Teknologi Baru: Sistem Sanitary Landfill menggunakan pelapis bioplastik dan penutup akhir geomembran.
  • Fungsi Utama: Mencegah perkembangbiakan lalat, mengurangi bau, dan meminimalisir risiko longsor.
  • Status Proyek: Konstruksi selesai 2025, operasional penuh dimulai 2026.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi resmi mengoperasikan sistem pengelolaan sampah berbasis Sanitary Landfill di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang.

Inovasi ini menerapkan teknologi pelapis geomembran untuk menekan dampak pencemaran lingkungan sekaligus memodernisasi tata kelola sampah di Kota Bekasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Bagaimana Cara Kerja Sistem Sanitary Landfill Baru Ini?

​Berbeda dengan metode open dumping (pembuangan terbuka) yang konvensional, sistem Sanitary Landfill yang diterapkan DLH Kota Bekasi menggunakan pendekatan berlapis.

Sampah tidak sekadar ditumpuk, melainkan dikelola dengan lapisan material khusus secara berkala.

​”Tahun ini kita aplikasikan operasionalnya. Jadi sanitary landfill itu tidak hanya dasarnya yang kita lapisi. Dalam waktu tertentu, sampah yang sudah ditumpuk akan kita tutup menggunakan bioplastik, lalu bisa ditumpuk lagi dan ditutup kembali,” kata Kiswatiningsih kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com di kantor Pemkot Bekasi, dikutip Senin (16/02/2026).

​Kiswatiningsih menambahkan, untuk gunungan sampah yang sudah mencapai kapasitas maksimal dan tidak akan ditambah lagi, penutupannya akan menggunakan material geomembran permanen.

​Apa Manfaat Geomembran bagi Lingkungan Sekitar?

​Penerapan teknologi geomembran dinilai krusial untuk aspek kesehatan warga di sekitar TPA Sumurbatu. Lapisan kedap air dan udara ini berfungsi memutus siklus hidup vektor penyakit.

​Menurut Kiswatiningsih, proses penutupan berlapis menggunakan metode bioplastik dan geomembran sangat efektif untuk:

  • ​Menekan perkembangbiakan lalat yang menjadi sumber penyebaran penyakit.
  • ​Mengurangi penyebaran bau tak sedap ke pemukiman warga.
  • ​Mencegah air hujan meresap langsung ke tumpukan sampah yang bisa memicu air lindi berlebih.

​Apakah Operasional TPA Terganggu Saat Musim Hujan?

​Salah satu keunggulan sistem baru ini adalah ketahanannya terhadap cuaca. Kepala DLH memastikan bahwa operasional pembuangan dan pengelolaan sampah tidak akan terhambat meski curah hujan tinggi, serta mampu meminimalisir potensi longsor sampah yang kerap dikhawatirkan warga.

​”Kalau 2025 kita bangun konstruksinya, 2026 ini operasionalnya. Sudah siap dan aman, tidak terganggu cuaca,” tegasnya.

​Langkah progresif Pemkot Bekasi ini sebelumnya juga telah mendapat apresiasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) karena dinilai sejalan dengan regulasi nasional dalam menciptakan pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Dengan beroperasinya sistem ini secara penuh pada tahun 2026, Pemkot Bekasi optimistis TPA Sumurbatu akan menjadi fasilitas pengelolaan sampah yang lebih higienis, terkendali, dan ramah lingkungan.

Dukung Kota Bekasi lebih bersih! Mulailah memilah sampah organik dan anorganik dari rumah Anda untuk meringankan beban TPA.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tanpa VIP, Wali Kota Bekasi Rela Panas-panasan di Tenda Jemaah Haji Mina
Viral Spanduk Wali Kota Bekasi di Tenda Haji, Ketua Kloter 19 JKS Buka Suara
Awas Mandek! Plh Wali Kota Bekasi Wajibkan ASN Stand By saat Libur Idul Adha 1447 Hijriah
Parah! Lemah Pengawasan, Mobil Leluasa Masuk jogging track Alun-alun Bekasi
Darurat TPST Bantargebang: Juara 2 Dunia Metana, Pemkot Bekasi & DKI Disebut Cuma ‘Drama’ Proyek?
Bahaya! Berstatus Liar, Pemkot Bekasi Tutup Akses Perlintasan Kereta Grand Mall
Imbas Geliat Ekonomi, 29 Titik Kemacetan Baru Kepung Kota Bekasi
Wamenhaj Sidak Tenda Jemaah Haji, Spanduk Wali Kota Bekasi Dicopot Paksa!
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 23:03 WIB

Tanpa VIP, Wali Kota Bekasi Rela Panas-panasan di Tenda Jemaah Haji Mina

Senin, 25 Mei 2026 - 16:23 WIB

Viral Spanduk Wali Kota Bekasi di Tenda Haji, Ketua Kloter 19 JKS Buka Suara

Senin, 25 Mei 2026 - 12:55 WIB

Awas Mandek! Plh Wali Kota Bekasi Wajibkan ASN Stand By saat Libur Idul Adha 1447 Hijriah

Senin, 25 Mei 2026 - 11:10 WIB

Darurat TPST Bantargebang: Juara 2 Dunia Metana, Pemkot Bekasi & DKI Disebut Cuma ‘Drama’ Proyek?

Senin, 25 Mei 2026 - 10:00 WIB

Bahaya! Berstatus Liar, Pemkot Bekasi Tutup Akses Perlintasan Kereta Grand Mall

Berita Terbaru

Kepadatan kendaraan roda empat dan truk yang mengular saat melintasi perlintasan sebidang kereta api di Jalan Pahlawan, Kota Bekasi. Pemkot Bekasi kini tengah mengebut proses pembebasan lahan guna merealisasikan proyek Fly Over (FO) Bulak Kapal demi mengurai kemacetan kronis dan mencegah terjadinya kembali kecelakaan kereta api.

Parlementaria

DPRD Kota Bekasi Dorong Pemkot Jemput Bola Banpres FO Bulak Kapal

Senin, 25 Mei 2026 - 17:29 WIB

Nawal Husni, Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, menyampaikan desakannya di Gedung DPRD Kota Bekasi agar Wali Kota Bekasi dan BKPSDM mengambil tindakan tegas terhadap tiga ASN yang diduga terlibat kasus narkoba di Kecamatan Bekasi Utara.

Parlementaria

Geger! 3 ASN Bekasi Utara Diduga Terjerat Narkoba, Pecat Saja!

Senin, 25 Mei 2026 - 14:55 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x