Poin Utama:
- Total Jemaah: Sekitar 4.400 Calon Jemaah Haji (Calhaj) terdaftar di Kota Bekasi untuk tahun 2026.
- Gagal Berangkat: 7 orang dinyatakan tidak istithaah (tidak layak kesehatan).
- Kloter Pertama: Kota Bekasi ditunjuk sebagai kloter pembuka dari Embarkasi Jakarta Bekasi.
- Syarat Mutlak: Istithaah kesehatan menjadi penentu utama pelunasan dan keberangkatan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi mengonfirmasi bahwa tujuh dari total 4.400 Calon Jemaah Haji (Calhaj) asal Kota Bekasi dinyatakan tidak istithaah atau tidak memenuhi syarat kesehatan untuk keberangkatan musim haji tahun 2026.
Kegagalan tes kesehatan ini membuat ketujuh jemaah tersebut harus menunda keberangkatannya ke Tanah Suci.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mengapa 7 Calhaj Kota Bekasi Gagal Berangkat?
Penyebab utama kegagalan pemberangkatan tujuh Calhaj tersebut adalah kondisi medis yang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan fisik yang berat. Berdasarkan hasil serangkaian cek kesehatan (Medical Check-Up) yang ketat, kondisi mereka dinilai berisiko tinggi jika dipaksakan berangkat tahun ini.
”Dengan dari data itu, ada yang tidak Isthitaah itu ada 7 Calhaj. Lantaran memang dari sisi kesehatannya tidak layak untuk pergi berhaji,” kata Kepala Dinkes Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com melalui keterangannya, dikutip Minggu (01/02/2026).
Satia menjelaskan bahwa keputusan ini diambil demi keselamatan jemaah itu sendiri, mengingat ibadah haji memerlukan ketahanan fisik yang prima.
Bagaimana Nasib Jemaah yang Tidak Lolos Kesehatan?
Pihak Dinkes Kota Bekasi memastikan bahwa kesempatan untuk berhaji tidak tertutup sepenuhnya. Para jemaah yang dinyatakan tidak istithaah tahun ini diberikan pendampingan dan arahan medis agar dapat memulihkan kondisi kesehatannya untuk musim haji berikutnya.
”Kalau memang tahun depan hasilnya Cek Kesehatan mereka sudah bagus mereka baru bisa pergi berhaji, mudah-mudahan sudah bisa mengikuti,” jelas Satia.
Kapan Kloter Pertama Kota Bekasi Diberangkatkan?
Kementerian Haji dan Umrah (sebelumnya di bawah Kemenag) telah menetapkan Kota Bekasi sebagai prioritas pemberangkatan. Hal ini menuntut kesiapan fisik yang lebih awal bagi para jemaah.
”Karena waktu tidak lama lagi operasional keberangkatan akan segera dimulai. Apalagi Kota Bekasi ini ditunjuk sebagai kloter pertama pemberangkatan dari Embarkasi Jakarta Bekasi untuk Jawa Barat,” kata Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bekasi, Rian Fauzi, kepada Jurnalis RakyatBekasi.Com saat ditemui di Embarkasi Jakarta Bekasi, Bekasi Selatan, Minggu (25/01/2026).
Apa Imbauan Resmi Terkait Persiapan Fisik?
Mengingat haji adalah ibadah fisik (Arafah, Sai, Tawaf), Kementerian Haji dan Umrah Kota Bekasi bersama Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (FK.KBHU) menekankan pentingnya olahraga rutin. Kegiatan seperti jalan sehat dan senam jantung yang digelar pekan lalu di area Car Free Day Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, menjadi salah satu bentuk simulasi ketahanan fisik.
Rian Fauzi menambahkan bahwa tahun 2026 menjadi sejarah baru karena penyelenggaraan haji dikelola oleh kementerian mandiri. Pihaknya bertekad menjaga kualitas layanan agar jemaah tidak hanya sukses secara ritual, tetapi juga mampu menjaga kemabruran haji setibanya di tanah air.
”Terutama bukan hanya sukses ritual hajinya, tetapi kami mencoba berusaha untuk menjaga kemabrurannya setelah kepulangan dari tanah suci, ini yang paling berat,” pungkas Rian.
Dengan sisa waktu yang ada menjelang keberangkatan, seluruh Calhaj Kota Bekasi diimbau untuk disiplin menjaga pola makan dan istirahat. Pemkot Bekasi berkomitmen memantau kesehatan jemaah hingga hari keberangkatan tiba.
Punya pertanyaan seputar layanan haji atau kesehatan di Kota Bekasi? Sampaikan keluhan atau pertanyaan Anda melalui layanan pengaduan Pemkot Bekasi di 112!
Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








































