SatReskrim Polres Metro Bekasi Kota menerima dua orang pelaku premanisme yang melakukan aksi pemerasan terhadap Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Baru Kota Bekasi, Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bekasi Timur.
Kedua pelaku sebelumnya diamankan oleh Polsek Rawalumbu setelah video aksi mereka viral di media sosial.
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Binsar Hatorangan Sianturi, menjelaskan bahwa kedua pelaku diamankan sekitar pukul 07.30 WIB di sebuah kontrakan yang berlokasi tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kedua pelaku sudah kita amankan pagi ini pukul 07.30 WIB. Dari hasil pemeriksaan awal, tes urine keduanya menunjukkan positif mengonsumsi sabu,” ungkap Kompol Binsar kepada awak media, Jumat (04/04/2025) siang.
Aksi premanisme tersebut sebelumnya tersebar luas melalui video berdurasi 1 menit 41 detik yang viral di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat seorang pria berbaju merah dan celana pendek abu-abu mengenakan topi, bersama seorang pria lainnya, memarahi seorang pedagang sayur yang sedang berjualan di emperan jalan.
Tidak hanya melakukan intimidasi verbal, kedua pelaku juga menendang dagangan milik pedagang hingga berserakan di jalan.
Narasi dalam video mengungkapkan bahwa kedua pelaku kerap meminta uang pungutan liar (pungli) dari pedagang kecil di sekitar Pasar Baru Bekasi.
Jika permintaan tidak dipenuhi, mereka mengancam untuk melarang pedagang berjualan di lokasi tersebut.
“Halo Pak/Bu, selamat pagi. Izin pak/bu, tolong diusut premanisme di Pasar Baru samping Ramayana. Kami pedagang sayur kecil sering dimintai uang 2 ribu atau 5 ribu tergantung permintaan preman. Jika tidak dikasih, kami dimarahi bahkan dilarang berjualan. Besoknya saya ditandai dan tidak bisa jualan di sana lagi,” demikian keterangan narasi dalam video tersebut.
Setelah video tersebut viral, Unit Reskrim Polsek Rawalumbu bergerak cepat untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku.
Dalam waktu singkat, kedua terduga pelaku berhasil diamankan di kontrakan mereka dan kini telah diserahkan ke Polres Metro Bekasi Kota untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
“Kedua pelaku berhasil kami amankan pagi ini dan telah diserahkan ke Polres. Namun, korban dari kejadian ini masih belum ditemukan dan sedang kami cari untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujar Kapolsek Rawalumbu, AKP Ririn Sri Damayanti.
Kejadian ini memicu reaksi keras dari masyarakat. Banyak warga yang mengecam aksi premanisme yang mengganggu keamanan dan kenyamanan pedagang kecil di Kota Bekasi.
Beberapa pengguna media sosial bahkan menyebut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, agar menindaklanjuti kasus tersebut secara tegas.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi bersama unsur Forkopimda, TNI-Polri, telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Premanisme.
Satgas ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif, terutama bagi pedagang kecil yang kerap menjadi sasaran aksi premanisme.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, juga telah menggandeng berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat (ormas), untuk mendukung sosialisasi dan pemberantasan aksi premanisme.
“Premanisme bukan hanya soal preman jalanan, tetapi juga ‘preman berdasi’ yang menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan pribadi. Kami terus mengedepankan pendekatan preventif dengan koordinasi yang masif dan terstruktur,” ujar Wali Kota Bekasi Tri Adhianto beberapa waktu lalu.
Dengan langkah-langkah konkret dari aparat kepolisian dan pemerintah daerah, masyarakat berharap praktik premanisme dalam bentuk apapun dapat diberantas hingga ke akarnya.
Kejadian ini diharapkan menjadi peringatan bagi pihak lain yang mencoba mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya pedagang kecil.
“Kami ingin memastikan Kota Bekasi menjadi tempat yang aman untuk semua warga, terutama bagi para pedagang kecil yang mencari nafkah dengan jujur. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan hal ini,” pungkas Tri Adhianto.