DLH Bekasi Klarifikasi Kabar Longsor: TPA Sumurbatu Aman, Insiden Terjadi di TPST Bantargebang Milik DKI

- Jurnalis

Minggu, 9 November 2025 - 12:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pekerja mengalami luka-luka akibat tertimpa material longsoran dan segera dilarikan ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

Sejumlah pekerja mengalami luka-luka akibat tertimpa material longsoran dan segera dilarikan ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi memberikan klarifikasi resmi terkait kabar yang beredar di media sosial mengenai insiden longsor sampah. DLH menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu milik Kota Bekasi.

​Kepala DLH Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengonfirmasi bahwa TPA Sumurbatu dalam kondisi aman dan terkendali. Insiden yang dilaporkan sebenarnya terjadi di lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, yang pengelolaannya berada di bawah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, meskipun lokasinya berdekatan.

​Kronologi Insiden di TPST Bantargebang DKI

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden longsor di TPST Bantargebang milik DKI Jakarta itu terjadi pada Jumat (07/11/2025) kemarin. Peristiwa naas tersebut terjadi ketika gunungan sampah yang sudah mengendap tiba-tiba ambruk.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Akibatnya, material sampah menimpa sejumlah truk pengangkut dan beberapa pekerja yang berada di area tersebut. Tumpukan sampah terlihat bergeser dan menimpa kendaraan yang berada di bawahnya.

​Dilaporkan pula, sejumlah pekerja mengalami luka-luka akibat tertimpa material longsoran dan segera dilarikan ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

​Penegasan DLH Kota Bekasi

​Kiswatiningsih kembali menekankan pentingnya perbedaan lokasi ini untuk meluruskan informasi yang salah di masyarakat.

​”Kejadian longsor tidak terjadi di TPA Sumurbatu, melainkan terjadi di TPST Bantargebang,” ucap Kiswatiningsih saat dikonfirmasi melalui keterangannya, Minggu (09/11/2025).

​”Kejadian sendiri (di TPST Bantargebang) terjadi pada Jumat kemarin,” tambahnya.

​Kondisi Terkini TPA Sumurbatu Bekasi

​Jauh dari isu longsor, Kiswatiningsih menjelaskan bahwa fokus TPA Sumurbatu saat ini adalah pembenahan dan transisi sistem pengelolaan. TPA milik Pemkot Bekasi ini tengah dalam proses penerapan metode Sanitary Landfill.

​”Untuk TPA Sumurbatu saat ini masih dalam konstruksi Sanitary Landfill,” jelasnya.

​Proses ini, lanjutnya, mencakup perapihan, penataan, dan pemadatan sampah untuk memastikan stabilitas dan keamanan TPA.

​”Kami tetap siaga apabila ada bahaya longsor terjadi, sehingga dilakukan perapihan dan penataan serta pemadatan sampahnya,” sambung Kiswatiningsih.

​Peralihan dari Open Dumping Sesuai Arahan KLHK

​Langkah modernisasi TPA Sumurbatu ini diambil setelah Pemerintah Kota Bekasi mendapatkan peringatan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terkait metode pengelolaan sampah di lokasi tersebut.

​Sebelumnya, TPA Sumurbatu masih menggunakan metode open dumping (pembuangan terbuka). Metode ini kini telah dilarang oleh Pemerintah Pusat karena dianggap tidak ramah lingkungan serta berpotensi besar mencemari tanah dan air tanah.

​Peralihan ke metode sanitary landfill merupakan upaya Pemkot Bekasi untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih aman, terkendali, dan berkelanjutan.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Darurat Sampah 2028: Sekda Kota Bekasi Gencarkan Aksi Korve
Proyek Flyover Bulak Kapal Dikebut! Distaru Kota Bekasi Tertibkan 9 Bangunan untuk Urai Kemacetan
Target Terlampaui, Pencetakan KIA di Kota Bekasi Kalahkan Capaian Nasional
Dari 85 ke 93 Persen, Bapenda Kota Bekasi Kebut Realisasi PAD 2026 Tanpa Kebocoran
Camat Bekasi Barat Pastikan 15 Kafe di Pasar Bintara Resmi Tutup
DPRD Ingatkan Pembahasan UMK Kota Bekasi 2026 Harus Berbasis Data, Bukan Tekanan Politik
DPRD Kota Bekasi Pasang Badan: Proyek PLTSa Bersama Danantara Harus Menguntungkan Warga Bantargebang
Komisi II DPRD Kota Bekasi: Transisi Sanitary Landfill TPA Sumurbatu Tetap Berjalan Iringi Proyek PSEL

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:05 WIB

Darurat Sampah 2028: Sekda Kota Bekasi Gencarkan Aksi Korve

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:24 WIB

Proyek Flyover Bulak Kapal Dikebut! Distaru Kota Bekasi Tertibkan 9 Bangunan untuk Urai Kemacetan

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:53 WIB

Target Terlampaui, Pencetakan KIA di Kota Bekasi Kalahkan Capaian Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:43 WIB

Dari 85 ke 93 Persen, Bapenda Kota Bekasi Kebut Realisasi PAD 2026 Tanpa Kebocoran

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:47 WIB

Camat Bekasi Barat Pastikan 15 Kafe di Pasar Bintara Resmi Tutup

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca