Dituding Korupsi dan Boros Anggaran, KMPPI Desak Presiden Prabowo Pecat Menteri PU

- Jurnalis

Kamis, 2 Oktober 2025 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Gelombang tuntutan untuk mencopot Menteri Pekerjaan Umum (PU) dari jabatannya menguat setelah Komunitas Mahasiswa Peduli Pembangunan Indonesia (KMPPI) melayangkan tudingan serius.

Sang menteri dituduh melakukan pemborosan anggaran negara melalui gaya hidup mewah dan diduga terlibat dalam praktik nepotisme serta intervensi proyek strategis oleh pihak keluarganya.

​Desakan ini disampaikan secara terbuka di Jakarta, menyoroti adanya praktik yang dinilai bertentangan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan upaya efisiensi anggaran yang sedang digalakkan oleh Presiden.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sorotan Gaya Hidup Mewah di Tengah Defisit Anggaran

Salah satu poin utama yang menjadi sorotan KMPPI adalah penggunaan pesawat jet pribadi (private jet) oleh Menteri PU dalam sejumlah kunjungan kerjanya.

Koordinator Lapangan KMPPI, Benny F, menilai fasilitas mewah tersebut sangat tidak pantas digunakan di saat negara menghadapi tantangan fiskal yang berat.

“Kita semua tahu Presiden sedang melakukan efisiensi di berbagai sektor, mengingat defisit negara per Agustus ini sudah mencapai Rp 321,6 triliun,” tegas Benny dalam orasinya, Kamis (02/10/2025).

​”Eh, sang menteri justru menggunakan private jet untuk kegiatan yang seharusnya sesuai aturan cukup dan bisa menggunakan kelas bisnis. Ini jelas memboroskan anggaran dan mencederai rasa keadilan publik,” sambungnya.

Tudingan Serius Praktik Nepotisme dan Intervensi Proyek

​Selain isu pemborosan anggaran, KMPPI juga membeberkan dugaan yang lebih serius terkait adanya campur tangan pihak keluarga menteri dalam pengaturan proyek-proyek di lingkungan Kementerian PU.

Dugaan Intervensi Proyek oleh Keluarga

​Benny menyebut adanya indikasi kuat “cawe-cawe” atau intervensi dari keluarga menteri yang mengatur hingga mengintimidasi para kepala balai di berbagai daerah, khususnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Praktik ini dikhawatirkan merusak profesionalisme dan meritokrasi di dalam kementerian.

Aliran Proyek ke Tim Sukses dan Dugaan Fee

​Tudingan nepotisme diperkuat dengan dugaan bahwa beberapa proyek sengaja dialirkan kepada pihak-pihak yang terafiliasi dengan tim sukses saat Pilkada Nganjuk.

​”Dugaan pihak keluarga ‘cawe-cawe’ proyek semakin menguat. Proyek diatur untuk dimenangkan pihak tertentu dan diduga meminta fee proyek sebesar 12% kepada pihak swasta maupun BUMN yang menjadi rekanan,” papar Benny.

Lima Poin Tuntutan KMPPI

​Menyikapi temuan tersebut, KMPPI secara resmi mengeluarkan lima poin tuntutan yang ditujukan kepada Presiden dan aparat penegak hukum:

  1. Usut Tuntas: Mengusut tuntas dugaan keterlibatan keluarga dalam permainan proyek di Kementerian PU, terutama di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
  2. Tolak Intervensi: Menolak segala bentuk intervensi dan intimidasi terhadap Kepala Balai dan pejabat terkait dalam menjalankan tugasnya.
  3. Hentikan Pemborosan: Menghentikan segala bentuk pemborosan uang negara, termasuk penggunaan fasilitas mewah seperti jet pribadi untuk perjalanan dinas.
  4. Stop Kriminalisasi: Menghentikan upaya kriminalisasi terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berintegritas di lingkungan Kementerian PU.
  5. Pecat Menteri PU: Mendesak Presiden RI untuk segera memberhentikan dan mencopot Menteri PU dari jabatannya.

​”Kami mendesak Presiden untuk mencopot Menteri Pekerjaan Umum sesegera mungkin. Program strategis nasional membutuhkan orang yang kredibel dan mampu bekerja sama dengan bawahannya,” tutup Benny.

Menanti Respons dari Pihak Kementerian

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian Pekerjaan Umum belum memberikan tanggapan resmi terkait tudingan dan tuntutan yang dilayangkan oleh KMPPI. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Skema Mendagri Amankan Gaji PPPK, Pemda Dilarang PHK!
Korupsi Iklan Bank BJB: KPK Resmi Tahan 4 Tersangka, Eks Dirut Mangkir
Purbaya dan Teddy Menteri Terbaik Presiden Prabowo, Pigai Paling Disorot
Tinggalkan Masalah Sinyal, APJII Desak Pemerataan Kualitas Internet Indonesia
Pemda Kesulitan Bayar Gaji ASN dan PPPK, Menkeu Purbaya Cairkan Rp20,5 Triliun Pekan Depan
Lampaui Nasional, Ekonomi Jawa Barat Q2 2026 Tumbuh 5,73 Persen
Tak Ada Kompromi! BGN Beri Batas Waktu Dapur MBG urus SLHS hingga 10 Agustus 2026
Pakar Ungkap Alasan AS Tak Bangun Pangkalan Militer di Indonesia
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

0 Comments

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Tiga Skema Mendagri Amankan Gaji PPPK, Pemda Dilarang PHK!

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:54 WIB

Korupsi Iklan Bank BJB: KPK Resmi Tahan 4 Tersangka, Eks Dirut Mangkir

Minggu, 9 Agustus 2026 - 01:29 WIB

Purbaya dan Teddy Menteri Terbaik Presiden Prabowo, Pigai Paling Disorot

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 23:16 WIB

Tinggalkan Masalah Sinyal, APJII Desak Pemerataan Kualitas Internet Indonesia

Jumat, 7 Agustus 2026 - 04:19 WIB

Pemda Kesulitan Bayar Gaji ASN dan PPPK, Menkeu Purbaya Cairkan Rp20,5 Triliun Pekan Depan

Berita Terbaru

Mendagri Tito Karnavian mengancam akan memecat penjabat kepala daerah yang gagal mengendalikan inflasi, Selasa (24/01/2023). (Foto: Puspen Kemendagri)

Nasional

Tiga Skema Mendagri Amankan Gaji PPPK, Pemda Dilarang PHK!

Selasa, 11 Agu 2026 - 20:53 WIB

Petugas saat melakukan verifikasi faktual kelayakan hunian dan legalitas tanah warga calon penerima Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di salah satu kawasan permukiman padat penduduk. Pendataan ketat dilakukan agar bantuan tepat sasaran. (Ilustrasi)

Bekasi

Bedah Rumah BSPS: 909 Hunian di Kota Bekasi Lolos Verifikasi

Selasa, 11 Agu 2026 - 17:01 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x