Gelar Reses III, Herpur Perjuangkan Pembangunan USB SMPN di Pondok Melati

- Jurnalis

Senin, 15 November 2021 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan Heri Purnomo mengaku dirinya fokus terhadap persoalan Pendidikan dan Kesehatan di Daerah Pemilihan (Dapil)-nya, yakni Kecamatan Pondok Melati.

Saat ini menurut politisi yang akrab disapa Herpur ini, Kecamatan Pondok Melati masih ketinggalan dengan Kecamatan lain terkait ketersediaan fasilitas penunjang bidang Pendidikan dan Kesehatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika di tilik di bidang pendidikan, di wilayah ini baru ada satu Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 35 yang letaknya di Kelurahan Jatiwarna, padahal ada empat Kelurahan di Kecamatan Pondok Melati.

“Gedung sekolah di Kecamatan Pondok Melati cuma ada satu SMPN 35. Kemarin sudah kita usulkan USB yaitu SMPN 57, masalahnya lahan fasos – fasum di Kelurahan Jatirahayu di RW 17 yang kita usulkan di bangun masih ada warga yang Pro Kontra. Akhirnya SMPN baru 57 masih menginduk di SMPN 35 dan menempati ruang SD Jatirahayu 6 walau cuma ada tiga Rombongan Belajar (Rombel),” ungkap Herpur di ruang kerjanya, Senin (15/11).

Karena pentingnya dan kebutuhan sarana pendidikan yang mendesak, Herpur meminta agar Camat dan Lurah ikut serta dalam memfasilitasi warga yang masih kontra dengan rencana didirikanya unit sekolah baru. Padahal setiap tahunnya di wilayah Kecamatan Pondok Melati dari 33 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) lulusannya dapat mencapai 2.300 an anak.

“Satu satunya Kecamatan yang punya sekolah SMAN dan SMPN hanya satu. Tiap tahun dari 33 SD dan MI yang ada sekitar 2.310 an siswa yang lulus. Sementara di SMPN 35 hanya menerima 9 Rombongan Belajar (Rombel) atau sekitar 324 an siswa tidak sampai 20 persen dari lulusan, itu kan ironis. Nah sekolah baru yang masih menginduk, menampung tiga rombel sekitar 300 an siswa,” ucapnya.

Lebih lanjut Herpur menjelaskan bahwa usulan dana pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMPN 57 sudah masuk pada mata anggaran APBD 2022. Namun demikian adanya penolakan warga yang kini menjadi kendala. Sementara jika membeli lahan kosong yang bukan fasos/fasum dikhawatirkan pembangunan akan tertunda lagi.

“Udah masuk di usulan dana APBD 2022. Tapi lahannya yang sedang kita upayakan untuk lahan fasos sekitar 3000 m² lebih di RW 17 Kelurahan Jatirahayu. Karena ada penolakan oleh sebagian warga. Tapi kalo kita bicara pendidikan kurang fasilitas terus, mau sekolah di mana anak – anak kita. Apalagi pandemi, mungkin kalau ada yang punya uang banyak lain cerita, tapi tidak semua begitu kondisinya, makanya saya terus berjuang disitu agar ada SMPN baru,” jelas Herpur.

Pihaknya sangat berharap agar Camat dan Lurah untuk ikut mediasi warga yang masih kontra. Hal ini untuk kelangsungan bersama, apalagi persoalan pendidikan dijamin Undang – Undang (UU).

“Kita berpikir kedepan anak – anak kita bisa bersekolah dengan layak ,dekat dengan tempat tinggal dan gratis,” pungkasnya. (ADV)


Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Follow WhatsApp Channel rakyatbekasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

14 Tewas di Jalur Maut, Fraksi Gerindra Kawal Banpres Flyover Bekasi
Tragedi KRL vs Argo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur: DPRD Dukung Wali Kota Tri Adhianto Bangun Flyover
Anggaran Rp322 Miliar Terserap, Pengelolaan Sampah di Kota Bekasi Dinilai Masih Setengah Hati
Soroti LKPJ 2025, Fraksi Golkar Solidaritas Desak Pemkot Bekasi Atasi 105 Ribu Pengangguran!
Belanja Pegawai Kota Bekasi Masih Bengkak, Fraksi PDIP Desak Langkah Agresif Genjot PAD
Sabar! Dana Hibah Rp100 Juta per RW Kota Bekasi Disandera Audit BPK
Rapor Merah Pemkot Bekasi: Kota Layak Anak Cuma Angan-Angan?
PAD Jeblok! DPRD Sentil Pemkot Bekasi Lewat 267 Rekomendasi

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 15:06 WIB

14 Tewas di Jalur Maut, Fraksi Gerindra Kawal Banpres Flyover Bekasi

Selasa, 28 April 2026 - 14:52 WIB

Tragedi KRL vs Argo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur: DPRD Dukung Wali Kota Tri Adhianto Bangun Flyover

Minggu, 26 April 2026 - 17:25 WIB

Anggaran Rp322 Miliar Terserap, Pengelolaan Sampah di Kota Bekasi Dinilai Masih Setengah Hati

Minggu, 26 April 2026 - 16:11 WIB

Soroti LKPJ 2025, Fraksi Golkar Solidaritas Desak Pemkot Bekasi Atasi 105 Ribu Pengangguran!

Kamis, 23 April 2026 - 11:50 WIB

Belanja Pegawai Kota Bekasi Masih Bengkak, Fraksi PDIP Desak Langkah Agresif Genjot PAD

Berita Terbaru

Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (tengah) didampingi Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, memberikan keterangan pers usai meninjau langsung progres evakuasi pasca-kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Selasa (28/04/2026). (Foto: RakyatBekasi.com)

Nasional

Tinjau Lokasi Kecelakaan, AHY Minta Recovery KRL Dipercepat

Selasa, 28 Apr 2026 - 15:21 WIB

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Rakyat Bekasi

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca