Dianggap Penyebab Banjir, Pemkot Bekasi Bongkar Paksa Bangunan Liar di Atas Saluran Air Margahayu

- Jurnalis

Kamis, 13 November 2025 - 16:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melakukan penertiban paksa terhadap sejumlah bangunan liar (bangli) yang berdiri di atas saluran air. Pembongkaran ini berlokasi di wilayah RT 003 RW 011, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, pada Rabu (12/11/2025).

​Tindakan tegas ini diambil sebagai langkah penanggulangan banjir yang kerap terjadi di area tersebut. Bangunan liar itu terbukti menghambat aliran air sehingga memicu genangan saat hujan deras.

​Tim Gabungan Terpadu Dikerahkan

​Penertiban dan pembongkaran ini dipimpin oleh Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Bekasi dan melibatkan tim gabungan berskala besar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Tim terpadu ini terdiri dari berbagai unsur, mulai dari Satpol PP, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), Dinas Perhubungan (Dishub), hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi.

​Untuk memastikan kelancaran dan keamanan, proses ini juga mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, Kodim 0507/Kota Bekasi, Sub Denpom Jaya/2-1, Kejaksaan Negeri, dan Pengadilan Negeri Kota Bekasi. Petugas dari PT. PLN juga turut dilibatkan untuk mengamankan infrastruktur kelistrikan di lokasi.

​Peringatan Diabaikan, Pembongkaran Paksa Dilakukan

​Penata Ruang Ahli Muda Distaru Kota Bekasi, Tarmuji, S.A.P., M.Si., menegaskan bahwa langkah pembongkaran ini bertujuan utama untuk mengembalikan fungsi saluran air seperti semula.

​”Ada beberapa bangunan yang berdiri di atas saluran air sehingga terhambatnya aliran air dan menjadi salah satu penyebab banjir,” ungkap Tarmuji di lokasi penertiban.

​Ia menjelaskan, Pemkot Bekasi sebelumnya telah menempuh langkah persuasif. Surat Peringatan (SP) hingga Surat Perintah Bongkar Sendiri telah dilayangkan kepada para pemilik bangunan.

​”Sudah kami layangkan Surat Peringatan dan Surat Perintah Bongkar Sendiri. Namun, sampai dengan saat ini belum dilakukan pembongkaran mandiri oleh pemilik bangunan liar tersebut, maka kami melakukan tindakan penertiban berupa bongkar paksa,” tegasnya.

​Pelanggaran Aturan Tata Ruang

​Tindakan penertiban ini memiliki landasan hukum yang kuat, sesuai dengan Surat Perintah Wali Kota Bekasi Nomor 800.1.11.1/5416/Distaru.Dalru tertanggal 6 November 2025.

​Bangunan-bangunan tersebut dinilai melanggar serangkaian peraturan yang berlaku, di antaranya:

  • ​Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja.
  • ​Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2021 tentang Bangunan Gedung.
  • ​Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang.
  • ​Peraturan Daerah (Perda) Kota Bekasi Nomor 06 Tahun 2014 tentang Bangunan Gedung.
  • ​Peraturan Wali Kota (Perwal) Bekasi Nomor 24 Tahun 2014 tentang Garis Sempadan.

​Selama proses pembongkaran, situasi dilaporkan berjalan dengan aman dan terkendali. Pihak Pemkot Bekasi juga mengklaim kegiatan ini mendapat dukungan dari masyarakat sekitar yang terdampak masalah banjir.

​Pemerintah Kota Bekasi kembali menghimbau kepada seluruh pemilik bangunan untuk menaati aturan tata ruang dan tidak mendirikan bangunan di atas saluran air atau area terlarang lainnya demi kepentingan bersama dan pencegahan bencana.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Darurat Sampah 2028: Sekda Kota Bekasi Gencarkan Aksi Korve
Proyek Flyover Bulak Kapal Dikebut! Distaru Kota Bekasi Tertibkan 9 Bangunan untuk Urai Kemacetan
Target Terlampaui, Pencetakan KIA di Kota Bekasi Kalahkan Capaian Nasional
Dari 85 ke 93 Persen, Bapenda Kota Bekasi Kebut Realisasi PAD 2026 Tanpa Kebocoran
Camat Bekasi Barat Pastikan 15 Kafe di Pasar Bintara Resmi Tutup
DPRD Ingatkan Pembahasan UMK Kota Bekasi 2026 Harus Berbasis Data, Bukan Tekanan Politik
DPRD Kota Bekasi Pasang Badan: Proyek PLTSa Bersama Danantara Harus Menguntungkan Warga Bantargebang
Komisi II DPRD Kota Bekasi: Transisi Sanitary Landfill TPA Sumurbatu Tetap Berjalan Iringi Proyek PSEL

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:05 WIB

Darurat Sampah 2028: Sekda Kota Bekasi Gencarkan Aksi Korve

Kamis, 26 Februari 2026 - 14:24 WIB

Proyek Flyover Bulak Kapal Dikebut! Distaru Kota Bekasi Tertibkan 9 Bangunan untuk Urai Kemacetan

Kamis, 26 Februari 2026 - 13:53 WIB

Target Terlampaui, Pencetakan KIA di Kota Bekasi Kalahkan Capaian Nasional

Kamis, 26 Februari 2026 - 10:43 WIB

Dari 85 ke 93 Persen, Bapenda Kota Bekasi Kebut Realisasi PAD 2026 Tanpa Kebocoran

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:47 WIB

Camat Bekasi Barat Pastikan 15 Kafe di Pasar Bintara Resmi Tutup

Berita Terbaru

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca